Jelang Iduladha, Permintaan Kambing di Bantul Diprediksi Meningkat
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.
Penampakan logo hari jadi DIY ke-270 yang dikemas dengan ikon jatilan dan balutan warna hijau, kuning dan merah yang diluncurkan beberapa waktu lalu./ Harian Jogja - Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA - Pemda DIY mengenalkan tema dan logo perayaan hari jadinya yang ke 270 yang akan diperingati pada 13 Maret mendatang. Tema yang diangkat adalah Tumata, Tuwuh, Ngrembaka dengan logo berwarna kuning hijau dan merah dengan ikon jatilan tampak pada salah satu angkanya.
Sekda DIY, Beny Suharsono mengatakan, semangat utama peringatan ini adalah keterlibatan aktif masyarakat dalam membangun masa depan daerah mereka sendiri. Lewat tema itu pihaknya ingin menegaskan arah pembangunan yang bertumpu pada tiga pilar utama.
"Tumata berarti tertata—menandakan kehidupan yang selaras dengan akar budaya dan pemerintahan yang harmonis dengan rakyat. Pemerintahan yang baik bukan hanya yang tertib dalam aturan, tetapi juga yang selaras dengan denyut kehidupan rakyatnya," ujar Beny belum lama ini.
Dari keteraturan ini, DIY mencapai tahap Tuwuh, yaitu pertumbuhan yang tidak hanya diukur dari aspek ekonomi, tetapi juga dari kesadaran kolektif masyarakat untuk memperkuat daya saing tanpa kehilangan jati diri. "Jogja tidak hanya bertambah usia, tetapi bertumbuh dengan nilai-nilai yang mengakar kuat," lanjutnya.
Pada akhirnya, DIY menuju Ngrembaka—fase perkembangan yang inklusif dan berkelanjutan. "Kemajuan bukan milik segelintir orang, tetapi milik seluruh masyarakat yang berperan aktif dalam pembangunan," katanya. Seperti hutan yang tumbuh dari keberagaman pohon, DIY juga berkembang dari keberagaman ide, aspirasi, dan partisipasi seluruh elemen masyarakat.
BACA JUGA: Aturan Baru, Korban PHK Dapat Gaji 60 Persen Selama Enam Bulan
Sebagai simbol semangat ini, peringatan Hari Jadi ke-270 DIY dikemas dengan logo baru. Logo ini mencerminkan identitas Jogja yang tertata dalam kebijaksanaan, bertumbuh dalam inovasi, dan menaungi dalam kebersamaan. Dengan warna hijau dan kuning khas pare anom, logo ini menegaskan kekayaan sejarah dan kearifan lokal DIY.
"Ikon Jatilan yang tersemat dalam logo menjadi pengingat bahwa budaya adalah napas kehidupan bagi DIY. Momentum ini hendaknya bisa memperkuat persatuan dan kesatuan, serta meningkatkan partisipasi aktif dalam pembangunan," pungkas Beny.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.
KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan Muhadjir Effendy dalam kasus dugaan korupsi kuota haji setelah saksi meminta penundaan.