Perpusda Baru Sleman Masih Menunggu Lampu Hijau Anggaran
Pemkab Sleman masih mengupayakan pembangunan gedung baru Perpusda masuk APBD 2027. Proyek sekitar Rp30 miliar itu menunggu kepastian anggaran.
Beberapa pengendara sedang melintas di Jalan Candi Gebang, Padukuhan Jetis, Kalurahan Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Sabtu (1/3/2025)./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman menyampaikan banjir yang terjadi di Jalan Candi Gebang, Padukuhan Jetis, Kalurahan Wedomartani, Ngemplak, Sleman pada Jumat (28/2/2025) diakibatkan oleh sumbatan pada inlet drainase.
Ketua Tim Kerja Prasarana dan Sarana Dasar Permukiman Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman, Haryadi Widodo, mengatakan lubang inlet drainase tersebut tertutup oleh material dan/ atau sumbatan lain. “Ketika curah hujan ekstrem, akhirnya banjir ke badan jalan. Saluran itu juga masih memiliki dua fungsi, sebagai drainase dan irigasi. Jadi ada pengaruhnya ke kapasitas penampungan air. Jadi isinya air hujan dan air irigasi,” kata Haryadi, Minggu (2/3/2025).
Haryadi menambahkan pihaknya akan membersihkan inlet dan saluran drainase di sepanjang Jalan Candi Gebang. Dengan begitu, dia berharap air mengalir lancar tanpa sendatan, utamanya ketika curan hujan tinggi.
Disinggung ihwal solusi rehabilitasi dan perawatan drainase pasca refokusing anggaran, dia mengatakan DPUPKP akan memaksimalkan dana pemeliharaan untuk mengantisipasi agar arus aliran permukaan yang besar tidak terluang. Dia juga akan mengusulkan rehabilitasi saluran drainase tersebut.
Setidaknya pada 2025, DPUPKP akan membangun drainase di Kapanewon Berbah, Depok, Ngaglik, Mlati, Sleman, Cangkringan, Pakem, Seyegan, Godean, Moyudan, dan Gamping dengan total paket pembangunan drainase ada tujuh.
Menurut catatan DPUPKP Sleman, ada tiga ruas jalan di Kabupaten Sleman yang sering tergenang air/banjir ketika hujan turun, yaitu ruas Jalan Seturan, Depok; sekitar Jembatan Layang Janti, Depok; dan ruas Jalan Jambon, Gamping.
BACA JUGA: Pemkot Jogja Sasar Pemeliharaan dan Pembangunan Saluran Drainase di 7 Titik
Di ruas Jalan Seturan dan Jambon, pelebaran drainase cenderung sulit lantaran ruang yang tersisa sedikit. Apalagi di Jalan Seturan telah berdiri banyak pertokoan.
Meski berada di samping Selokan Mataram, genangan air tidak dapat dialirkan ke selokan tersebut. Ada aturan pelarangan penggunaan Selokan Mataram sebagai hilir pembuangan air.
Lebih jauh, Haryadi tidak dapat memberikan pernyataan mengenai banjir di ruas jalan depan UPN Veteran Yogyakarta yang masuk jalur Ring Road. “Itu bukan wewenang Kabupaten Sleman. Kami tidak berani mengeluarkan pernyataan. Drainasenya juga sama. Kami hanya mengampu jalan-jalan kabupaten,” katanya.
Sementara, Plt Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Sleman, Suwarsono, mengatakan DPUPKP akan menindaklanjuti amblesan yang membuat lubang di salah satu titik badan jalan di Jalan Candi Gebang. “Besok akan kami tindak lanjuti,” kata Suwarsono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman masih mengupayakan pembangunan gedung baru Perpusda masuk APBD 2027. Proyek sekitar Rp30 miliar itu menunggu kepastian anggaran.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.