Sebelum Beli Mobil Listrik, Cek Dulu Biaya Ganti Baterainya
Biaya ganti baterai mobil listrik di Indonesia bervariasi dari Rp80 juta hingga Rp540 juta. Simak estimasi biaya Wuling, Hyundai, Jaecoo, Toyota, dan BYD.
Ilustrasi sampah organik - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul mulai mewaspadai adanya peningkatan sampah sebagai dampak diberlakukannya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
DLH memerkirakan, jika program MBG mulai digulirkan akan ada penambahan lebih dari 10 persen sampah di Bumi Projotamansari setiap hari. Padahal saat ini produksi sampah di Kabupaten Bantul mencapai 180 ton per hari.
Kepala DLH Kabupaten Bantul Bambang Purwadi Nugroho mengatakan meski saat ini pihaknya masih menghitung perkiraan penambahan volume sampah di Kabupaten Bantul seiring pemberlakuan program MBG. Namun, DLH telah memiliki hitungan kasar penambahan volume sampah saat diberlakukannya MBG.
"Iya [lebih dari 10 persen penambahan volume sampah]. Kalau dari aspek kami ya, kami harus persiapkan semua, termasuk alat pengolahan sampahnya. Kami juga nanti akan optimalkan program sekolah adiwiyata, agar bisa selesaikan sampah di sekolah," kata Bambang, ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/1/2025).
Meski program sekolah adiwiyata itu tidak akan sepenuhnya menyelesaikan sampah dari program MBG, namun Bambang optimistis program sekolah adiwiyata mampu membantu mengatasi persoalan sampah di sekolah sebagai dampak dari program MBG.
"Yang jelas kan lebih dari 10 persen [penambahannya]. Karena kan seluruh sekolah di Bantul, bayangkan. Potensi sampah organiknya cukup tinggi. Karena jenis yang disediakan cukup memenuhi," ungkapnya.
Masih Menunggu Kejelasan
Sementara pelaksanaan program MBG di Kabupaten Bantul sampai saat ini belum ada kejelasan. Begitu juga dengan program MBG yang akan dijalankan oleh Lanud Adisutjipto Yogyakarta.
Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud Adisutjipto Yogyakarta, Letkol Sus Rizwar mengatakan sampai saat ini program MBG untuk 3.000 siswa di 14 sekolah yang ada di sekitar Lanud belum bisa terlaksana.
"Kami masih menunggu perlengkapan dari BGN [Badan Gizi Nasional]. Untuk menu, semua akan diatur oleh tim BGN," katanya.
Sementara Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengaku sampai saat ini Pemkab Bantul masih menunggu petunjuk teknis terkait pelaksanaan MBG. Meskipun secara anggaran, Pemkab Bantul telah mengalokasikan Rp31 miliar untuk mendukung program dari Presiden Prabowo Subiyanto tersebut.
"Kami masih menunggu petunjuk teknisnya," katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul Nugroho Eko Setyanto mengatakan meski telah melakukan koordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian serta Dinas Koperasi UMK Perindustrian dan Perdagangan Bantul terkait dengan kesiapan kebutuhan bahan untuk program MBG. Namun,sampai saat ini belum ada petunjuk teknis dan kepastian kapan pelaksanaan program tersebut. "Belum ada petunjuk teknis dan kepastiannya. Kami masih menunggu," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Biaya ganti baterai mobil listrik di Indonesia bervariasi dari Rp80 juta hingga Rp540 juta. Simak estimasi biaya Wuling, Hyundai, Jaecoo, Toyota, dan BYD.
Posko GRIB Jaya di Kebon Jeruk terbakar pada Senin dini hari. Polisi menyebut api diduga berasal dari korsleting listrik.
Harga daging sapi rata-rata Rp143.000 per kg. Mendag Budi Santoso mengungkap masalah impor dan distribusi pasokan yang belum merata.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mendukung Program Rumah Cahaya yang diinisiasi Yayasan Pahlawan Harapan Sejahtera Indonesia Emas (PHSI)
Kebakaran Desa Adat Sade di NTB menimbulkan kerugian Rp33,84 miliar dan berdampak pada 320 pelaku pariwisata.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menyalurkan bantuan untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).