Revitalisasi 131 Sekolah Gunungkidul, DPRD Ingatkan Kualitas Bangunan
DPRD Gunungkidul mendukung revitalisasi 131 sekolah pada 2026. Dewan meminta kualitas bangunan dijaga dan mendorong penggunaan kayu jati warga.
Sapi, hewan kurban - Ilustrasi freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul belum berencana menutup aktivitas di pasar hewan, meski jumlah kasus Penyakit Kuku dan Mulu (PMK) kian merebak. Hingga saat ini tercatat ada sekitar 893 sapi penyakit ini.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta meminta Masyarakat untuk tidak panik berkaitan dengan penyebaran PMK di Bumi Handayani. Ia pun menegaskan komitmennya untuk memerangi penyakit ini.
“Tidak perlu panik. Yang terpenting upaya pencegahan terus dilakukan seperti saat menangani antraks atau penyakit lainnya,” kata Sunaryanta kepada wartawan, Selasa (14/1/2025).
Menurut dia, hingga sekarang belum ada penetapan status darurat. Di sisi lain, juga belum ada kebijakan menutup pasar hewan yang berada di Siyono di Kalurahan Logandeng, Playen dan Munggi di Kalurahan Munggi, Semanu.
“Harus dievaluasi dulu. Termasuk penetapan status darurat karena harus memperhitungkan untung ruginya karena saat diterapkan pasti akan memberikan dampak yang besar,” katanya.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, Wibawanti Wulandari mengatakan, sejak akhir 2024 hingga 5 Januari 2025 sudah ada sebanyak 893 sapi yang terjangkit PMK. Adapun penyebarannya sudah ditemukan di seluruh kapanewon di Gunungkidul.
“Upaya pemantauan dan pendataan terus dilakukan. Dari 893 sapi yang terkena PMK, ada 63 ekor yang mati,” kata Wibawanti.
Menurut dia, upaya penanggulangan agar sebaran kasus bisa ditekan terus dilakukan. Salah satunya dengan memeberikan vaksin agar kekebalan ternak meningkat sehingga tidak mudah terserang penyakit.
“Kami terus berupaya mengendalikan penyebaran penyakit ini dan mudah-mudahan bisa segera teratasi,” katanya.
Sekretaris Daerah Gunungkidul, Sri Suhartanta mengatakan, dampak merebaknya PMK membuat aktivitas di pasar hewan menjadi sepi. Kendati demikian, ia berharap momen ini bisa dimanfaatkan oleh peternak guna melakukan pengobatan di rumah sehingga penyebaran bisa terkendali. “Kalau penutupan pasar belum akan dilakukan,” kata Sri Suhartanta.
Menurut dia, sepinya aktivitas di pasar hewan juga disebabkan bergesernya proses transaksi pembelian yang dilakukan secara online. Hal ini sebagai upaya antisipasi mengurangi risiko penularan.
“Saya sempat bertemu dengan beberapa penjual dan mengaku lebih memilih menggunakan media sosial untuk berjualan seperti facebook dan lainnya,” kata mantan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendukung revitalisasi 131 sekolah pada 2026. Dewan meminta kualitas bangunan dijaga dan mendorong penggunaan kayu jati warga.
Cek jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Senin 28 September 2026, lengkap dengan 10 jadwal keberangkatan dari kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Senin 28 September 2026 tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 28 September 2026 lengkap 15 perjalanan dan tarif Rp8.000, dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Cek jadwal KRL Solo-Jogja Senin 28 September 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Sergey Lavrov menyerukan pembentukan Negara Palestina berdasarkan kerangka internasional dan resolusi PBB di Sidang Umum PBB.