Jelang Jatuh Tempo, PBB Gunungkidul Baru Terkumpul Rp21,7 Miliar
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Sapi, hewan kurban - Ilustrasi freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul belum berencana menutup aktivitas di pasar hewan, meski jumlah kasus Penyakit Kuku dan Mulu (PMK) kian merebak. Hingga saat ini tercatat ada sekitar 893 sapi penyakit ini.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta meminta Masyarakat untuk tidak panik berkaitan dengan penyebaran PMK di Bumi Handayani. Ia pun menegaskan komitmennya untuk memerangi penyakit ini.
“Tidak perlu panik. Yang terpenting upaya pencegahan terus dilakukan seperti saat menangani antraks atau penyakit lainnya,” kata Sunaryanta kepada wartawan, Selasa (14/1/2025).
Menurut dia, hingga sekarang belum ada penetapan status darurat. Di sisi lain, juga belum ada kebijakan menutup pasar hewan yang berada di Siyono di Kalurahan Logandeng, Playen dan Munggi di Kalurahan Munggi, Semanu.
“Harus dievaluasi dulu. Termasuk penetapan status darurat karena harus memperhitungkan untung ruginya karena saat diterapkan pasti akan memberikan dampak yang besar,” katanya.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, Wibawanti Wulandari mengatakan, sejak akhir 2024 hingga 5 Januari 2025 sudah ada sebanyak 893 sapi yang terjangkit PMK. Adapun penyebarannya sudah ditemukan di seluruh kapanewon di Gunungkidul.
“Upaya pemantauan dan pendataan terus dilakukan. Dari 893 sapi yang terkena PMK, ada 63 ekor yang mati,” kata Wibawanti.
Menurut dia, upaya penanggulangan agar sebaran kasus bisa ditekan terus dilakukan. Salah satunya dengan memeberikan vaksin agar kekebalan ternak meningkat sehingga tidak mudah terserang penyakit.
“Kami terus berupaya mengendalikan penyebaran penyakit ini dan mudah-mudahan bisa segera teratasi,” katanya.
Sekretaris Daerah Gunungkidul, Sri Suhartanta mengatakan, dampak merebaknya PMK membuat aktivitas di pasar hewan menjadi sepi. Kendati demikian, ia berharap momen ini bisa dimanfaatkan oleh peternak guna melakukan pengobatan di rumah sehingga penyebaran bisa terkendali. “Kalau penutupan pasar belum akan dilakukan,” kata Sri Suhartanta.
Menurut dia, sepinya aktivitas di pasar hewan juga disebabkan bergesernya proses transaksi pembelian yang dilakukan secara online. Hal ini sebagai upaya antisipasi mengurangi risiko penularan.
“Saya sempat bertemu dengan beberapa penjual dan mengaku lebih memilih menggunakan media sosial untuk berjualan seperti facebook dan lainnya,” kata mantan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Jadwal SIM Kulonprogo hari ini, Selasa 29 September 2026, tersedia di MPP. Cek lokasi, jam layanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
John Herdman menyebut kartu merah Thom Haye saat Indonesia vs Malaysia menjadi pelajaran penting bagi skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Basarnas mengerahkan seluruh unsur SAR di Kalteng mencari 64 korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 179 orang telah ditemukan.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.