Tiga Remaja Ditangkap di Simpang Tiga Ahmad Dahlan Karena Bawa Sajam

Lugas Subarkah
Lugas Subarkah Senin, 03 Maret 2025 12:37 WIB
Tiga Remaja Ditangkap di Simpang Tiga Ahmad Dahlan Karena Bawa Sajam

Ilustrasi. /Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Petugas kepolisian menangkap tiga remaja ESK, 14; ASR, 15; dan MIR, 21; di Simpang tiga jalan Nyai Ahmad Dahlan, Kota Jogja, Senin (3/3/2025) pukul 06.30 WIB. Ketiganya ditangkap karena dilaporkan mengendarai sepeda motor sembari membawa senjata tajam berupa celurit.

Kasi Humas Polresta Jogja, AKP Sujarwo, menjelaskan petugas dari Sat Samapta yang sedang berpatroli menerima informasi dari Polsek Kraton terkait adanya rombongan remaja yang melintas di Simpang empat Taman Sari. Rombongan yang menuju ke arah barat tersebut diduga membawa senjata tajam.

Petugas yang mendapatkan adanya informasi tersebut, kata Sujarwo, kemudian melakukan penyisiran ke wilayah Polsek Mantrijeron, Polsek Wirobrajan, Polsek Gondomanan, dan Polsek Kraton.

“Saat menyisir di simpang tiga jalan Nyai Ahmad Dahlan, mereka mendapati satu sepeda motor Honda Beat dengan nomor yang ditumpangi tiga remaja melaju dari arah barat ke selatan,” katanya, Senin (3/3/2025).

Saat hendak dihentikan, ungkap Sujarwo, ketiga remaja tersebut mencoba melarikan diri dan menabrak salah satu motor Kawasaki KLX milik petugas. Alhasil, ketiga remaja tersebut terjatuh. Setelah diperiksa, petugas menemukan barang bukti berupa satu gesper dan satu celurit yang disembunyikan di balik jaket salah satu remaja.

"Mereka kemudian dibawa ke Mapolresta untuk pemeriksaan lebih lanjut," jelas Sujarwo.

Dari hasil pemeriksaan, ESK dan MIT adalah warga Gamping, Sleman, sedangkan ASR warga Danurejan, Kota Jogja. Adapun motif dari ketiag pelaku, Sujarwo menyatakan pihaknya masih melakukan pendalaman.

Atas kondisi tersebut, Sujarwo mengimbau agar orang tua lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya, terutama pada malam hari. Sebab, fenomena kejahatan jalanan oleh remaja baik tawuran atau semacamnya kerap terjadi pada bulan Ramadan, khususnya setelah sahur.

"Kami harapkan peran aktif orang tua untuk mengawasi anak-anaknya agar tidak terlibat dalam kegiatan negatif seperti tawuran, perang sarung, bermain petasan, balap liar, dan tindakan berbahaya lainnya," ucapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online