Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Sejumlah peserta mengikuti lomba karawitan di SMP Stella Duce 2 Jogja, Kamis (20/2/2025)./ist SMP Stella DUce 2
Harianjogja.com, JOGJA—SMP Stella Duce 2 Jogja menyelenggarakan berbagai lomba dan gelar budaya pada 20 dan 22 Februari 2025. Kegiatan ini merupakan rangkauan peringatan HUT SMP Stella Duce 2 yang ke-54.
Kepala SMP Stella Duce 2, RV Banu Hastha Kunjana, menjelaskan rangkaian peringatan HUT SMP Stella Duce 2 dimulai pada Januari 2025 lalu dengan kegiatan donor darah dan pembagian sembako untuk masyarakat di sekitar sekolah.
“Lalu dilanjutkan pada 20 Februari ini ada tiga macam lomba, yakni karawitan, tari kreasi dan cerdas cermat. Pesertanya semua dari tingkat SD, negeri dan swasta baik di Kota Jogja, juga dari Kabupaten Sleman dan Bantul,” ujarnya, Kamis (20/2/2025).
Puncak peringatan HUT ke-54 SMP Stella Duce 2 akan digelar pada Sabtu (22/2/2025), yang diisi pagelaran wayang kulit dengan dalang dari murid SMP Stella Duce 2. “Ada tiga dalang yang nanti akan tampil dalam pagelaran itu,” katanya.
Dengan rangkaian kegiatan yang melibatkan sekolah luar ini, diharapkan SMP Stella Duce 2 semakin dikenal di kalangan masyarakat Jogja. “Juga agar anak-anak SD untuk bisa mengembangkan potensi mereka baik dalam seni-budaya maupun sains,” ungkapnya.
Di SMP Stella Duce 2, para siswa juga sudah dikenalkan dengan seni-budaya lokal, salah satunya dengan ekstra kulikuler karawitan. “Kalau pedalangan kami belum ada, tapi beberapa murid sejak SD sudah menekuni pedalangan. Maka sekolah memberikan panggung untuk mereka,” katanya.
Semua perlombaan diikuti oleh peserta berkelompok. Setiap sekolah peserta bisa mengirimkan lebih dari satu kelompok. Totalnya, peserta yang mengikuti seluruh perlombaan diperkirakan sekitar 200 anak, yang tersebar dari sekitar 20 SD.
Pada lomba karawitan, juara 1 diraih oleh SD Kanisius Sengkan, Sleman. Salah satu anggota kelompok karawitan SD Kanisius Sengkan, Kanya Dewanti Kurniawan, menuturkan kelompok karawitan dari sekolahnya terdiri dari 20 anak. “Kami mempersiapkan untuk lomba ini sekitar satu bulan,” katanya.
Dalam kelompok tersebut, ia memainkan instrument saron demung. Ia mengaku sudah biasa bermain karawitan karena selain memang diajarkan di sekolah, ia juga mengikuti ekstra kulikuler karawitan. “Gamelan merupakan budaya Jawa, makanya kami ingin lestarikan,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Real Madrid mengumumkan perpisahan Dani Carvajal dan kembalinya José Mourinho sebagai pelatih pada hari yang sama.
Shakira memenangkan kasus pajak di Spanyol setelah delapan tahun. Pengadilan memerintahkan pengembalian dana Rp1,1 triliun.
Arema FC memburu kemenangan atas PSIM Jogja pada laga terakhir Super League 2025/2026 demi memperbaiki posisi klasemen.
MotoGP Catalunya 2026 diwarnai penalti tekanan ban yang membuat Joan Mir kehilangan podium dan mengubah klasemen sementara.
Pemkot Jogja mulai menyiapkan guru dan menggandeng kampus menyambut kebijakan Bahasa Inggris wajib di SD mulai 2027.