Petani Bantul Andalkan Sumur Bor Saat Kemarau Mulai Datang
Petani Bantul mulai mengandalkan sumur bor untuk mengairi sawah saat musim kemarau 2026 mulai berlangsung lebih kering.
Screenshoot link pendaftaran SNMPTN 2021. /ist
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY mengatakan, tidak ada kendala dan fenomena sekolah gagal melakukan finalisasi Pangkalan Data Siswa dan Sekolah (PDSS) untuk mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) di wilayah setempat.
Pernyataan itu disampaikan merespons maraknya fenomena tersebut di sejumlah daerah lantaran sampai batas waktu yang ditetapkan sekolah belum mendaftarkan murid. Diketahui, SNBP merupakan salah satu jalur penerimaan mahasiswa baru untuk menempuh pendidikan di kampus negeri dan diperuntukkan bagi murid SMA/SMK/MA yang memiliki prestasi unggul untuk menempuh pendidikan tinggi tanpa tes.
BACA JUGA : SMA Negeri 1 Banguntapan Luncurkan SMABA Smart School
Kepala Disdikpora DIY, Suhirman mengatakan, meski sempat ada beberapa sekolah yang mengalami kendala teknis dalam pengisian dokumen, seluruh masalah telah terselesaikan melalui koordinasi pihaknya dengan pemerintah pusat.
“Persoalan SNBP di DIY masih aman. Memang beberapa bulan lalu ada sekolah yang belum final karena kendala saat pengisian dokumen, tapi itu biasa dalam sistem. Setelah kami koordinasi dengan pusat, masalahnya beres,” ujarnya, Jumat (7/2/2025).
Suhirman menekankan pentingnya ketelitian sekolah dalam mengisi PDSS. “Biasanya ada data yang kurang lengkap, tapi dalam setiap pertemuan kepala sekolah selalu kami ingatkan agar fokus pada PDSS. Semua tergantung pada sekolah, jika sejak awal mencermati dengan baik, maka tidak akan ada masalah. Jika ada kendala, bisa segera koordinasi dengan kami,” tambahnya.
Di DIY, terdapat 384 sekolah negeri dan swasta yang berpotensi mengikuti SNBP, tapi tidak semua memiliki kuota yang sama. Persentase siswa yang bisa mendaftar bergantung pada akreditasi masing-masing sekolah.
Guru Bimbingan Konseling (BK) SMAN 3 Jogja, Yulfitri Retno Ambarsari menjelaskan, sejak awal pihak sekolah membentuk tim khusus untuk memastikan seluruh tahapan SNBP berjalan sesuai jadwal.
“Kami tidak bekerja sendiri, ada tim yang dibentuk sejak awal. Kepala sekolah juga selalu mengingatkan bahwa satu minggu sebelum batas waktu, semua proses harus sudah selesai. Jadi, ketika jadwal SNBP muncul, kami langsung menyusun timeline,” ungkapnya.
Dari total 101 siswa yang mendaftar di SMAN 3 Jogja, sebanyak 86 berasal dari jurusan IPA dan 15 dari IPS. Jumlah siswa eligible ditentukan berdasarkan berbagai indikator, termasuk nilai akademik yang konsisten meningkat.
BACA JUGA : ISI Jogja Menerima 696 Orang untuk SNBT 2024
“Tahun lalu, batas nilai terendah adalah 88, sekarang naik menjadi 89. Namun, diterima atau tidaknya murid tidak hanya ditentukan oleh nilai, tetapi juga faktor lain seperti prestasi,” jelas Yulfitri.
Untuk menghindari kendala teknis di saat-saat terakhir, pihak sekolah terus memantau proses pendaftaran dan mendorong murid agar tidak menunda hingga hari terakhir. “Kami selalu mengingatkan agar murid segera mendaftar, mengunduh bukti pendaftaran, dan melaporkannya ke sekolah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Petani Bantul mulai mengandalkan sumur bor untuk mengairi sawah saat musim kemarau 2026 mulai berlangsung lebih kering.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.
Prediksi Malut United vs Persita di Super League 2026, tuan rumah diunggulkan menang berkat lini depan tajam.