Gunungkidul Belum Tetapkan Siaga Kekeringan, Ini Alasannya
BPBD Gunungkidul belum menetapkan siaga darurat kekeringan meski musim kemarau 2026 sudah dimulai sejak akhir April.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta saat membuka dan memberikan sambutan dalam kegiatan Edu Expo 9.0 di Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Gunungkidul. Minggu (19/1/2025)./ Istimewa - Humas Pemkab Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bupati Gunungkidul Sunaryanta membuka Edu Expo 9.0 di Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, Minggu (19/1/2025). Kegiatan ini digelar sebagai upaya memberikan gambaran, informasi hingga tantangan kepada siswa siswi tentang dunia kependidikan ke depannya.
“Kami ucapkan selamat dan semoga kegiatan Edu Expo bisa memberikan wawasan baru tentang dunia Pendidikan kepada siswa-siswi di Gunungkidul,” kata Sunaryanta.
Dia menjelaskan, Pemerintah Pusat sudah mencanangkan Indonesia Emas di 2045. Oleh karena itu, siswa-siswi di Gunungkidul diminta mempersiapkan untuk menyambut momen tersebut agar ikut berperan didalamnya.
“Harus dipersiapkan mulai dari sekarang sehingga momen Indonesia Emas tidak terlewatkan begitu saja,” katanya.
Menurut Sunaryanta, untuk menuju Indonesia Emas banyak tantangan yang harus dihadapi. Kesiapan tidak hanya berkaitan dengan perubahan zaman maupun perkembangan teknologi dan informasi, namun juga menyangkut tentang pola pikir serta adaptif dalam setiap perubahan.
“Tidak hanya menyangkut kualitas sumber daya manusia, tapi landasan moral dan agama juga sangat penting. Diharapkan perpaduan yang baik ini, dapat membentuk karakter generasi muda yang kuat, Tangguh sehingga potensi dalam diri yang dimiliki bisa tepat dan tidak salah arah,” katanya.
Sunaryanta juga meminta kepada generasi muda agar bijak menggunakan media sosial sehingga dapat memberikan manfaat, ketimbang dampak negatifnya. “Semua ada sisi baik dan buruknya. Jadi, dalam menggunakan media sosial harus benar-benar bijak sehingga dapat memeroleh manfaat yang positif,” ungkapnya.
Ketua Komunitas Gunungkidul Menginspirasi, Pamungkas Ramdhani mengatakan, Edu Expo 9.0 yang digelar merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Untuk kali ini, kegiatan mengambil tema Cipta Ngesti Widya, Cipta Widyaning Praja.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi generasi muda di Gunungkidul agar berkontribusi dalam program Indonesia Emas 2045,” katanya.
Pamungkas menjelaskan, banyak kegiatan yang digelar dalam Edu Expo kali ini. Selain ada talkshow tentang beasiswa Pendidikan baik di dalam maupun luar negeri, juga memberikan pameran stand kampus untuk memberikan gambaran kepada pengunjung berkaitan dengan profil berbagai perguruan tinggi.
“Ada juga tryout seleksi masuk perguruan tinggi dan lainnya. Peserta yang datang juga banyak karena yang hadir sangat antusias mengikuti acara demi menambah wawasan tentang masalah Pendidikan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul belum menetapkan siaga darurat kekeringan meski musim kemarau 2026 sudah dimulai sejak akhir April.
DPAD DIY mengedukasi masyarakat pentingnya arsip sebagai aset berharga dan bukti hukum melalui kampanye sadar arsip sejak dini.
Jadwal KRL Solo–Jogja 25 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Tugu. Tarif Rp8.000, keberangkatan padat dari pagi hingga malam.
Timnas Iran memindahkan markas ke Meksiko jelang Piala Dunia 2026 demi mengatasi masalah visa dan keamanan.
Kepuasan pelanggan KAI Daop 6 Jogja terus meningkat hingga 4,55 pada 2025. Layanan makin nyaman, aman, dan ramah lingkungan.
BNPB mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem usai BMKG memprediksi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia.