Lansia di Ngawen Gunungkidul Tewas Terbakar Saat Membakar Sampah
Lansia asal Ngawen, Gunungkidul, tewas terbakar saat membakar sampah. Hingga September 2026 tercatat 154 kasus kebakaran.
Ilustrasi petir di tengah cuaca ekstrem./Pixabay
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—BPBD Gunungkidul mencatat kerugian akibat dampak dari cuaca ekstrem yang terjadi pada Selasa (21/1/2025) sebesar Rp25,9 juta. Dipastikan kondisi saat ini sudah aman dan terkendali.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Gunungkidul, Sumadi mengatakan, total ada sembilan kapanewon yang terdampak cuaca ekstrem pada Selasa sore. Kesembilan kapanewon meliputi Nglipar, Karangmojo, Wonosari, Ngawen, Semin, Playen, Ponjong, Semanu dan Paliyan.
Adapun dampaknya bervariasi mulai dari kerusakan dan gangguan instalasi listrik; pohon ambruk, 34 rumah mengalami kerusakan ringan. Selain itu, ada satu talut ambrol serta dua tempat ibadan dan sekolah mengalami kerusakan. “Sudah ada identifikasi dan upaya penaganan telah dilakukan sehingga sudah terkondisikan,” kata Sumadi kepada wartawan, Rabu (22/1/2025).
Ia memastikan dalam musibah ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Diperkirkaan kerugian material dari dampak cuaca esktrem mencapai Rp25,9 juta. “Kami berterimakasih kepada pihak-pihak yang membantu dalam upaya penanganan maupun evakuasi dampak dari cuaca ekstrem,” katanya.
Pihaknya berharap kepada Masyarakat untuk mewaspadai terjadinya cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana alam. Oleh karena itu, upaya mitigasi akan terus dilakukan guna mengurangi dampak saat terjadi bencana.
Berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan, ada beberapa potensi musibah. Sebagai contoh, tanah longsor berpotensi terjadi di wilayah zona utara seperti Patuk, Nglipar, Gedangsari, Ngawen hingga Ponjong.
Selain itu, juga ada potensi banjir yang mengintai di sepanjang aliran Sungai Oya. Adapun untuk potensi angin kencang tersebar merata di seluruh kapanewon di Gunungkidul. “Diperkirakan potensi cuaca ekstrem masih akan berlangsung hingga Maret mendatang,” katanya.
Terpisah, Lurah Gari, Wonosari, Widodo mengatakan, di wilayahnya ada 15 rumah yang rusak akibat dampak dari cuaca ekstrem yang terjadi pada Selasa. Meski demikian, ia memastikan didalam peristiwa ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa.
Menurutt dia, kerusakan yang terjadi dalam kategori ringan hingga sedang sehingga warga tidak perlu mengungsi ke lokasi lain. “Sudah aman terkendali karena ada kegiatan bersih-bersih secara bersama-sama,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lansia asal Ngawen, Gunungkidul, tewas terbakar saat membakar sampah. Hingga September 2026 tercatat 154 kasus kebakaran.
Tinjauan 20 penelitian menemukan kemungkinan kaitan penggunaan HP saat hamil dengan fungsi jantung janin dan masa kehamilan. Bukti belum konklusif.
BYD menarik kembali 32.009 unit Shark 6 di Australia karena kabel penyangga ban serep berisiko aus dan putus hingga membuat ban terlepas.
Indonesia meraih emas bulu tangkis beregu putra Asian Games 2026 setelah mengalahkan China 3-2. Jonatan Christie jadi sorotan usai tiga kali kalah.
Berikut proyeksi ranking FIFA Indonesia jika menang, imbang, atau kalah dari Singapura pada FIFA ASEAN Cup 2026
Mercedes-Benz memperingatkan dua pabrik di Jerman bisa ditutup jika biaya produksi tak ditekan. Perusahaan belum menyebut lokasi yang terancam.