Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja berencana menambah satu Rumah Ibadah Ramah Anak (RIRA). Penambahan RIRA adalah wujud komitmen Pemkot Jogja dalam meningkatkan pemenuhan hak anak, termasuk di rumah ibadah.
Analis Kebijakan Ahli Muda Pemenuhan Hak Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Jogja, Cahyaning Handadari, mengatakan penambahan RIRA ini akan dilakukan pada tahun 2025.
BACA JUGA: Menjamin Keamanan dan Kenyamanan, Pemkot Jogja Bikin Konsep Hotel Ramah Anak
Namun, pihaknya belum bisa menentukan tempat ibadah mana yang akan dijadikan sebagai RIRA. "Karena ada banyak faktornya misalnya rekomendasi dari kementerian, rekomendasi dari wilayah, lalu kesiapan program yang ada di rumah ibadah tersebut sertra infrastrukturnya juga harus ramah anak," ujarnya, Jumat (10/1/2025).
Hingga saat ini, sudah terdapat 28 RIRA di Kota Jogja yang terdiri dari 20 masjid, empat gereja, dua klenteng, satu vihara dan satu pura. “Kami berupaya bisa menyiapkannya secara bertahap. Kami juga berharap rumah ibadah yang lain juga bisa menyusul untuk menyatakan dirinya sebagai rumah ibadah ramah anak,” ungkapnya.
Menurutnya, rumah ibadah memiliki peran penting dan strategis dalam upaya perlindungan anak. Salah satunya dengan cara memberikan edukasi mengenai pentingnya pengasuhan dalam keluarga serta membuka ruang diskusi bagi anak-anak secara aman dan nyaman.
"Institusi keagamaan seperti rumah ibadah merupakan tempat yang strategis dalam melaksanaan pembinaan anak, disamping anak-anak dapat belajar agama, sekaligus pembinaan moral dan dapat mendekatkan anak pada lingkungan keagamaan sedini mungkin," kata dia.
Untuk mewujudkan hal tersebut, DP3AP2KB Kota Joja rutin menggelar kegiatan penguatan bagi pengurus RIRA. Hal ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas para pengurus rumah ibadah dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak.
"Dalam kegiatan ini, kami mengundang seluruh perwakilan pengurus dari berbagai rumah ibadah di Kota Jogjaa seperti masjid, gereja, pura, dan vihara serta pondok pesantren. Para peserta diberikan materi tentang konsep ramah anak, kesehatan mental, hak-hak anak dalam lingkungan ibadah, serta strategi pencegahan kekerasan terhadap anak," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Razia gabungan di Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta menyasar narkotika, HP dan senjata tajam. Tes urine 50 warga binaan negatif.
Desa Sejahtera Astra Gede Pangrango di Sukabumi mengembangkan wisata alam, produk lokal, UMKM, dan pengelolaan lingkungan berbasis potensi desa.
Pemerintah memastikan cadangan BBM berada di standar minimal 18–21 hari dan harga BBM subsidi tak naik hingga akhir 2026.
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
Nguyen Quang Hai absen membela Vietnam di FIFA ASEAN Cup 2026 karena cedera pergelangan kaki. Kim Sang-sik memanggil Minh Khoa.