Sleman Gaspol Persiapan Porda 2027 Targetkan Juara Umum Lagi
Sleman mulai Pelatkab 2026 dengan 1.399 atlet menuju Porda DIY 2027, target juara umum lima kali berturut-turut.
ilustrasi-Harian Jogja/Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA- Pihak kepolisian menyebut masih memproses aksi vandalisme yang terjadi di dinding benteng Kraton Jogja beberapa waktu lalu. Sebagian dinding yang masuk dalam status cagar budaya itu sempat dicoret dengan cat semprot oleh orang tak dikenal.
"Masih dalam proses penyidikan, kita terus gali siapa yang membuat dan melakukan perbuatan tersebut dan mengembangkan," kata Kepala Seksi Humas Polresta Jogja, AKP Timbul Sasana Raharja, Jumat (14/1/2022).
BACA JUGA: Minta Videokan Temannya, Pria Asal Bantul Tendang Sesajen karena Alasan Keyakinan
Timbul menjelaskan, beberapa waktu lalu pihaknya mendapat laporan soal aksi vandalisme yang terjadi di dinding benteng Kraton Jogja. Vandalisme itu berupa coretan di dua titik dengan cat semprot berwana hitam dengan tulisan tertentu.
Mantri Pamong Praja Kemantren Kraton, Sumargandi menjelaskan, diperkirakan aksi vandalisme di dinding benteng Kraton Jogja itu dilakukan pada awal pekan ini. Pelaku melakukan aksinya pada malam menjelang dini hari dan sempat tertangkap tangan oleh petugas Linmas setempat.
"Kejadiannya dekat kantor kemantren sekitar pukul 01.00 WIB. Saat anggota Linmas berjaga, melihat ada orang-orang itu. Selanjutnya ditegur dan ditanya, mengapa dicoret-coret bangunan cagar budaya ini, tapi kata orang itu hanya iseng," ujarnya.
Pihaknya juga telah mengecat ulang coretan yang beberapa waktu lalu sempat dibuat. Kini area tersebut telah kembali seperti semula. "Sudah kami cat lagi, kami juga sudah ada cat di kantor yang kebetulan masih tersimpan. Kemarin itu mengakunya iseng, tapi seharusnya kan tahu itu benteng Kraton," katanya.
Sumargandi menjelaskan, di malam hari area benteng Kraton Jogja tersebut memang kerap ditemui sejumlah anak muda yang sering nongkrong hingga larut malam. Petugas juga telah sering mengimbau dan mengingatkan agar tidak berkumpul karena masih dalam suasana pandemi Covid-19.
"Sekarang memang sudah mulai ramai lagi. Makanya kami sudah ingatkan juga, masih sering berada di sana. Tapi untuk pelakunya apakah itu yang sering berada di sana kami juga belum tahu persis," urainya.
Pihaknya juga menyerahkan sepenuhnya aksi vandalisme tersebut kepada pihak berwenang untuk diproses. Ia juga mengimbau agar masyarakat sama-sama menjaga dan memelihara bangunan yang masuk dalam kawasan cagar budaya di wilayah Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sleman mulai Pelatkab 2026 dengan 1.399 atlet menuju Porda DIY 2027, target juara umum lima kali berturut-turut.
PAD wisata Gunungkidul mencapai Rp35,8 miliar hingga akhir Juni 2026 atau 99,29 persen dari target tahunan. DPRD mendorong target pendapatan dinaikkan.
Tanda mantan hanya ingin berteman, bukan balikan: cerita orang lain, tak cemburu, jarang hubungi, hingga dukung Anda move on. Simak selengkapnya.
Lagu Wonderwall dari Oasis menjadi pengiring perjalanan Inggris di Piala Dunia 2026. Kane sebut momen bernyanyi bersama fans yang paling berkesan.
Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan cuti selama sepekan bukan karena sakit, melainkan untuk menjalani medical check-up rutin sebagai bagian menjaga kesehata
Spanyol yang belum kebobolan di Piala Dunia 2026 menghadapi Austria pada babak 32 besar. Simak prediksi, statistik, dan peluang kedua tim.