Bayar Rp50.000 Sehari, Ini Alasan Orang Tua Titip Bayi di Bidan Pakem
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Suasana posko kesehatan penanganan keracunan di Tempel pada Senin (10/2/2025)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Jumlah warga yang mengalami gejala keracunan di Tempel, Sleman terus bertambah. Puluhan orang kini menjalani opname di rumah sakit.
Kepala Puskesmas Tempel 1, Diana Kusumawati menjelaskan hingga pukul 9.34 WIB total warga yang menunjukkan gejala keracunan mencapai 151 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 27 orang harus diopname. Untuk tindakan observasi, kini difokuskan di posko.
BACA JUGA: Kronologi Ratusan Warga Tempel Sleman Keracunan Massal Seusai Santap Menu Hajatan
"Observasi di sini saja untuk yang observasi, untuk rumah sakit lain sepertinya sudah tidak ada, yang observasi [saat ini] 14. Dalam proses rujukan tadi empat, ini tambah lagi kayanya dua," kata Diana pada Senin (10/2/2025).
Menurut Diana jumlah penambahan korban relatif tinggal sedikit. Beberapa di antaranya merupakan pengulangan.
"Masih [bertambah] cuma tinggal sedikit kalau untuk penambahannya karena beberapa adalah ulangan. Jadi misalnya kemarin sudah periksa terus datang lagi kaya gitu, jadi itu dianggap satu korban. Jadi kami tidak nambah lagi," jelasnya.
"Tapi ada yang memang dari kemarin belum periksa kemana mana jadi tetap kami hitung," imbuhnya.
Untuk warga yang diobservasi, sebagian besar kondisinya sudah membaik sehingga bisa dipulangkan. Namun ada pula warga yang datang untuk diobservasi.
"Jadi kemarin yang sudah obesevasi sudag membaik kami pulangkan, kemudian yang ini sudah ganti lagi, sebagian besar yang belum teratasi untuk diarenya," tandasnya.
BACA JUGA: Dugaan Keracunan Massal di Tempel, Polisi Akan Periksa Sejumlah Pihak
Diana mengungkapkan bila mayoritas warga bergejala keracunan merupakan warga Tempel. Meskipun ada pula warga luar daerah yang merupakan keluarga yang ikut menghadiri pernikahan.
"Ada juga keluarga dari sini. Jadi bukan warga sini tapi mereka datang untuk menghadiri pernikahan itu. Jadi ada yang dari Pati, ada juga yang dari kalimantan," ujarnya.
Kepada warga yang sudah dipulangkan, bila masih mengalami gejala bisa mendatangi posko kembali. "Kami kasih obat jalan, kalau masih ada gejala silahkan datang ke posko lagi," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Budi Waljiman menyerahkan bantuan gamelan Suara Madhura untuk SMA Bosa Jogja guna memperkuat pelestarian budaya Jawa di sekolah.
Prabowo tegas minta BPKP tetap periksa pejabat yang diduga menyimpang tanpa melihat kedekatan dengan dirinya.
Polisi selidiki keributan di Tegalrejo Jogja yang viral di media sosial. Diduga terjadi penganiayaan usai cekcok di jalan.
Polri menegaskan kesiapan operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto.
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang