Strategi Jitu Antar Antonelli Perlebar Jarak di Klasemen F1
Kimi Antonelli finis podium ketiga pada F1 GP Hungaria 2026 meski start dari posisi ketujuh. Hasil ini memperlebar keunggulannya di puncak klasemen Formula 1.
Dokter hewan Puskeswan Sanden memeriksa kondisi sapi positif PMK di Kapanewon Srandakan, Senin (13/6/2022)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, BANTUL--Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul memastikan tidak menutup operasional sejumlah pasar hewan yang ada di Bumi Projotamansari. Pasalnya, meski ada peningkatan jumlah sapi yang mati dan positif penyakit mulut dan kuku (PMK), namun jumlahnya dinilai belum signifikan.
"Sampai hari ini ada 32 ekor sapi yang mati karena PMK. 249 ekor sapi positif PMK dan dua ekor sapi dipotong paksa. Melihat perkembangan yang tidak signifikan tersebut, maka kami tidak menutup operasional pasar hewan di Kabupaten Bantul," kata Kepala DKPP Kabupaten Bantul Joko Waluyo, Kamis (9/1/2025).
Selain karena perkembangan hewan yang mati dan terifeksi dinilai tidak signifikan, Joko mengaku DKPP Bantul juga mempertimbangkan terkait perekonomian. Di mana, jika pasar hewan di Kabupaten Bantul ditutup nantinya akan berdampak kepada perekonomian para peternak dan terganggunya transaksi keuangan.
"Kami tidak ingin itu terjadi. Meskipun, kami akui selama sepekan terakhir, jumlah sapi yang dijual di pasar hewan mengalami penurunan. Saat ini tinggal 20 persen. Di pasar Imogiri itu biasanya ada 800 ekor sapi yang dijual, saat ini turun saat ini tinggal 20 persen," jelas Joko
Terkait dengan banyaknya sapi yang mati karena PMK, Joko mengaku saat ini DKPP Bantul masih melakukan kajian dan penelitian. Sebab, ada indikasi wabah PMK ini bersamaan dengan merebaknya penyakit SE (Septicaemia Epizootica) atau penyakit ngorok yang menyerang sapi.
BACA JUGA: 948 Ternak Kena PMK, Dinas Pertanian Dorong Vaksin Mandiri
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Pasteurella multocida dan bersifat akut dan fatal. "Penyakit SE sering terjadi pada musim hujan dan dapat menyebabkan kematian pada sapi yang daya kekebalan tubuhnya lemah," imbuh Joko.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Kabupaten Bantul, Novriyeni mengungkapkan saat ini DKPP terus melakukan berbagai upaya pengendalian untuk menekan angka kasus PMK ini.
"Kami sudah melakukan vaksinasi terhadap 274 ekor sapi, disinfeksi di 55 lokasi, edukasi pencegahan di 153 lokasi, dan pengobatan terhadap 119 ekor sapi,” kata Novriyeni.
Novriyeni juga berharap agar pasokan dosis vaksinasi dari pemerintah pusat dan CSR dari sejumlah pihak segera tiba.
"Sebab, populasi sapi di Bantul cukup besar yang mencapai 70 ribu ekor sapi," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kimi Antonelli finis podium ketiga pada F1 GP Hungaria 2026 meski start dari posisi ketujuh. Hasil ini memperlebar keunggulannya di puncak klasemen Formula 1.
BPBD Sleman mengirim empat tangki air bersih untuk 63 KK di Moyudan yang terdampak gangguan pasokan air selama musim kemarau.
Polda Metro Jaya menetapkan tujuh tersangka dalam bentrokan di Menteng yang menewaskan satu orang dan melukai satu korban lainnya.
Profesi teknisi pelayanan darah masih belum banyak dikenal masyarakat. Padahal, tenaga inilah yang bertanggung jawab memastikan setiap kantong darah aman
BGN menutup 833 dapur SPPG pelaksana Program MBG karena melanggar SOP, mulai dari kasus keracunan hingga IPAL yang tidak memenuhi syarat.
Kecelakaan beruntun di Jalan Raya Malang-Surabaya, Pasuruan, menewaskan empat orang setelah truk bermuatan kertas diduga hilang kendali.