Malioboro Diserbu 50.138 Wisatawan, Malam Jadi Puncak Keramaian
Malioboro dipadati 50.138 wisatawan saat long weekend. Puncak kunjungan terjadi malam hari di Jogja.
Polisi memasang police line di lokasi ambrolnya Dam Srandakan supaya masyarakat tidak mendekat karena membahayakan./ Ist
Harianjogja.com, BANTUL--Bendungan Srandakan, Trimurti, Srandakan, Bantul jebol pada Minggu (26/1/2025). Jebolnya bendungan tersebut diduga disebabkan karena debit air yang tinggi.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul Antoni Hutagaol menuturkan bendung tersebut jebol lantaran debit air Bendungan Srandakan meningkat pada pukul 04.30 WIB.
Antoni menuturkan awalnya jebolnya bendungan tersebut awalnya diketahui oleh warga sekitar yang akan memancing di sekitar bendungan sekitar pukul 06.00 WIB. Kemudian setelah melihat bendungan tersebut jebol, maka warga tersebut melapor ke petugas.
"Di sekitar area bendungan terkikis, karena debit air yang lumayan deras," ujarnya, Minggu (26/1/2025).
Kerusakan yang terjadi di bendungan tersebut panjangnya sekitar 160 meter dengan lebar sekitar 35 meter. Kemudian, talud sedan 10 meter yang ada di sekitar bendung tersebut juga ambrol sepanjang 25 meter dan lebar 5 meter.
"Tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut," ujarnya.
Namun, kerugian materiil dari kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar.
Antoni menyebut ada belasan warga yang datang ke lokasi untuk melihat kerusakan yang ada. Karena itu, untuk memastikan keselamatan warga, telah memasang garis polisi untuk mengantisipasi agar warga tidak mendekat ke lokasi tersebut.
Antoni pun berharap Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO) sebagai penanggungjawab bendungan tersebut dapat segera menangani kerusakan yang ada.
"Dibutuhkan pembangunan ulang bendungan tersebut," katanya.
Dia khawatir apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu dekat yang menyebabkan debit air Sungai Progo meningkat, maka kerusakan di bendungan tersebut akan makin parah ketika tidak segera ditangani.
"Bila tidak segera ditindaklanjuti, bendungan akan jebol kembali, [dikhawatirkan] dapat mempengaruhi kontruksi Jembatan Srandakan," ujarnya.
Namun, hingga saat ini Antoni menyebut belum diketahui langkah tindak lanjut dari BBWSO selaku penanggungjawab bendungan tersebut.
Sementara Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana mengimbau agar warga tidak datang ke lokasi tersebut.
"[Bendungan Srandakan] bukan tempat wisata, kawasan berbahaya, mohon kepada masyarakat tidak mendekati area tersebut," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Malioboro dipadati 50.138 wisatawan saat long weekend. Puncak kunjungan terjadi malam hari di Jogja.
Puan Maharani menyebut kehadiran Prabowo di DPR untuk menyampaikan KEM-PPKF RAPBN 2027 menjadi momentum strategis nasional
BPA Fair Kejaksaan Agung menjual Harley Davidson, BMW, hingga Mercedes hasil rampasan korupsi dengan kenaikan lelang Rp1,65 miliar.
Kemhan siapkan Bandara Kertajati menjadi pusat MRO pesawat Hercules Asia untuk memperkuat industri pertahanan Indonesia
Prabowo ungkap alasan turun langsung menyampaikan KEM-PPKF RAPBN 2027 di DPR di tengah tantangan geopolitik dan ekonomi global.
Menlu Sugiono memastikan Indonesia terus berkoordinasi untuk menyelamatkan 9 WNI peserta flotilla kemanusiaan Gaza yang ditangkap Israel.