875 Laporan Kerusakan Masuk BPBD Sleman, 500 Dapat Bantuan
BPBD Sleman menerima sekitar 875 laporan kerusakan bangunan akibat bencana sejak awal tahun ini hingga pertengahan September 2026.
Kondisi talut tampungan air yang jebol di Padukuhan Pangukrejo, Kalurahan Umbulharjo, Kapanewon Cangkringan, Sleman./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, SLEMAN—Hujan deras yang melanda kawasan lereng Merapi, tepatnya di Padukuhan Pangukrejo, Kalurahan Umbulharjo, Kapanewon Cangkringan, Sleman menyebabkan sebuah tembok penahan air ambrol, Minggu (26/1/2025). Air yang tertahan akhirnya melimpas di area persewaan jip lava tour.
Lurah Umbulharjo, Danang Sulistya mengatakan tembok yang ambrol tersebut merupakan talut. Lantaran tidak kuat menahan air hujan, talut ambrol dan air melimpas. “Itu bukan luapan air dari sungai atau selokan. Hanya air yang tertahan talut dan melimpas. Tetapi aman terkendali situasinya,” kata Danang, Selasa (28/1/2025).
Warga Padukuhan Pangukrejo, Basuki mengatakan hujan deras yang turun hampir satu jam, air yang berada di lahan bagian atas terkumpul dan masuk ke semacam parit. Air ini kemudian membenani tembok yang akhirnya ambrol.
Itulah sebabnya, Basuki menegaskan air tersebut merupakan air yang terbendung, bukan banjir. Limpasan air tersebut hanya terjadi beberapa menit saja. “Saya klarifikasi, itu bukan banjir bandang. Air yang meluap saja. Volume air juga tidak tinggi. Kalau ada kendaraan mau hanyut itu ketika air melimpas dalam debit yang tinggi saja,” kata Basuki.
Basuki meminta agar ada pengelolaan drainase atau saluran-saluran air yang ada di Kawasan Lereng Merapi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman. Dengan begitu, air akan mengalir sesuai jalur dan tidak membahayakan nyawa.
Sepengamatan Harian Jogja, beberapa bongkah material tembok yang ambrol masih berada di lokasi. Tembok yang ambrol berukuran 2,5 x 2 meter. Di sisi utaranya ada lahan kosong. Adapun di sisi timur ada semacam saluran air memanjang ke selatan.
BACA JUGA: Hujan Deras Disertai Petir Melanda Kota-kota Besar, Ini Imbauan BMKG
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Bambang Kuntoro mengaku saluran pembuangan air di lokasi limpasan air tersebut kurang, sehingga air melimpas begitu saja ke badan jalan. “Jadi ketika curah hujan tinggi dan ada semacam saluran air dan tidak kuat menampung lalu kemasukan benda sehingga air melimpas ke jalan dengan durasi dua jam,” kata Bambang.
Bambang mengaku tidak ada korban jiwa atas kejadian tersebut. Warga telah melakukan penanganan pasca kejadian.
Curah hujan tinggi memunculkan risiko lain seperti pohon tumbang. Itulah sebabnya, pada Minggu (26/1/2025) BPBD melakukan pemotongan sekitar 80 pohon yang melintang di sepanjang ruas Jalan Sidomulyo-Cebongan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Sleman menerima sekitar 875 laporan kerusakan bangunan akibat bencana sejak awal tahun ini hingga pertengahan September 2026.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 25 September 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Harga mobil baru di AS mencapai sekitar US$50.000. Survei Cox Automotive menunjukkan 69% konsumen Gen Z mempertimbangkan merek China.
Bentley Torcal resmi debut sebagai mobil listrik pertama Bentley. SUV ini punya tenaga 888 PS, baterai 113,2 kWh, dan jarak tempuh hingga 600 km.
Pemkab Kulonprogo menguji pembayaran retribusi berbasis MPOS di wisata, pasar, dan parkir. Sistem ditargetkan siap diterapkan lebih luas pada 2027.
Mematikan mesin saat mengisi BBM di SPBU merupakan langkah keselamatan untuk mengurangi sumber penyalaan. Simak alasan dan aturan lainnya.