Dewan Soroti Ketimpangan Pembangunan Antarkapanewon di Gunungkidul
DPRD Gunungkidul mendorong RTRW baru untuk memangkas ketimpangan pembangunan antarkapanewon, termasuk akses jalan, air bersih, listrik, dan investasi.
Sejumlah siswa di SD Negeri 1 Wonosari sedang menikmati makanan yang disediakan dalam program makan bergizi gratis di Dapur Sehat milik Kodim 0730/GK. Senin (17/2/2025)./ Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Komandan Kodim 0730/GK, Letkol Inf Roni Hermawan mengatakan di Kabupaten Gunungkidul masih membutuhkan sekitar 40 dapur sehat untuk pelaksanaan program makan bergizi gratis. Hal ini disampaikan saat soft launching makan bergizi gratis di SD Negeri 1 Wonosari, Senin (17/2/2025).
“Yang beroperasi baru dua dapur sehat. Satu dapur ada di Kodim dan satunya lagi di Kapanewon Tepus,” kata Roni.
Dia menjelaskan, kebutuhan 40 dapur sehat mengacu jumlah sasaran penerima program makan bergizi gratis yang mencapai 120.000an jiwa. Di setiap dapur diperkirakaan dapat melayani hingga 3.000 penerima program.
Roni mencontohkan, kapasitas produksi di Dapur Sehat milik kodim mencapai 3.000 paket per harinya. Hal sama juga berlaku di Dapur Sehat di Kapanewon Tepus yang ditangani oleh pihak ketiga yang bekerjasama dengan Badan Gizi Nasional.
“Hari ini kita pantau pelaksanaan di Wonosari yang meliputi SD Negeri 1 dan SMP Negeri 1 Wonosari. Pada siangnya, kami pantau ke Kapanewon Tepus yang terlaksana di 30 lokasi makan bergizi gratis,” ungkapnya.
Disinggung mengenai pembangunan seluruh lokasi dapur sehat di Gunungkidul, Roni mengakui belum bisa memastikan rentang waktunya. “Yang jelas kami siap menyukseskan program makan bergizi gratis. Mudah-mudahan bisa direalisasikan secepatnya dan program bisa segera terlaksana secara penuh,” katanya.
BACA JUGA: Program Makan Gratis untuk Lansia Mulai Dijalankan, Begini Pelaksanaannya
Ia tidak menampik saat launching ini, operasional di dapur sehat milik Kodim belum optimal. Pasalnya, dari kapasitas pengolahan maksimal 3.000 paket makanan, baru terealisasi sebanyak 1.151 paket.
“Akan terus dievaluasi karena masih soft launching sehingga ada upaya-upaya penyempurnaan. Untuk hari ini, menu yang diberikan ada nasi, susu, buah pepaya, bola-bola daging dan tumis jamur wortel,” katanya.
Menurut Roni, menu yang disajikan akan dibuat berbeda sehingga penerima sasaran tidak merasa bosan. Oleh karena itu, saat pemantauan juga dilakukan sesi bertanya terkait dengan menu yang diinginkan.
“Yang jelas keamanan pangannya terus dijaga dan menunya tidak akan sama agar tidak bosan,” katanya.
Kepala SD Negeri 1 Wonosari, Joko Widiyanto mengatakan, soft launching makan bergizi gratis di sekolahnya berjalan dengan lancar. Total ada 505 siswa yang mengikuti program ini. “Semua siswa masuk sehingga dapat mengikuti program makan bergizi gratis,” katanya.
Disinggung mengenai potensi adanya sisa dari makanan yang disediakan, ia mengakui kegiatan belajar mengajar berlangsung hingga pukul 15.00 WIB. Oleh karena itu, sisa makanan yang belum dimakan bisa disimpan untuk makan sampai sebelum jam kepulangan sekolah.
“Anak-anak juga ada yang bawa wadah untuk bekal, jadi bisa disimpan. Kalau lapar bisa dimakan lagi nantinya,” kata Joko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendorong RTRW baru untuk memangkas ketimpangan pembangunan antarkapanewon, termasuk akses jalan, air bersih, listrik, dan investasi.
Harga cabai rawit merah tercatat Rp90.050 per kg dan telur ayam Rp29.900 per kg berdasarkan data PIHPS Nasional, Sabtu 12 September 2026.
Kematian Serda AMF di Mess Psikologi Galaksi diselidiki Pomau. Empat prajurit ditahan, sementara TNI AU membantah korban tewas akibat penganiayaan.
Tiket laga kandang PSS Sleman vs Madura ludes terjual. Nduwarugira menyebut dukungan suporter menjadi motivasi ekstra di Maguwoharjo.
Harga BBM terbaru 12 September 2026 di Pertamina, BP-AKR, Shell, dan Vivo. Pertamax Turbo, Dexlite hingga BBM diesel mengalami kenaikan.
Prabowo menghadiri KTT BRICS ke-18 di India sebagai anggota penuh untuk memperkuat peran Indonesia dalam kerja sama multilateral.