Proyek Konservasi Burung Aviary Purwosari Ditarget Rampung 2029
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Ilustrasi petir di tengah cuaca ekstrem./Pixabay
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—BPBD Gunungkidul mencatat kerugian akibat dampak dari cuaca ekstrem yang terjadi pada Selasa (21/1/2025) sebesar Rp25,9 juta. Dipastikan kondisi saat ini sudah aman dan terkendali.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Gunungkidul, Sumadi mengatakan, total ada sembilan kapanewon yang terdampak cuaca ekstrem pada Selasa sore. Kesembilan kapanewon meliputi Nglipar, Karangmojo, Wonosari, Ngawen, Semin, Playen, Ponjong, Semanu dan Paliyan.
Adapun dampaknya bervariasi mulai dari kerusakan dan gangguan instalasi listrik; pohon ambruk, 34 rumah mengalami kerusakan ringan. Selain itu, ada satu talut ambrol serta dua tempat ibadan dan sekolah mengalami kerusakan. “Sudah ada identifikasi dan upaya penaganan telah dilakukan sehingga sudah terkondisikan,” kata Sumadi kepada wartawan, Rabu (22/1/2025).
Ia memastikan dalam musibah ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Diperkirkaan kerugian material dari dampak cuaca esktrem mencapai Rp25,9 juta. “Kami berterimakasih kepada pihak-pihak yang membantu dalam upaya penanganan maupun evakuasi dampak dari cuaca ekstrem,” katanya.
Pihaknya berharap kepada Masyarakat untuk mewaspadai terjadinya cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana alam. Oleh karena itu, upaya mitigasi akan terus dilakukan guna mengurangi dampak saat terjadi bencana.
Berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan, ada beberapa potensi musibah. Sebagai contoh, tanah longsor berpotensi terjadi di wilayah zona utara seperti Patuk, Nglipar, Gedangsari, Ngawen hingga Ponjong.
Selain itu, juga ada potensi banjir yang mengintai di sepanjang aliran Sungai Oya. Adapun untuk potensi angin kencang tersebar merata di seluruh kapanewon di Gunungkidul. “Diperkirakan potensi cuaca ekstrem masih akan berlangsung hingga Maret mendatang,” katanya.
Terpisah, Lurah Gari, Wonosari, Widodo mengatakan, di wilayahnya ada 15 rumah yang rusak akibat dampak dari cuaca ekstrem yang terjadi pada Selasa. Meski demikian, ia memastikan didalam peristiwa ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa.
Menurutt dia, kerusakan yang terjadi dalam kategori ringan hingga sedang sehingga warga tidak perlu mengungsi ke lokasi lain. “Sudah aman terkendali karena ada kegiatan bersih-bersih secara bersama-sama,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Harga emas Pegadaian hari ini turun. Emas Antam Rp2,861 juta, UBS Rp2,788 juta, dan Galeri24 Rp2,756 juta per gram.
Jadwal Bus Malioboro–Parangtritis hari ini, tarif Rp12.000, solusi wisata hemat dan praktis di Yogyakarta.
Noel mempertanyakan tuntutan kasus korupsi K3 Kemenaker karena selisih hukuman dengan terdakwa lain dinilai terlalu tipis.
Jadwal SIM Kulonprogo 19 Mei 2026, tersedia layanan di Mal Pelayanan Publik Kulonprogo.
PLN DIY jadwalkan pemadaman listrik 19 Mei 2026 di Sleman, Bantul, dan Kota Jogja akibat pemeliharaan jaringan pukul 10.00–13.00 WIB.