Jumlah Warga yang Keracunan di Tempel Sleman Terus Bertambah, Kondisi Sebagian Besar Korban Membaik

Catur Dwi Janati
Catur Dwi Janati Senin, 10 Februari 2025 13:07 WIB
Jumlah Warga yang Keracunan di Tempel Sleman Terus Bertambah, Kondisi Sebagian Besar Korban Membaik

Suasana posko kesehatan penanganan keracunan di Tempel pada Senin (10/2/2025)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati

Harianjogja.com, SLEMAN—Jumlah warga yang mengalami gejala keracunan di Tempel, Sleman terus bertambah. Puluhan orang kini menjalani opname di rumah sakit.

Kepala Puskesmas Tempel 1, Diana Kusumawati menjelaskan hingga pukul 9.34 WIB total warga yang menunjukkan gejala keracunan mencapai 151 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 27 orang harus diopname. Untuk tindakan observasi, kini difokuskan di posko.

BACA JUGA: Kronologi Ratusan Warga Tempel Sleman Keracunan Massal Seusai Santap Menu Hajatan

"Observasi di sini saja untuk yang observasi, untuk rumah sakit lain sepertinya sudah tidak ada, yang observasi [saat ini] 14. Dalam proses rujukan tadi empat, ini tambah lagi kayanya dua," kata Diana pada Senin (10/2/2025).

Menurut Diana jumlah penambahan korban relatif tinggal sedikit. Beberapa di antaranya merupakan pengulangan. 

"Masih [bertambah] cuma tinggal sedikit kalau untuk penambahannya karena beberapa adalah ulangan. Jadi misalnya kemarin sudah periksa terus datang lagi kaya gitu, jadi itu dianggap satu korban. Jadi kami tidak nambah lagi," jelasnya. 

"Tapi ada yang memang dari kemarin belum periksa kemana mana jadi tetap kami hitung," imbuhnya. 

Untuk warga yang diobservasi, sebagian besar kondisinya sudah membaik sehingga bisa dipulangkan. Namun ada pula warga yang datang untuk diobservasi. 

"Jadi kemarin yang sudah obesevasi sudag membaik kami pulangkan, kemudian yang ini sudah ganti lagi, sebagian besar yang belum teratasi untuk diarenya," tandasnya. 

BACA JUGA: Dugaan Keracunan Massal di Tempel, Polisi Akan Periksa Sejumlah Pihak

Diana mengungkapkan bila mayoritas warga bergejala keracunan merupakan warga Tempel. Meskipun ada pula warga luar daerah yang merupakan keluarga yang ikut menghadiri pernikahan. 

"Ada juga keluarga dari sini. Jadi bukan warga sini tapi mereka datang untuk menghadiri pernikahan itu. Jadi ada yang dari Pati, ada juga yang dari kalimantan," ujarnya. 

Kepada warga yang sudah dipulangkan, bila masih mengalami gejala bisa mendatangi posko kembali. "Kami kasih obat jalan, kalau masih ada gejala silahkan datang ke posko lagi," tegasnya. 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online