Satpol PP Sleman Minta Warga Waspada El Nino dan Larangan Bakar Sampah
Kasus kebakaran di Sleman capai 56 kejadian. Warga diminta waspada El Nino dan dilarang membakar sampah.
Beasiswa pendidikan - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Tahun ini, Disdik Sleman bakal menyasar 4.000 pelajar untuk menerima beasiswa pendidikan dasar (dikdas).
Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdik Sleman, Dwi Warni Yuliastuti mengatakan target sasaran beasiswa dikdas jenjang SMP pada 2025 mencapai 4.000 pelajar.
Adapun beasiswa dikdas pada 2024 telah tersalur kepada 5.474 pelajar. Besaran beasiswa berbeda-beda mendasarkan pada tingkatan kelas. Kelas VII mendapat Rp375.000 per siswa/ tahun. Sementara Kelas VIII dan IX mendapat Rp750.000 per siswa/tahun. “Tahun 2024 itu targetnya 4.000 siswa juga. Realisasinya 5.474 siswa,” kata Warni, Jumat (24/1/2025).
Adapun dasar pemberian beasiswa dikdas ini adalah Peraturan Bupati (Perbup) Kabupaten Sleman No. 12.1/2021 tentang Perubahan atas Peraturan Bupati (Perbup) No.12.1/2017 tentang Penyediaan Beasiswa Pendidikan Dasar.
Pasal 2 beleid tersebut menyatakan penyediaan beasiswa dikdas bertujuan untuk memberikan kesempatan belajar bagi peserta didik penduduk daerah yang berasal dari keluarga miskin dan keluarga rentan miskin sebagai biaya personal pendidikan pada jenjang Sekolah Dasar, Madrasah Ibtidaiyah, Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah.
Perbup tersebut ditindaklanjuti dengan Peraturan Kepala Dinas (Perkadis) 110/KPTS/2021 sebagai petunjuk teknis pemberian beasiswa dikdas.
BACA JUGA: Hore! 90 Remaja Masjid Kota Jogja Dapat Beasiswa dari Baznas, Segini Besaran per Bulannya
Kepala Disdik Sleman, Ery Widaryana telah menyampaikan sejak awal bawah beasiswa disdik tersebut diberikan untuk mengkover pelajar miskin yang belum mendapatkan Program Indonesia Pintar (PIP).
Salah satu syarat memeroleh beasiswa tersebut adalah keluarga miskin yang masuk dalam daftar yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati. Beasiswa tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan bersekolah seperti membeli seragam, alat tulis, sepatu dan lainnya.
Sekretaris Daerah Sleman, Susmiarto mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman terus mengupayakan penyelenggaraan pendidikan yang menyasar semua penduduk usia sekolah. “Pendidikan juga menentukan indeks pembangunan manusia. Kami terus berupaya agar tidak ada pelajar putus sekolah melalui motivasi orang tua dan masyarakat. Selain itu ada juga beasiswa disdik dan jaring pengaman sosial,” kata Susmiarto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran di Sleman capai 56 kejadian. Warga diminta waspada El Nino dan dilarang membakar sampah.
Program MBG menyerap 1,28 juta pekerja dan melibatkan ribuan UMKM serta koperasi dalam rantai pasok pangan nasional.
Pemerintah menambah kuota Magang Nasional 2026 menjadi 150 ribu peserta. Batch I ditargetkan mulai berjalan Juli 2026.
Peminat SNBT UGM 2026 mencapai 84.637 peserta. Sekolah Vokasi, Fakultas Teknik, dan Fisipol jadi fakultas paling diminati.
DPRD Kota Jogja siapkan Raperda Kota Layak Anak dengan melibatkan polisi untuk menangani kenakalan remaja dan kriminalitas anak.
WNA Brunei tewas di Blok M ternyata sempat menginap bersama pelaku di Jakarta Selatan sebelum penganiayaan maut terjadi.