PSS Sleman Kalah Dua Kali, Bupati Harda Minta Manajemen Segera Berbenah
PSS Sleman kalah dalam dua laga awal Super League 2026/2027. Bupati Harda Kiswaya berharap manajemen segera melakukan pembenahan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sleman, Khamidah Yuliati ditemui di posko penanganan keracunan Tempel pada Senin (10/2/2025)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Sampel makanan dari acara pertemuan di Mlati, Sleman diperiksa Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman menyusul dugaan keracunan yang dialami warga.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sleman, Khamidah Yuliati mengatakan kemungkinan dugaan keracunan ini terjadi dari sumber yang sama. "Sumbernya juga kemungkinan dari tempat yang sama dan itu memang sedang mengadakan arisan," kata Yuli pada Senin (10/2/2025).
BACA JUGA: Selain di Tempel, Dugaan Keracunan Massal Terjadi di Mlati, Santap Siomay Usai Pertemuan
Warga yang mengalami gejala keracunan lanjut Yuli bisa mendatangi Puskesmas. Semalam, bahkan petugas berjaga-jaga untuk menangani bila ada warga yang mengalami gejala keracunan. "Jadi waktu tadi malam sih memang jadi ada semacam kayak ya menunggu, berjaga-jaga," ujarnya.
Menurut data sementara, dari 36 orang yang bergejala, tiga orang di antaranya harus diopname. Sementara 17 orang yang sempat diperiksa di fasyankes dipulangkan, tidak menjalani opname.
Saat ini Puskesmas, Dinas Kesehatan maupun padukuhan terus memantau perkembangan situasi dugaan keracunan ini. Warga yang dipulangkan lanjut Yuli juga akan mendapat pendampingan dari tenaga surveilans Puskesmas Mlati 2.
Dijelaskan Yuli sejauh ini warga yang mengalami gejala keracunan merupakan warga di sekitar lokasi kejadian. "Kalau yang itu hanya lingkup warga situ yang sedang mengadakan arisan biasa," tandasnya.
Yuli menjelaskan bila pihaknya juga telah mengambil sampel makanan dari insiden ini. Adapun sampel yang diperiksa yakni sampel dari makanan siomay. "Samplenya juga ada yang sudah dikirim," ujarnya.
Sebelum di Mlati, dugaan kejadian keracunan juga terjadi Tempel. Yuli mengimbau bila makanan terlihat sudah tidak enak untuk tidak dikonsumsi.
"Intinya memang kalau sudah enggak enak ya jangan dimakan, tapi kan kami enggak tahu kadang-kadang pada saat itu tidak begitu merasakan atau bagaimana tiba-tiba nanti mules dan lain-lain, itu kan setelah efek dari makanan dan itu biasanya terjadi setelah 8 jam ke atas," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman kalah dalam dua laga awal Super League 2026/2027. Bupati Harda Kiswaya berharap manajemen segera melakukan pembenahan.
Wamenaker Afriansyah Noor mengingatkan calon pekerja migran memilih jalur resmi dan menguasai bahasa asing sebelum bekerja ke luar negeri.
Bitcoin sempat menembus US$87.200. Simak faktor pendorong penguatan dan imbauan bagi investor menghadapi volatilitas pasar kripto.
Kebakaran rumah di Sragen diduga akibat korsleting listrik. Uang Rp50 juta dan dua sepeda gunung hangus, dua anggota keluarga jadi korban.
MBG di SMKN 2 Jogja dihentikan sementara setelah 413 warga sekolah diduga keracunan. Sampel makanan dan air masih diperiksa di laboratorium.
Kemenhaj mempertimbangkan maskapai alternatif untuk menekan biaya haji 2027. Biaya penerbangan mencapai 40% dari total BPIH.