Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Ilustrasi kejahatan jalanan/Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, JOGJA—Kejahatan jalanan kembali marak memasuki bulan Ramadan di beberapa wilayah di DIY. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY pun mengimbau sekolah dan orang tua mengaasi putra-putrinya.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Suhirman, menjelaskan pihaknya sudah menyampaikan Surat Edaran ke sekolah-sekolah dari sebelum memasuki bulan ramadan, untuk mengarahkan kegiatan positif bagi para siswa.
“Mulai dari bangun pagi beribadah, tidur cepat dan seterusnya itu. Jadi kami sudah menyampaikan edaran ke sekolah-sekolah untuk program Tujuh Anak Indonesia Hebat itu untuk membentengi salah satunya adalah kejahatan jalanan,” ujarnya, Senin (3/3/2025).
BACA JUGA: 6 Orang yang Diduga Terlibat Tawuran di Jalan Parangtritis Ditangkap
Menurutnya, orang tua harus mengetahui setelah pukul 22.00, posisi anaknya dimana. Anak juga harus melaporkan kegiatannya. “Jadi setiap siswa kan pembelajarannya ada dari rumah dan dari sekolah. Nah saat di luar melaporkan ke guru dan orangtua, itu ada di surat edaran kami,” paparnya.
Untuk kegiatan di sekolah, siswa diarahkan untuk kegiatan peningkatan iman dan ketaqwaan. Untuk hal tersebut, jam pelajaran setiap harinya dikurangi 10 menit. “Makanya kami kurangi 10 menit pembelajaran, untuk itu untuk pendidikan karakter,” kata dia.
Untuk siswa yang melakukan kegiatan negative seperti kejahatan jalanan atau tawuran, ia akan berkoordinasi dengan pihak sekolah. “Iya seperti yang dulu pernah terjadi, kami juga koordinasi dengan sekolah yang terlibat itu kemudian dengan beberapa OPD yang lain,” ungkapnya.
Adapun tindakan ke siswa yang kedapatan melakuakn tindakan negative tersebut, akan dicermati terlebih dahulu pelanggarannya seperti apa. “Jadi harus jeli kita memberikan bimbingan kepada siswa, harus jeli supaya tepat tindakan kita,” paparnya.
Seperti diketahui, aksi kejahatan jalanan yang melibatkan kelompok remaja kembali marak terjadi di awal Ramadan ini. Beberapa kejadian seperti di Bantul, Kota Jogja dan Kulonprogo. Beberapa remaja yang ditangkap polisi kedapatan membawa senjata tajam.
BACA JUGA: Ribut-Ribut di Jalan Samas, Polisi Beri Tembakan Peringatan
Kadiv Humas Jogja Police Watch (JPW), Baharuddin Kamba, mengatakan berdasarkan data JPW, sepanjang 2024 terdapat 12 kasus kejahatan yang terjadi di wilayah hukum Polda DIY. “Selama bulan Ramadan mulai tahun 2018 sampai 2024 aksi ‘klitih’ kerap terjadi di wilayah DIY,” katanya.
JPW meminta aparat kepolisian untuk rutin menggelar razia guna mencegah aksi kejahatan jalanan khususunya selama bulan Ramadan tahun 2025 ini termasuk juga perlu mengawasi kegiatan Sahur on The Road (SOTR) yang kerap dijadikan ajang keliling-keliling oleh remaja selama bulan puasa.
“Razia selama Ramadan perlu rutin dilakukan termasuk melakukan razia terhadap peredaran minuman keras atau miras. Karena tak jarang pelaku ‘klitih’ lebih dulu mengkonsumsi miras saat melakukan aksi ‘klitih’,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Kiper 16 tahun Athaullah Daib motoran dari Gunungkidul ke Jogja demi latihan PSIM setelah dipromosikan dari EPA U-16 ke tim senior.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.