MBG Belum Merata, DPRD Gunungkidul Dorong Perluasan Program
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.
Suasana dan aktivitas pedagang di Teras Malioboro Ketandan pada Kamis (16/1/2025). /Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Setelah melalui proses panjang, para pedagang Teras Malioboro 2 akhirnya resmi pindah ke lokasi baru di Teras Malioboro Ketandan dan Beskalan. Sebanyak 1.034 dari total 1.041 pedagang telah menempati lapak baru mereka setelah mengikuti pengundian.
Pemindahan ini merupakan bagian dari upaya revitalisasi kawasan Malioboro dengan tujuan meningkatkan kenyamanan baik bagi pedagang maupun pengunjung. Para pedagang yang ditemui di lokasi baru mengungkapkan beragam tanggapan mengenai fasilitas dan potensi bisnis di tempat yang baru.
BACA JUGA : Pedagang Mulai Pindah ke Teras Malioboro 2, Fasilitas Lengkap Jadi Harapan Baru
Tugiman, salah satu pedagang di Teras Malioboro Ketandan, merasa puas dengan kondisi lapak barunya. "Lebih bagus. Tidak bocor, ada kipasnya juga," ungkapnya, Kamis (16/1/2025). Ia berharap dengan kondisi yang lebih nyaman, penjualan dagangannya bisa semakin meningkat.
Meski begitu, para pedagang juga menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah minimnya pengunjung yang mengetahui lokasi baru. "Belum banyak yang masuk. Mungkin karena masih baru pindah," tambah Tugiman.
Para pedagang berharap ke depannya akan lebih banyak wisatawan yang berkunjung ke lokasi baru ini. Dengan begitu, perekonomian mereka pun akan semakin membaik.
Pemda DIY dinilai telah mempersiapkan proses relokasi dengan baik. Fasilitas seperti kamar mandi dan tempat berjualan yang tertata rapi telah disediakan untuk para pedagang. "Pemerintah sudah menyiapkan semuanya, jadi tinggal ditempati saja," ujar Tugiman.
Senada dengan Tugiman, Nur, pedagang kerajinan, juga mengapresiasi fasilitas yang disediakan pemerintah. Namun, ia menyayangkan ukuran lapak yang dianggap terlalu kecil. "Kalau hujan tidak bocor. Namun sebetulnya lapaknya kurang besar," ujarnya.
Wito, pedagang yang telah berjualan di kawasan Malioboro sejak 1985, menilai lokasi baru ini cukup strategis. "Alhamdulillah, lokasi bagus. Fasilitas dari pemerintah juga bagus," katanya. Ia berharap lokasi baru ini bisa menjadi berkah bagi usahanya.
Dengan adanya pemindahan ini, diharapkan Teras Malioboro di Beskalan dan Ketandan dapat menjadi pusat ekonomi kreatif yang baru di Yogyakarta. Para pedagang pun optimistis bahwa masa depan mereka akan lebih cerah di lokasi yang baru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.
Batik Sembung di Kulonprogo membuat kain batik sepanjang 8,1 meter untuk memperingati HUT ke-81 RI dan menyuarakan pesan persatuan bangsa.
Thailand siapkan overhaul pajak kendaraan setelah Indonesia rayu Toyota pindahkan produksi. Tarif cukai lebih rendah untuk produsen lokal, lebih tinggi untuk CB
Toyota Kijang Innova Zenix HEV masih menjadi mobil hybrid terlaris Juli 2026. Mitsubishi Xforce HEV langsung masuk jajaran 10 besar.
iPhone 17 raih skor 157 di DxOMark, naik 10 poin dari iPhone 16. Kamera ultrawide 48MP jadi peningkatan utama, tapi ketiadaan lensa telefoto masih jadi kelemaha
Putri Kusuma Wardani lolos ke babak kedua Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026 setelah mengalahkan Mikaela Joy De Guzman 21-12, 21-6.