Imunisasi Anak Sekolah di Gunungkidul Tembus 96,8%, Penyisiran Masih Berlanjut
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
Petugas saat mengirimkan bansos makan gratis untuk kelompok disabilitas di Gunungkidul. Foto diambil Jumat (14/2/2025)./Istimewa-Dinas Sosial P3A Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul telah memulai program bantuan sosial (Bansos) makanan gratis bagi lansia, anak terlantar hingga warga miskin. Total penerima bantuan mencapai 1.227 orang dan diberikan selama sebulan.
Sekretaris Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Sosial P3A) Gunungkidul, Nurudin Araniri mengatakan, bansos makanan yang dilaksanakan melalui APBD Gunungkidul sudah terlaksana sejak Jumat (14/2/2025).
Program ini akan berlangsung selama sebulan dengan memberikan makanan kepada warga penerima sasaran. “Makanan dikirim sekali dalam sehari, tetapi untuk makan dua kali,” kata Nurudin, Minggu (16/2/2025).
Dia menjelaskan, total ada warga dalam kategori miskin atau terlantar sebanyak 1.227 orang yang mendapatkan bantuan. Jumlah ini terdiri dari lanjut usia sebanyak 518 orang; disabilitas ada 627 orang dan anak terlantar sebanyak 82 orang. “Yang memasak dilakukan oleh kelompok masyarakat di setiap kapanewon satu kelompok. Setelah selesai, makannya akan dikirimkan oleh petugas kirim ke penerimaa sasaran,” kata dia.
Dia menjelaskan, untuk program ini pemkab mengalokasikan anggaran sebesar Rp1.104.300.000. Adapun menu yang disajikan terdiri dari nasi, buah, sayur, lauk hingga air mineral. “Sudah berjalan dan setiap hari ada pengiriman makanan gratis ke penerima manfaat,” kata Nurudin.
Ditambahkan dia, untuk antisipasi hal-hal yang tak diinginkan telah menyiapkan tim yang siaga selama 24 jam. Tim ini dipersipakan guna penanganan saat terjadi kasus yang butuh penanganan secara cepat.
“Mudah-mudahan semua berjalan lancar, tapi upaya antisipasi tetap harus dilakukan,” katanya.
Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul, Heri Purwanto mengatakan, akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial P3A Gunungkidul terkait dengan mekanisme pendistribusian bansos makanan yang dilaksanakan pemkab. Terlebih lagi, sambung dia, ada informasi bahwa penyaluran hanya sekali, namun ada dua paket untuk makan dua kali dalam sehari.
“Jangan sampai makanannya jadi basi. Harusnya, kalau dua paket, waktu pengiriman dipaskan dengan jam makan,” katanya.
Sesuai dengan ketugasan yang dimiliki, Heri memastikan akan mengawasi pelaksanaan program tersebut. Hal ini dikarenakan program harus benar-benar tepat sasaran dan tidak menimbulkan masalah. “Tujuannya baik untuk menambah gizi bagi warga yang masuk kategori terlantar atau miskin. Tetapi, juga harus diperhatikan dari aspek keamanan pangannya agar tidak ada kasus seperti keracunan dan lainnya,” kata politkus Nasdem ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
Harga cabai rawit merah tercatat Rp90.050 per kg dan telur ayam Rp29.900 per kg berdasarkan data PIHPS Nasional, Sabtu 12 September 2026.
Kematian Serda AMF di Mess Psikologi Galaksi diselidiki Pomau. Empat prajurit ditahan, sementara TNI AU membantah korban tewas akibat penganiayaan.
Tiket laga kandang PSS Sleman vs Madura ludes terjual. Nduwarugira menyebut dukungan suporter menjadi motivasi ekstra di Maguwoharjo.
Harga BBM terbaru 12 September 2026 di Pertamina, BP-AKR, Shell, dan Vivo. Pertamax Turbo, Dexlite hingga BBM diesel mengalami kenaikan.
Prabowo menghadiri KTT BRICS ke-18 di India sebagai anggota penuh untuk memperkuat peran Indonesia dalam kerja sama multilateral.