Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Vandalisme 'Adili Jokowi' telah ditutup dengan cat di sisi selatan Stadion mandala Krida, Jumat (7/2/2025)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Beberapa hari belakangan, sejumlah titik di beberapa kota, termasuk Jogja marak dengan vandalisme bertuliskan ‘Adili Jokowi’. Polresta Jogja pun menelusuri aksi vandalisme ini dan mengimbau jika ada warga yang memiliki petunjuk untuk segera melaporkan.
Vandalisme ‘Adili Jokowi’ tersebar di beberapa titik di Kota Jogja. Dari pantauan Harian Jogja pada Jumat (7/2/2025), beberapa tulisan tersebut sudah ditutup dengan cara ditumpuk menggunakan pilox atau cat warna hijau, seperti di sisi selatan pagar Stadion Mandala Krida dan halte depan Taman Makam Pahlawan.
Kapolresta Jogja, Kombes Pol Aditya Surya Dharma, menjelaskan saat ini pihaknya masih menelusuri CCTV dan mencari keterangan di sekitar lokasi vandalisme. “Masih kita dalami. Kami lagi mengumpulkan keterangan di sekitar lokasi dan CCTV,” katanya.
Dia berharap masyarakat atau instansi terkait bisa melaporkan jika melihat dugaan pelaku vandalisme tersebut. “Vandalisme kan merusak Kota Jogja, tidak pada tempatnya. Kami minta kerja sama seluruh warga sama-sama menjaga,” ungkapnya.
Dengan tulisan yang sama, dia menduga ada gerakan terstruktur yang melatarbelakangi aksi vandalisme ini. “Baru analisa awal, kalau ada tulisan sama di beberapa daerah mungkin ada kelompok tertentu yang menggerakkan, ada isu politik atau lainnya,” paparnya.
Pelaku vandalisme dapat dijerat Pasal 406 ayat 1 KUHP tentang Perusakan Barang, dengan ancaman pidana hingga dua tahun delapan bulan penjara.
BACA JUGA: Pelaku Vandalisme Tulisan Adili Jokowi di Jogja Diburu Polisi
Sebelumnya diberitakan, Kepala Satpol PP Kota Jogja, Octo Noor Arafat, menuturkan dari pantauan timnya, terdapat setidaknya 15 titik vandalisme ‘Adili Jokowi’ di Kota Jogja. “Lebih kurang saat ini terpantau di 15 lokasi,” katanya.
Beberapa titik yang sudah ditindaklanjuti oleh Regu Pastibum Satpol PP Kota Jogja, diantaranya Halte Depan Taman Makam Pahlawan Jln Kusumanegara, halte dan Dinding Depan Pura Pakualaman Jln Sultan Agung, dinding Pertigaan Stadion Mandala Krida Jalan Gayam. “Lokasi lain masih dalam proses,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Prediksi Persik vs Persija di Super League 2026, tim tamu diunggulkan meski tuan rumah dalam tren positif.
Trump minta China dan Taiwan menahan diri di tengah ketegangan. AS belum pastikan kirim senjata ke Taipei dan soroti chip Taiwan.
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.