Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Foto ilustrasi siswa SMA - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA–Pemerintah Pusat akan mengganti sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada Tahun Ajaran 2025/2026. Walau belum resmi diluncurkan, sistem baru tersebut dinilai akan selaras dengan kebijakan di Kota Jogja.
Kabid Pendidik Tenaga Kependidikan Data dan Sistem Informasi Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga kota Jogja, Mannarima, menjelaskan terkait dengan sistem PPDB baru, saat ini belum ada informasi resmi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Belum ada informasi. Tanggal 29 sampai 31 Januari saya baru akan mengikuti uji publik Peraturan Menteri terkait Sistem Penerimaan Murid Baru,” ujarnya saat dihubungi, Jumat (24/1/2025).
BACA JUGA: Inpres Penghematan Anggaran Prabowo, Dana Keistimewaan DIY Dipangkas Rp200 Miliar
Meski demikian, dari informasi yang beredar, ia melihat sistem PPDB yang baru justru akan selaras dengan kebijakan di Kota Jogja. “Saya kira akan selaras, karena Kota Jogja termasuk yang dimintai masukan beberapa waktu lalu,” katanya.
Ia mencontohkan seperti pada rencana pelibatan sekolah swasta untuk menerima calon siswa yang tidak lolos di sekolah negeri, kemudian dibantu pembiayaannya oleh pemerintah. Kota Jogja sudah menerapkan kebijakan ini untuk murid difabel.
“Itu kan seperti kebijakan kami yang untuk penyandang disabilitas. Bila tidak diterima di sekolah negeri, akan diarahkan di swasta dan mendapatkan JPD [Jaminan Pendidikan Daerah]. Jadi Jogja sudah menerapkan itu untuk disabilitas,” katanya.
Seperti diketahui, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berencana mengganti sistem PPDB. Beberapa poin baru di antaranya tidak adanya zonasi dan nengarahkan calon siswa yang tidak lolos di sekolah negeri ke sekolah swasta dengan dibiayai pemerintah daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
BMKG menyebut gempa M7,7 NTT dipicu sesar naik busur belakang Flores yang berpotensi menghasilkan gempa hingga M7,9.
Gempa M7,7 di NTT merobohkan bangunan di Pelabuhan Lorens Say Maumere. Tiga korban dievakuasi, satu meninggal dunia.
Pieter Huistra menilai PSS Sleman berada di jalur tepat untuk membangun permainan dominan menjelang Super League 2026/2027.
PWI DIY memperkuat pengusulan Fuad Muhammad Syafruddin atau Udin sebagai Pahlawan Nasional setelah 30 tahun gugur dalam tugas jurnalistik
Gempa M7,7 yang berpusat di Nagekeo dirasakan di Kota Bima. Satu rumah rusak sedang, Gudang Bulog dan plafon masjid juga terdampak.