Terjangkit Leptospirosis, 7 Warga Gunungkidul Meninggal Dunia
Kasus leptospirosis di Gunungkidul melonjak. Tujuh warga meninggal, Dinkes imbau masyarakat waspada dan jaga kebersihan.
Beasiswa pendidikan - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul terus berupaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada. Salah satunya dengan memberikan kesempatan kuliah bagi pamong kalurahan dan anaknya untuk berkuliah dengan potongan biaya hingga 50%.
Kesempatan ini tertuang dalam nota kesepahaman antara Pemkab dengan Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) APMD Yogyakarta. Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan, kualitas SDM di Gunungkidul masih butuh peningkatan.
Hal ini terlihat dari indeks pembangunan manusia yang masih terendah di DIY. “Angka IPM Gunungkidul kisaran 73, sedangkan di wilayah lain di DIY sudah di atas 75. Jadi, butuh aksleresi agar bisa mengejar ketertinggalan tersebut,” katanya, Jumat (14/2/2025).
Dia menjelaskan, peningkatan IPM erat kaitannya dengan tingkat Pendidikan. Untuk itu, sambung Sunaryanta, ada sejumlah program yang direncanakan dan salah satunya menjalin kerja sama dengan APMD.
“Programnya ada peluang kuliah bagi pamong atau anak pamong kalurahan,” katanya.
BACA JUGA: Pemda DIY Luncurkan Prototipe Insinerator Sampah untuk Sekolah
Diharapkan program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas SDM di Gunungkidul, tapi juga berdampak terhadap peningkatan kualitas layanan di kalurahan. “Upaya kerja sama dengan kampus terus kami lakukan dengan harapan bisa meningkatkan IPM di Gunungkidul,” katanya.
Ketua STPMD APMD Yogyakarta, Sutoro Eko Yunanto menyambut baik kerja sama ini karena menjadi bagian dari penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sesuai dengan jurusan yang diampu berkaitan dengan pemerintahan desa.
Oleh karena itu, kata dia, berdasarkan nota kesepakatan bersama dengan Pemkab Gunungkidul, maka AMPD Yogyakarta memberikan kesempatan kepada pamong untuk berkuliah. Langkah ini sebagai upaya peningkatan kapasitas SDM di kalurahan di Bumi Handayani.
“Program ini juga berlaku bagi anak pamong yang ingin berkuliah,” kata Sutoro.
Ia memastikan dengan adanya kerja sama dengan Pemkab Gunungkidul, maka akan ada kelonggaran. Pihaknya siap memberikan potongan biaya kuliah hingga 50% bagi pamong maupun anak pamong yang berkuliah di AMPD. “Yang jelas pelaksanaannya juga akan mengacu pada ketentuan berlaku dan jangan dipersulit,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus leptospirosis di Gunungkidul melonjak. Tujuh warga meninggal, Dinkes imbau masyarakat waspada dan jaga kebersihan.
Pemerintah targetkan 100.000 siswa kurang mampu masuk Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis tanpa pungutan.
Satgas Damai Cartenz tangkap pemasok senjata KKB di Sarmi, Papua. Total 12 tersangka dan ratusan amunisi disita.
Rupiah berisiko tembus Rp19.000 per dolar AS akibat konflik Timur Tengah dan kebijakan suku bunga tinggi The Fed.
Harian Jogja rayakan HUT ke-18 dengan bakti sosial di Panti Al Wahhaab Sleman, perkuat kepedulian dan pemberdayaan santri.
Kirab Budaya Tresna Pancasila di Malioboro Jogja padat pengunjung, gaungkan nilai Pancasila dan dorong pariwisata.