6 Kalurahan Gunungkidul Dapat SPAM, Anggaran Capai Rp1,15 Miliar
Enam kalurahan di Gunungkidul mendapat pembangunan SPAM dengan anggaran Rp1,159 miliar untuk menambah 215 sambungan rumah.
Penampakan logo hari jadi DIY ke-270 yang dikemas dengan ikon jatilan dan balutan warna hijau, kuning dan merah yang diluncurkan beberapa waktu lalu./ Harian Jogja - Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA - Pemda DIY mengenalkan tema dan logo perayaan hari jadinya yang ke 270 yang akan diperingati pada 13 Maret mendatang. Tema yang diangkat adalah Tumata, Tuwuh, Ngrembaka dengan logo berwarna kuning hijau dan merah dengan ikon jatilan tampak pada salah satu angkanya.
Sekda DIY, Beny Suharsono mengatakan, semangat utama peringatan ini adalah keterlibatan aktif masyarakat dalam membangun masa depan daerah mereka sendiri. Lewat tema itu pihaknya ingin menegaskan arah pembangunan yang bertumpu pada tiga pilar utama.
"Tumata berarti tertata—menandakan kehidupan yang selaras dengan akar budaya dan pemerintahan yang harmonis dengan rakyat. Pemerintahan yang baik bukan hanya yang tertib dalam aturan, tetapi juga yang selaras dengan denyut kehidupan rakyatnya," ujar Beny belum lama ini.
Dari keteraturan ini, DIY mencapai tahap Tuwuh, yaitu pertumbuhan yang tidak hanya diukur dari aspek ekonomi, tetapi juga dari kesadaran kolektif masyarakat untuk memperkuat daya saing tanpa kehilangan jati diri. "Jogja tidak hanya bertambah usia, tetapi bertumbuh dengan nilai-nilai yang mengakar kuat," lanjutnya.
Pada akhirnya, DIY menuju Ngrembaka—fase perkembangan yang inklusif dan berkelanjutan. "Kemajuan bukan milik segelintir orang, tetapi milik seluruh masyarakat yang berperan aktif dalam pembangunan," katanya. Seperti hutan yang tumbuh dari keberagaman pohon, DIY juga berkembang dari keberagaman ide, aspirasi, dan partisipasi seluruh elemen masyarakat.
BACA JUGA: Aturan Baru, Korban PHK Dapat Gaji 60 Persen Selama Enam Bulan
Sebagai simbol semangat ini, peringatan Hari Jadi ke-270 DIY dikemas dengan logo baru. Logo ini mencerminkan identitas Jogja yang tertata dalam kebijaksanaan, bertumbuh dalam inovasi, dan menaungi dalam kebersamaan. Dengan warna hijau dan kuning khas pare anom, logo ini menegaskan kekayaan sejarah dan kearifan lokal DIY.
"Ikon Jatilan yang tersemat dalam logo menjadi pengingat bahwa budaya adalah napas kehidupan bagi DIY. Momentum ini hendaknya bisa memperkuat persatuan dan kesatuan, serta meningkatkan partisipasi aktif dalam pembangunan," pungkas Beny.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Enam kalurahan di Gunungkidul mendapat pembangunan SPAM dengan anggaran Rp1,159 miliar untuk menambah 215 sambungan rumah.
Perpres ojol masih difinalisasi Komdigi. Pemerintah menguji formula bagi hasil yang adil bagi pengemudi dan menjaga bisnis platform ride-hailing.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan kasus sabu 98 kg, di salon Mangga Besar. BNN juga menyita uang dan aset Rp39,95 miliar.
Tujuh tentara AS dilaporkan tewas dalam bentrokan di USS Abraham Lincoln. Insiden disebut dipicu stres akibat perang berkepanjangan.
Satpol PP Bantul menemukan 2.704 batang rokok ilegal di dua warung di Sanden dalam operasi bersama Bea Cukai Yogyakarta.
Tim SAR masih mencari lima penumpang KMP Putri Yasmin yang belum ditemukan setelah kapal terbakar di Selat Lombok, NTB.