Libur Lebaran Restoran di Kulonprogo Sempat Penuh, Tak Seramai Tahun Lalu
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Siswa SMPN 1 Sentolo saat jam istirahat sedang jajan di kantin sekolahnya yang dikelola Yuli, program MBG di sekolah ini berdampak pada penurunan omzet kantin tersebut, Jumat (17/1/2025)
Harianjogja.com, KULONPROGO–Sejumlah kantin sekolah di Kulonprogo terdampak program makan bergizi gratis (MBG). Siswa-siswa yang sebelum program itu banyak mengandalkan kantin untuk makan siang kini berangsur menurun antusiasmenya.
Salah satu kantin yang terdampak itu berada di SMPN 1 Sentolo mengurangi penjualannya hingga setengah dari jumlah menu yang biasanya disiapkan. Pengelola kantin tersebut, Yuli menyebut bahkan dirinya kini tidak menjual makanan berat seperti soto untuk siswa-siswa disana.
Makanan berat tak lagi dijual di kantin SMKN 1 Sentolo karena siswa sudah mendapatkan makan dari program tersebut. “Kalau makanan berat kan juga tidak tahan lama, jadi langsung enggak jualan soto atau nasi dengan lauknya lagi sekarang takut rugi,” jelas Yuli, Jumat (17/1/2025).
Yuli menjelaskan kini dirinya hanya menjual makanan ringan dan minuman saja. “Tapi meski ada program ini siswa tetap ke kantin, semoga begitu terus kalau tidak bisa berhenti jualan ini,” katanya.
BACA JUGA: Ratusan Keluarga di Kota Jogja Mengakhiri Kepesertaan sebagai Penerima PKH
Omzet kantin sekolah yang dikelola Yuli sebelum ada program MBG ini rata-rata sehari bisa meraup Rp500.000, kini turun jadi Rp350.000. “Penurunan karena mungkin tidak jual makanan berat lagi, sekarang penjualan yang paling laris malah minuman,” terangnya.
Penurunan menu penjualan juga dilakukan kantin SDN Semen di Kalurahan Sukoreno, Kapanewon Sentolo. Kantin ini dikelola langsung oleh pihak sekolah yang bahan makanannya didatangkan langsung dari orang tua siswa yang menitipkan makanannya.
Kepala SDN Semen, Murtinah menerangkan sebelumnya kantin sekolahnya menjual berbagai menu makanan berat seperti nasi goreng, nasi uduk, nasi sayur, dan lainnya. “Nasi dengan aneka lauk itu sekarang dikurangi jumlahnya, tapi masih tetap beroperasi,” ungkapnya.
Murtinah menyebut siswa-siswanya juga mengalami penurunan uang jajan yang kebanyakan dialihkan untuk ditabung setelah dapat makan bergizi gratis ini.
“Siswa-siswa kami kebanyakan dari keluarga dengan ekonomi bawah, jadi cukup membantu juga mereka jadi bisa lebih menabung sekarang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
DisperinkopUKM Kulonprogo mempercepat pendampingan sertifikasi halal gratis bagi UMKM sebelum kuota Sehati DIY ditutup akhir Mei 2026.
PBB mendesak investigasi independen atas dugaan penyiksaan dan kematian tahanan Palestina di pusat penahanan Israel.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.