NCA Peringatkan Orang Tua, Jangan Bagikan Foto Anak di Medsos!
NCA & IWF peringatkan orang tua soal 8.000 gambar CSAM AI. Panduan baru: privasi, close friends, hindari sharenting. Lindungi anak dari eksploitasi digital.
Ilustrasi medis./JIBI
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul memastikan tidak akan menggelar simulasi pemeriksaan kesehatan gratis (PKG) bagi yang berulang tahun di Puskesmas Sewon 1, pada pekan ini. Kemungkinan simulasi baru akan digelar pada pekan kedua Februari 2025.
"Kemungkinan baru kami lakukan pekan depan. Saat ini kami masih memastikan tanggalnya," kata Kepala Dinkes Kabupaten Bantul Agus Tri Widyantara, Senin (3/2/2025).
Lebih lanjut Agus mengungkapkan, pihaknya sengaja menggelar simulasipemeriksaan kesehatan gratis di Puskesmas Sewon 1 dengan berbagai pertimbangan. Salah satunya adalah lokasi dari Puskesmas Sewon 1 yang dekat dengan Kota Jogja.
"Karena kalau dilakukan di daerah dekat perkotaan, antusias masyarakat mengikuti akan tinggi. Selain itu, di daerah perkotaan sinyal juga lebih stabil. Karena nantinya kan perlu memasukkan data ke aplikasi yang ada. Di samping itu di Sewon jumlah penduduknya juga cukup besar," jelasnya.
BACA JUGA: Tidak Sampai Satu Jam, Gas Elpiji Tiga Kilogram di Pangkalan Sleman Ludes
Menurut Agus, lewat simulasi tersebut nantinya pihaknya akan mendapatkan evaluasi terkait dengan pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis. Sehingga, berdasarkan evaluasi tersebut Dinkes bisa lebih efektif dan efisien saat melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Bantul Abednego Dani Nugroho mengatakan, berdasarkan SE Kemenkes,pemeriksaan kesehatan gratis digelar di seluruh fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama yakni klinik dan rumah sakit yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Sedangkan untuk Kabupaten Bantul, Dinkes telah menyiapkan Puskesmas untuk program pemeriksaan kesehatan gratis.
Nantinya, lanjut Abed, calon penerima manfaat harus aktif sebagai peserta BPJS Kesehatan. Selain itu, mereka juga harus me-register di aplikasi satu sehat mobile. Setelah itu akan muncul tanggal ulang tahun.
"Untuk pemeriksaannya akan disesuaikan dengan usia dan faktor penyakitnya. Nantinya petugas pemeriksaan kesehatan gratis akan melakukan screening terhadap penerima manfaat terkait penyakit sesuai dengan kelompok usia," jelasnya.
Menurut Abed, pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis untuk anak sekolah (7-17 tahun) akan dilakukan oleh petugas dengan jalan mendatangi sekolah. Begitu juga dengan pemeriksaan kesehatan gratis untuk anak yang baru lahir di fasilitas kesehatan yang dilahirkan berlaku hingga 48 jam pasca lahir.
"Untuk ketentuan pengecekan kesehatannya disesuaikan dengan arahan dari Kemenkes," jelasnya.
Diungkapkan Abed, karena pemeriksaan kesehatan gratis di-launching Februari, maka warga Bantul yang lahir Januari, Februari, Maret bisa mengakses hingga April sebagai dispensasi. Oleh karena itu, Abed akan mengoptimalkan berbagai metode untuk menyampaikan informasi pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis, termasuk melalui media sosial.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
NCA & IWF peringatkan orang tua soal 8.000 gambar CSAM AI. Panduan baru: privasi, close friends, hindari sharenting. Lindungi anak dari eksploitasi digital.
METI menilai program biodiesel B50 memperkuat ketahanan energi Indonesia, menghemat devisa, dan mendukung kemandirian energi nasional.
Gunungkidul memastikan tiket wisata pantai tetap menggunakan skema per kawasan. Pengunjung dinilai lebih diuntungkan dibanding tiket per destinasi.
Polda Metro Jaya menangkap MY, terduga pelaku teror bom di SDN Srengseng Sawah 15. Polisi masih mendalami motif dan tujuan pelaku.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menunjuk Wakil Bupati Eko Sapto Purnomo sebagai Plt Bupati Sukoharjo usai Etik Suryani ditetapkan KPK.
Mahfud MD menilai pengalihan penyidikan kasus Febrie Adriansyah dari Polri ke Kejaksaan Agung tidak dikenal dalam KUHAP.