WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Ilustrasi hujan./ stockcake
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan masih berlangsung sampai akhir April mendatang. Cuaca ekstrem berpotensi terjadi di sisa musim hujan ini.
Koordinator Data dan Informasi Stasium Klimatologi Yogyakarta, Etik Setyaningrum, menjelaskan musim hujan sempat terjeda beberapa hari tanpa hujan lantaran adanya faktor pengganggu cuaca, yaitu siklon tropis Tilaah di barat daya Jawa.
“Pada saat itu kecepatan anginnya memang sangat cepat sekali, lebih dari 31 km per jam. Sehingga massa udara yang ada di DIY tersedot ke situ semua, sehingga tidak ada hujan beberapa hari ini. Tapi nanti akan kembali ke posisi awal lagi menjadi musim hujan,” ujarnya, Minggu (9/2/2025).
Siklon tropis tersebut membuat awan pembentuk hujan di atas Jawa tersedot sehingga tidak bisa menjadi hujan. Jeda tidak adanya hujan ini terjadi sekitar satu minggu. Saat ini, siklon tropis tersebut sudah agak menjauh sehingga sudah akan kembali turun hujan di wilayah DIY.
Adapun musim hujan masih akan berlangsung sampai dengan akhir April mendatang, bahkan di beberapa daerah sampai Mei dasarian I dan II. “Nanti kami update kembali untuk awal musim kemarau 2025, kami rilis secara nasional di sekitar April-Mei,” katanya.
Ia mengingatkan di sisa musim hujan ini masih terdapat potensi cuaca ekstrem, sehingga masyarakat masih harus waspada menyiapkan mitigasi. Potensi tersebut cukup tinggi pada masa peralihan musim penghujan ke musim kemarau.
“Setelah jeda ini kan kembali ke normal, nanti di periode peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau. Nah biasanya di masa peralihan itu, potensi cuaca ekstrem seperti curah hujan intensitas tinggi, angin kencang dan gelombang tinggi masih ada,” paparnya.
Berdasarkan monitoring BMKG, di akhir 2024 sampai dengan April 2025, Indonesia masih dipengaruhi oleh la nina dengan intensitas lemah. Maka baik musim penghujan yang lalu maupun kemarau mendatang akan bersifat normal.
“Kisaran awal musimnya masih normal. Kalau 2024 kemaren di awal tahun ada el nino, sehingga agak mundur. Kalau tahun ini berlangsung normal sampai pada awal dan akhir musim kemarau,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.
PDIP Kota Yogyakarta menanam 300 pohon, menggelar simulasi bencana, dan pelayanan kesehatan lansia saat pelantikan pengurus.
Samsung Galaxy Watch Ultra2 hadir dengan fitur kesehatan berbasis AI untuk trail running, diving, dan pemantauan kebugaran harian.
Fenomena upwelling di Waduk Kedung Ombo Boyolali menyebabkan 10 ton ikan mati dan kerugian petani KJA mencapai Rp247 juta.
Festival Dolanan Bocah Suryodiningratan di Jogja melibatkan 100 anak untuk melestarikan budaya sekaligus mengurangi ketergantungan gadget.