Krisis Air Memburuk, Pemkab Sleman Siap Naikkan Status Kekeringan
BPBD Sleman membuka peluang menaikkan status kekeringan menjadi Tanggap Darurat jika dampak meluas dan melebihi kapasitas penanganan daerah.
Beasiswa pendidikan - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Tahun ini, Disdik Sleman bakal menyasar 4.000 pelajar untuk menerima beasiswa pendidikan dasar (dikdas).
Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdik Sleman, Dwi Warni Yuliastuti mengatakan target sasaran beasiswa dikdas jenjang SMP pada 2025 mencapai 4.000 pelajar.
Adapun beasiswa dikdas pada 2024 telah tersalur kepada 5.474 pelajar. Besaran beasiswa berbeda-beda mendasarkan pada tingkatan kelas. Kelas VII mendapat Rp375.000 per siswa/ tahun. Sementara Kelas VIII dan IX mendapat Rp750.000 per siswa/tahun. “Tahun 2024 itu targetnya 4.000 siswa juga. Realisasinya 5.474 siswa,” kata Warni, Jumat (24/1/2025).
Adapun dasar pemberian beasiswa dikdas ini adalah Peraturan Bupati (Perbup) Kabupaten Sleman No. 12.1/2021 tentang Perubahan atas Peraturan Bupati (Perbup) No.12.1/2017 tentang Penyediaan Beasiswa Pendidikan Dasar.
Pasal 2 beleid tersebut menyatakan penyediaan beasiswa dikdas bertujuan untuk memberikan kesempatan belajar bagi peserta didik penduduk daerah yang berasal dari keluarga miskin dan keluarga rentan miskin sebagai biaya personal pendidikan pada jenjang Sekolah Dasar, Madrasah Ibtidaiyah, Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah.
Perbup tersebut ditindaklanjuti dengan Peraturan Kepala Dinas (Perkadis) 110/KPTS/2021 sebagai petunjuk teknis pemberian beasiswa dikdas.
BACA JUGA: Hore! 90 Remaja Masjid Kota Jogja Dapat Beasiswa dari Baznas, Segini Besaran per Bulannya
Kepala Disdik Sleman, Ery Widaryana telah menyampaikan sejak awal bawah beasiswa disdik tersebut diberikan untuk mengkover pelajar miskin yang belum mendapatkan Program Indonesia Pintar (PIP).
Salah satu syarat memeroleh beasiswa tersebut adalah keluarga miskin yang masuk dalam daftar yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati. Beasiswa tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan bersekolah seperti membeli seragam, alat tulis, sepatu dan lainnya.
Sekretaris Daerah Sleman, Susmiarto mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman terus mengupayakan penyelenggaraan pendidikan yang menyasar semua penduduk usia sekolah. “Pendidikan juga menentukan indeks pembangunan manusia. Kami terus berupaya agar tidak ada pelajar putus sekolah melalui motivasi orang tua dan masyarakat. Selain itu ada juga beasiswa disdik dan jaring pengaman sosial,” kata Susmiarto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Sleman membuka peluang menaikkan status kekeringan menjadi Tanggap Darurat jika dampak meluas dan melebihi kapasitas penanganan daerah.
BMKG menyatakan El Nino telah masuk kategori kuat. Pemerintah memperkuat mitigasi kekeringan dan karhutla selama musim kemarau 2026.
KPK menyebut OTT Bupati Pemalang terkait dugaan korupsi proyek dan jual beli jabatan. Uang tunai lebih dari Rp2 miliar turut disita.
PSEL Piyungan akan mengolah 1.000 ton sampah per hari tanpa mengganggu operasional TPST di DIY yang tetap menjadi bagian sistem pengelolaan sampah.
PAN DIY menargetkan satu kursi DPRD di setiap Dapil di Kulonprogo untuk mengembalikan posisinya sebagai partai pemenang.
Job Fair 2026 di Kota Magelang membuka 2.681 lowongan kerja dari 18 perusahaan, termasuk peluang bagi penyandang disabilitas.