Jogja Siap Pecahkan Rekor MURI 1.000 Difabel Tuli
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja berencana menambah satu Rumah Ibadah Ramah Anak (RIRA). Penambahan RIRA adalah wujud komitmen Pemkot Jogja dalam meningkatkan pemenuhan hak anak, termasuk di rumah ibadah.
Analis Kebijakan Ahli Muda Pemenuhan Hak Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Jogja, Cahyaning Handadari, mengatakan penambahan RIRA ini akan dilakukan pada tahun 2025.
BACA JUGA: Menjamin Keamanan dan Kenyamanan, Pemkot Jogja Bikin Konsep Hotel Ramah Anak
Namun, pihaknya belum bisa menentukan tempat ibadah mana yang akan dijadikan sebagai RIRA. "Karena ada banyak faktornya misalnya rekomendasi dari kementerian, rekomendasi dari wilayah, lalu kesiapan program yang ada di rumah ibadah tersebut sertra infrastrukturnya juga harus ramah anak," ujarnya, Jumat (10/1/2025).
Hingga saat ini, sudah terdapat 28 RIRA di Kota Jogja yang terdiri dari 20 masjid, empat gereja, dua klenteng, satu vihara dan satu pura. “Kami berupaya bisa menyiapkannya secara bertahap. Kami juga berharap rumah ibadah yang lain juga bisa menyusul untuk menyatakan dirinya sebagai rumah ibadah ramah anak,” ungkapnya.
Menurutnya, rumah ibadah memiliki peran penting dan strategis dalam upaya perlindungan anak. Salah satunya dengan cara memberikan edukasi mengenai pentingnya pengasuhan dalam keluarga serta membuka ruang diskusi bagi anak-anak secara aman dan nyaman.
"Institusi keagamaan seperti rumah ibadah merupakan tempat yang strategis dalam melaksanaan pembinaan anak, disamping anak-anak dapat belajar agama, sekaligus pembinaan moral dan dapat mendekatkan anak pada lingkungan keagamaan sedini mungkin," kata dia.
Untuk mewujudkan hal tersebut, DP3AP2KB Kota Joja rutin menggelar kegiatan penguatan bagi pengurus RIRA. Hal ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas para pengurus rumah ibadah dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak.
"Dalam kegiatan ini, kami mengundang seluruh perwakilan pengurus dari berbagai rumah ibadah di Kota Jogjaa seperti masjid, gereja, pura, dan vihara serta pondok pesantren. Para peserta diberikan materi tentang konsep ramah anak, kesehatan mental, hak-hak anak dalam lingkungan ibadah, serta strategi pencegahan kekerasan terhadap anak," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Kemdiktisaintek meluruskan isu 60.000 camaba mundur. Data itu berasal dari evaluasi 2025, bukan kondisi penerimaan 2026.
Pemkab Sleman mulai rehabilitasi 8 SMP pada 2026. Enam sekolah sudah kontrak, sisanya menyusul dengan anggaran Rp1,54 miliar.
KPK mengungkap dugaan suap jabatan Sekda Kuansing, Bupati disebut meminta mobil mewah senilai Rp2,05 miliar.
SPMB SMP Bantul 2026 masih menyisakan kursi kosong, SMPN 2 Sanden kekurangan 40 murid, Dikpora siapkan solusi.
Terdakwa TPPU Andhi Nur Huda mengaku ada permintaan dana Rp21,5 miliar untuk Pilpres dalam sidang di Tipikor Semarang.