Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Petugas kepolisian menangkap tiga remaja ESK, 14; ASR, 15; dan MIR, 21; di Simpang tiga jalan Nyai Ahmad Dahlan, Kota Jogja, Senin (3/3/2025) pukul 06.30 WIB. Ketiganya ditangkap karena dilaporkan mengendarai sepeda motor sembari membawa senjata tajam berupa celurit.
Kasi Humas Polresta Jogja, AKP Sujarwo, menjelaskan petugas dari Sat Samapta yang sedang berpatroli menerima informasi dari Polsek Kraton terkait adanya rombongan remaja yang melintas di Simpang empat Taman Sari. Rombongan yang menuju ke arah barat tersebut diduga membawa senjata tajam.
Petugas yang mendapatkan adanya informasi tersebut, kata Sujarwo, kemudian melakukan penyisiran ke wilayah Polsek Mantrijeron, Polsek Wirobrajan, Polsek Gondomanan, dan Polsek Kraton.
“Saat menyisir di simpang tiga jalan Nyai Ahmad Dahlan, mereka mendapati satu sepeda motor Honda Beat dengan nomor yang ditumpangi tiga remaja melaju dari arah barat ke selatan,” katanya, Senin (3/3/2025).
Saat hendak dihentikan, ungkap Sujarwo, ketiga remaja tersebut mencoba melarikan diri dan menabrak salah satu motor Kawasaki KLX milik petugas. Alhasil, ketiga remaja tersebut terjatuh. Setelah diperiksa, petugas menemukan barang bukti berupa satu gesper dan satu celurit yang disembunyikan di balik jaket salah satu remaja.
"Mereka kemudian dibawa ke Mapolresta untuk pemeriksaan lebih lanjut," jelas Sujarwo.
Dari hasil pemeriksaan, ESK dan MIT adalah warga Gamping, Sleman, sedangkan ASR warga Danurejan, Kota Jogja. Adapun motif dari ketiag pelaku, Sujarwo menyatakan pihaknya masih melakukan pendalaman.
Atas kondisi tersebut, Sujarwo mengimbau agar orang tua lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya, terutama pada malam hari. Sebab, fenomena kejahatan jalanan oleh remaja baik tawuran atau semacamnya kerap terjadi pada bulan Ramadan, khususnya setelah sahur.
"Kami harapkan peran aktif orang tua untuk mengawasi anak-anaknya agar tidak terlibat dalam kegiatan negatif seperti tawuran, perang sarung, bermain petasan, balap liar, dan tindakan berbahaya lainnya," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Kemlu RI siapkan langkah perlindungan bagi WNI peserta Global Sumud Flotilla yang dicegat Israel di Laut Mediterania menuju Gaza.
Harga emas Pegadaian hari ini turun. Emas Antam Rp2,861 juta, UBS Rp2,788 juta, dan Galeri24 Rp2,756 juta per gram.
Jadwal Bus Malioboro–Parangtritis hari ini, tarif Rp12.000, solusi wisata hemat dan praktis di Yogyakarta.
Noel mempertanyakan tuntutan kasus korupsi K3 Kemenaker karena selisih hukuman dengan terdakwa lain dinilai terlalu tipis.
Jadwal SIM Kulonprogo 19 Mei 2026, tersedia layanan di Mal Pelayanan Publik Kulonprogo.