Penanganan 11 Bayi di Pakem Disorot, Polisi Bentuk Tim Khusus
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Bangunan terdampak Tol Jogja-Solo yang mulai dibongkar pada Senin (6/1/2025)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Sejumlah bangunan terdampak Tol Jogja-Solo di sisi luar Ring Road area Maguwoharjo mulai dibongkar. Pembongkaran mulai dilakukan oleh warga terdampak yang telah menerima pembayaran ganti rugi.
Plt. Luraj Maguwoharjo, Heri Santoso mengungkapkan pembongkaran bangunan terdampak tol ini mulai dilakukan oleh warga sebelum September 2024 lalu. Warga mulai membongkar bangunan miliknya secara mandiri.
Beberapa warga, kata Heri, memang berinisiatif melakukan pembongkaran secara mandiri. Beberapa bagian bangunan yang masih bisa dimanfaatkan saat pembongkaran akan digunakan warga kembali. "Pembongkaran yang di pinggir Ring Road itu banyak dilaksanakan oleh personal pribadi oleh yang punya tanah," kata Heri pada Senin (6/1/2025).
Kontraktor, lanjut Heri, baru masuk untuk ke area lahan pada Desember 2024. "Kalau yang dari proyek kalau tidak salah masuknya di awal Desember, itu yang [lahan] clean and clear, tidak ada permasalahan," ucap dia.
Di Kalurahan Maguwoharjo, ada lima padukuhan terdampak proyek Tol Jogja-Solo, masing-masing adalah Ringinsari, Sembego, Meguwo, Sanggrahan dan Pugeran.
Selain wilayah Pugeran yang belum mulai pembayaran ganti rugi, padukuhan lain yang telah tuntas pembayaran ganti ruginya mulai melakukan pembongkaran bangunan. "Kalau yang sudah selesai [pembayaran] itu banyak yang dikosongkan. Artinya sudah selesai itu sudah klir. Kalau sekarang ada yang belum itu mungkin masih ada mungkin pemberkasan belum selesai atau kah mungkin ada sangkut pautnya dengan masuk ranah hukum, mungkin ada," terangnya.
Sebelumnya, sosialisasi pembangunan jalan Tol Jogja-Solo-YIA Seksi 2 Paket 2.1 Purwomartani-Maguwo mulai digelar oleh kontraktor pada September 2024 di Kalurahan Maguwoharjo.
Dalam sosialisasi awal ini, kontraktor menjelaskan gambaran umum metode kerja yang bakal diterapkan kelak. "Sosialisasi pada siang hari ini menyangkut metode kerja. Untuk timeline [pengerjaan] nanti masih ada lagi [sosialisasi]," kata Humas PT. Daya Mulia Turangga, Agung Murhandjanto ditemui pada Rabu (11/9/2024).
Secara garis besar sosialisasi ini menjadi perkenalan atau kulonuwun dari PT. DMT setelah mendapat kontrak pekerjaan dari PT. Jasamarga Jogja-Solo pada Juni lalu untuk menggarap Tol Jogja-Solo-YIA Seksi 2 Paket 2.1 Purwomartani-Maguwo. "Artinya kami istilahhya kulonuwun dari PT. DMT karena setelah menerima kontrak pekerjaan, istilahnya kami sosialisasi ke masyarakat untuk memperkenalkan diri bahwa yang bertindak sebagai kontraktor di Paket 2.1 ini adalah dari PT. DMT," tegasnya.
Konstruksi Tol Jogja-Solo-YIA ruas Purwomartani-Maguwo akan terbagi ke dalam empat segmen. Segmentasi ini berhubungan dengan pembagian zona pengerjaan.
Rencananya, penggarapan jalan bebas hambatan ini dimulai dari ruas paling timur ke arah paling barat. Praktis penggarapannya akan menyambung dari ujung ruas Tol Jogja-Solo-YIA Seksi 1 Paket 1.2 Klaten-Purwomartani. "Nanti kami mulai dari arah timur yang mepet di Paket 1.2 yang ada di Purwomartani baru nanti bergerak ke sini ke arah Maguwoharjo," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Pemda DIY siapkan satgas khusus atasi kejahatan jalanan. Libatkan polisi, TNI, BIN hingga BNN.
Kebakaran berulang terjadi di rumah pemotongan ayam di wilayah Mriyan, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, dalam dua hari terakhir.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2. Dirut Ginda Ferachtriawan minta maaf dan siapkan restrukturisasi besar demi kebangkitan tim.
76 Indonesian Downhill 2026 di Bantul berlangsung ekstrem. Andy juara tipis, kelas junior justru catat waktu tercepat.
Warga Boyolali menemukan batu diduga stupa dan prasada. Diduga peninggalan Mataram Kuno abad 8-9, kini diteliti Disdikbud.