Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Beasiswa pendidikan - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul terus berupaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada. Salah satunya dengan memberikan kesempatan kuliah bagi pamong kalurahan dan anaknya untuk berkuliah dengan potongan biaya hingga 50%.
Kesempatan ini tertuang dalam nota kesepahaman antara Pemkab dengan Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) APMD Yogyakarta. Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan, kualitas SDM di Gunungkidul masih butuh peningkatan.
Hal ini terlihat dari indeks pembangunan manusia yang masih terendah di DIY. “Angka IPM Gunungkidul kisaran 73, sedangkan di wilayah lain di DIY sudah di atas 75. Jadi, butuh aksleresi agar bisa mengejar ketertinggalan tersebut,” katanya, Jumat (14/2/2025).
Dia menjelaskan, peningkatan IPM erat kaitannya dengan tingkat Pendidikan. Untuk itu, sambung Sunaryanta, ada sejumlah program yang direncanakan dan salah satunya menjalin kerja sama dengan APMD.
“Programnya ada peluang kuliah bagi pamong atau anak pamong kalurahan,” katanya.
BACA JUGA: Pemda DIY Luncurkan Prototipe Insinerator Sampah untuk Sekolah
Diharapkan program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas SDM di Gunungkidul, tapi juga berdampak terhadap peningkatan kualitas layanan di kalurahan. “Upaya kerja sama dengan kampus terus kami lakukan dengan harapan bisa meningkatkan IPM di Gunungkidul,” katanya.
Ketua STPMD APMD Yogyakarta, Sutoro Eko Yunanto menyambut baik kerja sama ini karena menjadi bagian dari penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sesuai dengan jurusan yang diampu berkaitan dengan pemerintahan desa.
Oleh karena itu, kata dia, berdasarkan nota kesepakatan bersama dengan Pemkab Gunungkidul, maka AMPD Yogyakarta memberikan kesempatan kepada pamong untuk berkuliah. Langkah ini sebagai upaya peningkatan kapasitas SDM di kalurahan di Bumi Handayani.
“Program ini juga berlaku bagi anak pamong yang ingin berkuliah,” kata Sutoro.
Ia memastikan dengan adanya kerja sama dengan Pemkab Gunungkidul, maka akan ada kelonggaran. Pihaknya siap memberikan potongan biaya kuliah hingga 50% bagi pamong maupun anak pamong yang berkuliah di AMPD. “Yang jelas pelaksanaannya juga akan mengacu pada ketentuan berlaku dan jangan dipersulit,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026
Media Jepang menyoroti fenomena ratusan WNI yang menggunakan nama karakter anime seperti Naruto, Uzumaki, Nobita, hingga Sasuke berdasarkan data Dukcapil Semest
Korban tewas gempa magnitudo 7,4 di Kolombia bertambah menjadi 265 orang. Sebanyak 3.494 warga terluka dan 496 lainnya masih dinyatakan hilang.