Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Ilustrasi hujan./ stockcake
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan masih berlangsung sampai akhir April mendatang. Cuaca ekstrem berpotensi terjadi di sisa musim hujan ini.
Koordinator Data dan Informasi Stasium Klimatologi Yogyakarta, Etik Setyaningrum, menjelaskan musim hujan sempat terjeda beberapa hari tanpa hujan lantaran adanya faktor pengganggu cuaca, yaitu siklon tropis Tilaah di barat daya Jawa.
“Pada saat itu kecepatan anginnya memang sangat cepat sekali, lebih dari 31 km per jam. Sehingga massa udara yang ada di DIY tersedot ke situ semua, sehingga tidak ada hujan beberapa hari ini. Tapi nanti akan kembali ke posisi awal lagi menjadi musim hujan,” ujarnya, Minggu (9/2/2025).
Siklon tropis tersebut membuat awan pembentuk hujan di atas Jawa tersedot sehingga tidak bisa menjadi hujan. Jeda tidak adanya hujan ini terjadi sekitar satu minggu. Saat ini, siklon tropis tersebut sudah agak menjauh sehingga sudah akan kembali turun hujan di wilayah DIY.
Adapun musim hujan masih akan berlangsung sampai dengan akhir April mendatang, bahkan di beberapa daerah sampai Mei dasarian I dan II. “Nanti kami update kembali untuk awal musim kemarau 2025, kami rilis secara nasional di sekitar April-Mei,” katanya.
Ia mengingatkan di sisa musim hujan ini masih terdapat potensi cuaca ekstrem, sehingga masyarakat masih harus waspada menyiapkan mitigasi. Potensi tersebut cukup tinggi pada masa peralihan musim penghujan ke musim kemarau.
“Setelah jeda ini kan kembali ke normal, nanti di periode peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau. Nah biasanya di masa peralihan itu, potensi cuaca ekstrem seperti curah hujan intensitas tinggi, angin kencang dan gelombang tinggi masih ada,” paparnya.
Berdasarkan monitoring BMKG, di akhir 2024 sampai dengan April 2025, Indonesia masih dipengaruhi oleh la nina dengan intensitas lemah. Maka baik musim penghujan yang lalu maupun kemarau mendatang akan bersifat normal.
“Kisaran awal musimnya masih normal. Kalau 2024 kemaren di awal tahun ada el nino, sehingga agak mundur. Kalau tahun ini berlangsung normal sampai pada awal dan akhir musim kemarau,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.