WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Uji coba pengisian daya bus listrik Trans Jogja di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik di Terminal di depan Bandara Adisutjipto belum lama ini. - Harian Jogja / David Kurniawan
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY tengah mengupayakan pengurangan emisi terutama di sekitar kawasan Malioboro, dengan menghadirkan bus dan becak listrik. Sayangnya, sumber listrik di Indonesia sendiri masih banyak yang menggunakan energi kotor.
Kepala Divisi Kampanye Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jogja, ELki Setiyo Hadi, melihat kebijakan tersebut masih berfokus di hilir saja. “Kalau kita mau brebicara tentang transportasi yang sumber energinya listrik, listrik masih tetap membutuhkan batubara,” ujarnya, Jumat (24/1/2025).
Menurutnya, yang didorong adalah ketersediaan energi terbarukan untuk sektor kelistrikannya terlebih dahulu. “Kalau mau menerapkan energi terbarukan, seharusnya lebih dulu berkomitmen menggunakan bauran energi yang lebih sustain [berkelanjutan],” katanya.
Pengadaan bus dan becak listrik yang dianggap sebagai moda transportasi ramah lingkungan di Malioboro, menurutnya hanya gimmick untuk menunjang pariwisata. “Tujuannya lebih pada menarik wisatawan, belum pada komitmen DIY sendiri menuju zero emission,” ungkapnya.
BACA JUGA: Masuk dalam Sumbu Filosofi, Bangunan Liar di Pantai Parangkusumo Akan Ditertibkan
Terkait zero emision, apa yang menjadi masalah di iIdonesia adalah penyumbang karbon terbesar khususnya di sektor energi, yakni pembangkit listrik yang masih bersumber dari energi kotor.
Walau Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berasal dari luar DIY, sebagai tujuan wisata dan pendidikan, DIY merupakan salah satu wilayah yang boros energi listrik.
Maka dengan kendaraan-kendaraan listrik itu, justru akan semakin berpotensi meningkatkan konsumsi energi dari fosil. “Apa yang dilakukan oleh Pemda DIY itu dengan kendaraan listriknya bukan untuk komitmen menuju net zero emission, melainkan kemasan untuk industri pariwisatanya saja,” ungkapnya.
Seperti diketahui, Pemda DIY secara bertahap tengah menuju Malioboro Zero Emission. Beberapa kebijakan yang sudah diterapkan dalam mendukung hal ini diantaranya Malioboro Car Free Night, Kawasan Tanpa Rokok (KTR), pengadaan dua unit bus listrik dan 90 unit becak listrik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Libur sekolah 2026 diprediksi mendongkrak wisata Karanganyar. The Lawu Group perketat keamanan, hadirkan promo, dan optimistis kunjungan meningkat.
Investigasi mengungkap dugaan hacker Rusia berada di balik peretasan Jaguar Land Rover yang menyebabkan kerugian ekonomi hingga miliaran dolar.
Prabowo Subianto mengungkap pertanyaannya kepada profesor tentang gandum, sawit, dan industri mobil Indonesia dalam Sarasehan Kebangsaan.
Eks pekerja RSU Griya Mahardhika Jogja menuntut pembayaran gaji empat bulan dalam aksi damai di Bantul. Mediasi ketiga dijadwalkan 1 Juli 2026.
Pajak nol persen impor suku cadang pesawat memasuki tahap harmonisasi. Kemenhub berharap kebijakan segera berlaku untuk menekan biaya maskapai.