Ini Strategi Pemkot Jogja di Tengah Penerapan Efisiensi Anggaran
Berbagai strategi ditempuh Pemkot Jogja untuk menyikapi kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintah pusat
Proses pengolahan sampah dengan output berupa RDF di TPS 3R Nitikan, Kamis (2/5/2024)./Harian Jogja-Alfi Annissa Karin
Harianjogja.com, JOGJA - Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo meng-klaim tak lama lagi Kota Jogja akan merdeka dari sampah. Ini artinya, tak akan ada lagi sampah yang menggunung hingga bulanan ataupun tahunan yang belum diolah. Tumpukan itu seluruhnya mampu diolah sehingga ke depan pihaknya akan mengolah sampah secara real time, atau sampah yang diproduksi pada hari itu.
"Sudah tidak ada lagi utang sampah yang bulanan, tahunan. Jadi ini hari kemerdekaan itu besok hari Rabu. Besok saya rapat koordinasi sampah, besok sore itu ya hari kemerdekaan sampah kita," ujar Hasto saat ditemui di kawasan Pandeyan, Senin (14/4/2025).
Di sisi lain, kemerdekaan sampah juga tercermin dari semakin siapnya penggerobak sampah di wilayah-wilayah. Hasto mencatat jumlah penggerobak sampah terus bertambah. Terakhir mencapai 1.136 orang penggerobak. Meski demikian, dia juga masih mencermati adanya perilaku masyarakat yang masih belum tertib dalam mengelola sampah. Misalnya masih adanya warga yang membuang sampah di sembarang tempat dan belum memanfaatkan keberadaan penggerobak.
"Masih ada yang nakal-nakal. Masih naruh di pinggir jalan. Ya sudah, ini memang tahapannya gitu. Akan kita kejar terus yang naruh di pinggir jalan. Tak suruh kasih posko, jadi dikejarlah pembuang-pembuang sampah liar," tegasnya.
Hasto mengatakan unit pengelolaan sampah milik Pemkot Jogja sempat bekerja keras selama menuntaskan sampah menahun yang ada di berbagai depo sampah. Mantan Bupati Kulonprogo ini memastikan upaya penuntasan sampah yang dilakukan jajaran Pemkot Jogja ini tak lepas dari dukungan penuh Pemprov DIY dengan pemberian bantuan alokasi kuota sampah di TPA Regional Piyungan.
BACA JUGA: Pemkot Gulirkan Padat Karya, Bangun Talut Jalan di Kelurahan Pandeyan Jogja
Hasto menuturkan hingga kini produksi sampah di Kota Jogja masih fluktuatif. Berkisar 285 ton perhari pada hari biasa dan sekitar 320 ton perhari pada momen liburan.
"Kita bisa mengolah sampai 235 ton baik dengan RDF ataupun insinerator. Kita masih sekitar 80 sampai 100 ton (sisanya) kalau libur sampai 120 ton. Tapi kan ada Panggungharjo bisa, Bawuran juga bisa bekerja sama," imbuhnya.
Dia menyebut ini merupakan gebrakan awal. Ke depan, Hasto berupaya agar volume produksi sampah juga bisa menurun. Sosialisasi pengolahan sampah dengan cara memilah dan memilih sampah akan terus gencar dilakukan.
"Kalau kita semua punya good will ya sebetulnya tidak sampai 100 hari pun ternyata bisa ya. Itu tentu berkat dukungan semua pihak termasuk (pemerintah) provinsi dan masyarakat," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berbagai strategi ditempuh Pemkot Jogja untuk menyikapi kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintah pusat
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan