Tak ada Kasus HMPV di Kota Jogja, Imunitas Tubuh Anak Wajib Tetap Diperhatikan

Alfi Annisa Karin
Alfi Annisa Karin Kamis, 09 Januari 2025 22:57 WIB
Tak ada Kasus HMPV di Kota Jogja, Imunitas Tubuh Anak Wajib Tetap Diperhatikan

Virus - Foto dibuat oleh AI/StockCake

Harianjogja.com, JOGJA—Beberapa hari ini, Indonesia kembali diramaikan dengan merebaknya virus Human Metapneumovirus (HMPV). Pemerintah menegaskan bahwa virus ini sejatinya merupakan virus lama yang sifatnya mirip flu dan sudah dikenal oleh sistem imunitas manusia sejak lama. Penyakit ini menular lewat droplet dan bukan merupakan virus mematikan.

Menanggapi kondisi ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja memastikan kasus HMPV tak ditemukan di Kota Jogja hingga hari ini.

Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan Dinkes Kota Jogja Lana Unwanah menyebut sejatinya belum ada alat khusus untuk mendeteksi keberadaan virus ini. Termasuk keberadaan vaksinnya pun belum ada.

Adapun, terkait dengan gejala, Lana mengatakan gejala yang terjadi sangatlah umum. "Gjalanya gejala-gejala yang sangat umum seperti virus pada virus infeksi pernapasan pada umumnya,” ujar Lana.

Lana mengimbau orang tua untuk memperhatikan anak-anaknya. Sebab, menurut Lana anak-anak menjadi kelompok rentan akan paparan virus HMPV. Lana mengajak orang tua untuk meningkatkan imunitas tubuh anak dengan cara memberikan makanan yang bergizi seimbang.

Jika ditemui gejala seperti ganguan saluran pernapasan, pilek, batuk, demam, sesak napas, maka dianjurkan anak untuk segera dibawa ke fasilitas kesehatan. "Anak-anak yang memiliki gejala tersebut diimbau untuk tidak berangkat sekolah dan beristirahat hingga benar-benar sembuh untuk menghindari penularan kepada anak-anak yang lain. Istirahat saja di rumah dan istirahat ini juga merupakan salah satu upaya terapi suportif untuk meningkatkan daya tahan tubuh," imbaunya.

Penularan di Sekolah

Lana mengatakan sekolah menjadi tempat risiko penularan virus HMPV. Pasalnya, di sekolah anak-anak akan berkumpul dan beraktivitas bersama di satu tempat dalam jangka waktu lama.

Dengan demikian, potensi penularan dengan gejala saluran nafas itu juga akan lebih besar. Lana menambahkan, fasiliras kesehatan telah melakukan deteksi khususnya pada penyakit yang berpotensi menjadi wabah, seperti influenza like illness (ILI) atau demam disertai batuk dan sakit tenggorokan.

“Ini menjadi pemantauan teman-teman di puskesmas untuk sistem surveillance-nya sehingga jika ada peningkatan kasus harapannya itu segera terdeteksi. Puskesmas memang selama ini sudah mengirimkan laporan untuk kasus-kasus yang potensial wabah.”

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online