Studi Global Ungkap Lonjakan Gangguan Mental pada Remaja
Studi global ungkap gangguan mental kini menjadi penyebab utama kecacatan dunia dengan hampir 1,2 miliar penderita.
Ilustrasi TPR Parangtritis./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Perhubungan (Dishub) dan Polres Bantul siap menurunkan personel serta melakukan rekayasa lalu lintas terkait dengan adanya ribuan orang yang menjalankan tradisi padusan pada Jumat (28/2/2025) sore.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kabupaten Bantul Toto Pamuji mengatakan, meski tidak ada persiapan khusus, Dishub tetap akan mewaspadai adanya kepadatan lalu lintas saat pelaksanaan tradisi padusan, utamanya untuk jalur menuju tempat wisata pantai maupun yang menyediakan acara padusan.
"Personel tetap kami siapkan. Mereka akan membantu kelancaran lalu lintas. Soal rekayasa lalu lintas, nanti kami akan bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Polres Bantul. Soal rekayasa tergantung situasional,” kata Toto, Kamis (27/2/2025).
Menurut Toto, nantinya petugas akan diterjunkan untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas. Khusus untuk kawasan pantai, Dishub akan maksimalkan keberadaan JJLS untuk mengalihkan kepadatan arus lalu lintas. "Pada prinsipnya kami siap, untuk mengatasi adanya kepadatan arus lalu lintas," ucap Toto.
Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana berharap agar masyarakat tetap berhati-hati saat menjalankan aktivitas tradisi padusan, utamanya di kawasan Pantai Selatan Bantul. Jeffry berharap masyarakat untuk menaati peringatan yang ada. "Mewaspadai adanya palung laut yang membahayakan. Oleh karena itu kami minta agar masyarakat tidak mandi di laut karena sangat berbahaya,” ucap Jeffry.
Subkoordinator Kelompok Subtansi Promosi Kepariwisataan Dinas Pariwisata Bantul Markus Purnomo Adi memprediksi setidaknya 7.500 wisatawan akan memadati kawasan pantai seperti Pantai Parangtritis, Depok, Pandansari, Goa Cemara, Cangkring hingga Pantai Baru.
Selain wisata pantai yang dikelola Pemkab Bantul, mereka juga diprediksi mendatangi objek wisata yang dikelola masyarakat maupun swasta, seperti Pasar Kebon Empring hingga Taman Tempuran Cikal untuk melaksanakan tradisi padusan.
BACA JUGA: Jumat, Ribuan Orang Diprediksi Serbu Pantai Selatan Bantul untuk Padusan
Selain itu, Ipung, sapaan akrab Markus Purnomo Adi memperkirakan objek wisata wahana air yang dikelola pihak swasta juga tak luput dari kunjungan wisatawan untuk padusan. "Melihat animo yang cukup tinggi, kami berharap para pengelola destinasi wisata tetap mengedepankan keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan yang melakukan tradisi padusan," kata Ipung.
Setelah tradisi padusan, menurut Ipung, pihaknya memperkirakan akan penurunan drastis jumlah wisatawan ke sejumlah objek wisata di Bantul. Pasalnya masyarakat memilih fokus menjalankan ibadah puasa.
Bahkan, Dispar Bantul pada 2024 mencatat jumlah kunjungan wisatawan selama Ramadan hanya mencapai 98.449 orang. Atau menurun jauh dibandingkan bulan lain yang rata-rata mencapai diatas 135.000. "Penurunannya selama Puasa bisa mencapai 80 persen. Nanti wisatawan akan mulai terlihat di pekan ketiga dan keempat, itu pun banyak diisi acara buka bersama," imbuh Ipung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Studi global ungkap gangguan mental kini menjadi penyebab utama kecacatan dunia dengan hampir 1,2 miliar penderita.
Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada 1.000 perwira TNI-Polri di Seskoad Bandung, sekaligus meresmikan perpustakaan dan museum
BGN berkoordinasi dengan Satgas MBG Polri untuk mengusut maraknya dugaan penipuan jual beli titik SPPG program Makan Bergizi Gratis.
KPK memeriksa tiga ASN Kemenhub sebagai saksi kasus dugaan suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api DJKA Kemenhub.
Kemendag meluncurkan layanan alat ukur SPKLU guna memastikan konsumen kendaraan listrik mendapat daya sesuai pembayaran
Penjualan sapi kurban asal Gunungkidul tembus 4.700 ekor jelang Iduladha 2026. Permintaan naik dibanding tahun lalu.