Hasil Buruk PSS Sleman, Pieter Huistra Tegaskan Mental Pemain Aman
Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra memastikan mentalitas pemain tetap terjaga meski menelan dua kekalahan beruntun di Super League.
Suasana posko kesehatan penanganan keracunan di Tempel pada Senin (10/2/2025)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Jumlah warga yang mengalami gejala keracunan di Tempel, Sleman terus bertambah. Puluhan orang kini menjalani opname di rumah sakit.
Kepala Puskesmas Tempel 1, Diana Kusumawati menjelaskan hingga pukul 9.34 WIB total warga yang menunjukkan gejala keracunan mencapai 151 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 27 orang harus diopname. Untuk tindakan observasi, kini difokuskan di posko.
BACA JUGA: Kronologi Ratusan Warga Tempel Sleman Keracunan Massal Seusai Santap Menu Hajatan
"Observasi di sini saja untuk yang observasi, untuk rumah sakit lain sepertinya sudah tidak ada, yang observasi [saat ini] 14. Dalam proses rujukan tadi empat, ini tambah lagi kayanya dua," kata Diana pada Senin (10/2/2025).
Menurut Diana jumlah penambahan korban relatif tinggal sedikit. Beberapa di antaranya merupakan pengulangan.
"Masih [bertambah] cuma tinggal sedikit kalau untuk penambahannya karena beberapa adalah ulangan. Jadi misalnya kemarin sudah periksa terus datang lagi kaya gitu, jadi itu dianggap satu korban. Jadi kami tidak nambah lagi," jelasnya.
"Tapi ada yang memang dari kemarin belum periksa kemana mana jadi tetap kami hitung," imbuhnya.
Untuk warga yang diobservasi, sebagian besar kondisinya sudah membaik sehingga bisa dipulangkan. Namun ada pula warga yang datang untuk diobservasi.
"Jadi kemarin yang sudah obesevasi sudag membaik kami pulangkan, kemudian yang ini sudah ganti lagi, sebagian besar yang belum teratasi untuk diarenya," tandasnya.
BACA JUGA: Dugaan Keracunan Massal di Tempel, Polisi Akan Periksa Sejumlah Pihak
Diana mengungkapkan bila mayoritas warga bergejala keracunan merupakan warga Tempel. Meskipun ada pula warga luar daerah yang merupakan keluarga yang ikut menghadiri pernikahan.
"Ada juga keluarga dari sini. Jadi bukan warga sini tapi mereka datang untuk menghadiri pernikahan itu. Jadi ada yang dari Pati, ada juga yang dari kalimantan," ujarnya.
Kepada warga yang sudah dipulangkan, bila masih mengalami gejala bisa mendatangi posko kembali. "Kami kasih obat jalan, kalau masih ada gejala silahkan datang ke posko lagi," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra memastikan mentalitas pemain tetap terjaga meski menelan dua kekalahan beruntun di Super League.
Kemenhaj mempertimbangkan maskapai alternatif untuk menekan biaya haji 2027. Biaya penerbangan mencapai 40% dari total BPIH.
Direktur BYAN Alastair McLeod menjual 185.200 saham senilai Rp2,47 miliar menjelang rencana masuknya Jhonlin Group sebagai pemegang 30% BYAN.
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga lebat di sejumlah daerah Rabu. Gelombang hingga 4 meter juga berpotensi terjadi di sejumlah perairan.
Harga emas Pegadaian hari ini, Rabu 23 September 2026, kompak turun untuk Antam, Galeri 24 dan UBS. Simak harga jual dan buyback.
Gerakan Tanam Pertanian Modern Pekalongan baru mencapai 32,5 hektare dari target 2.612 hektare hingga 22 September 2026.