Peredaran Rokok Ilegal di DIY Naik, 412.000 Batang Dimusnahkan
Sebanyak 412.119 batang rokok ilegal dimusnahkan di DIY. Temuan rokok ilegal tercatat meningkat 10-20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dokter hewan Puskeswan Sanden memeriksa kondisi sapi positif PMK. /Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY berupaya mempercepat penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang tengah merebak di wilayahnya dengan sejumlah strategi. Sekretaris Daerah DIY, Beny Suharsono mengungkapkan meskipun situasi belum mencapai status pandemi, tapi langkah-langkah antisipatif dan percepatan penanganan tetap menjadi prioritas utama.
Salah satu langkah krusial yang diambil adalah percepatan vaksinasi. Awalnya, jadwal vaksinasi direncanakan pada Februari 2025, tapi mengingat urgensi situasi, pemerintah pusat telah memutuskan untuk mempercepat distribusi vaksin. "Kami berharap vaksin dapat mulai didistribusikan pekan ini," ujar Beny, Senin (13/1/2025).
BACA JUGA : Mulai Besok, Pasar Hewan Imogiri Bantul Ditutup, Ini Penyebabnya
Selain vaksinasi, pengendalian lalu lintas ternak juga menjadi fokus utama. Beny menjelaskan bahwa pergerakan hewan ternak harus diawasi ketat untuk mencegah penyebaran penyakit. "Petugas yang berinteraksi langsung dengan ternak juga diwajibkan mematuhi protokol kesehatan yang ketat, seperti sterilisasi kandang dan penggunaan alat pelindung diri," katanya.
Puskeswan akan menjadi ujung tombak dalam penanganan PMK di lapangan. Pemda DIY juga telah menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi, khususnya Fakultas Peternakan dan Pertanian, untuk memberikan dukungan ilmiah dan pendampingan.
Meskipun belum ada laporan kasus penularan PMK ke manusia, Pemda DIY tetap waspada dan telah mengambil langkah-langkah antisipatif. "Kami sangat mewaspadai kemungkinan terburuk. Semua tindakan harus terkoneksi secara rapi, mulai dari kebersihan lingkungan hingga disiplin protokol kesehatan," kata Beny.
Wabah PMK diakui telah berdampak pada penurunan produksi ternak, terutama sapi perah. Namun, Pemda DIY optimistis bahwa dengan pengendalian yang ketat dan percepatan vaksinasi, dampak ekonomi dapat diminimalkan.
BACA JUGA : Cegah Penularan PMK, Pemkab Bantul Pantau Ketat Lalu Lintas Ternak
Pihaknya juga terus menjalin koordinasi yang erat dengan pemerintah pusat dan kabupaten/kota untuk memastikan percepatan distribusi vaksin dan pelaksanaan langkah-langkah pengendalian lainnya. "Semua ini dilakukan secara terkoordinasi di setiap pos pengawasan," kata Beny.
Beny optimistis bahwa dengan langkah-langkah yang telah diambil, PMK dapat segera teratasi tanpa menimbulkan dampak yang lebih luas. "Kami berharap dengan percepatan vaksinasi dan pengendalian yang ketat, situasi dapat kembali normal dan produksi ternak dapat pulih," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 412.119 batang rokok ilegal dimusnahkan di DIY. Temuan rokok ilegal tercatat meningkat 10-20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Bank Sampah Berlian 08 di Jogja memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan bakar pirolisis sampah plastik residu sehingga proses lebih cepat dan hemat.
Jadwal imsak, Subuh, dan Maghrib di DIY pada Kamis 30 Juli 2026 untuk puasa sunnah Kamis. Cek waktu sahur dan berbuka di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M