Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Menteri Agama, Nasaruddin Umar saat menerima surat Gubernur DIY terkait permohonan pembangunan embarkasi haji yang didukungnya. Dok Istimewa
Harianjogja.com, KULONPROGO—Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kulonprogo menyebut telah ada persetujuan pembangunan embarkasi haji tersebut di wilayahnya. Rencana pembangunan akan dilakukan 2026 mendatang, sedangkan pada tahun ini dilakukan persiapan administratif dan penyediaan lahan.
Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Kulonprogo, Mulyono menjelaskan pihaknya menyambut baik rencana tersebut karena akan memudahkan layanan haji di Kulonprogo. "Terutama memudahkan jamaah haji karena bisa terlayani secara lebih dekat," katanya.
Mulyono menyebut pihaknya akan terus mendukung upaya itu terutama dengan koordinasi dengan Pemkab Kulonprogo. "Dana pembangunnya nanti akan dibahas lebih lanjut, ada dua kemungkinan dari pemerintah atau investor swasta," katanya, Senin (3/3/2025).
Kepala Kemenag Kulonprogo, Wahib Jamil menjelaskan Menteri Agama, Nasaruddin Umar menyambut baik rencana itu. "Surat dari Gubernur DIY untuk pengajuan embarkasi haji di Kulonprogo sudah diterima langsung oleh Pak Menteri pada 25 Februari lalu," jelasnya.
BACA JUGA: Cabai Rawit Merah Sentuh Rp100 Ribu, Kota Jogja Tak Dapat Alokasi OP dari Pusat
Wahib menjelaskan atas permintaan pembangunan embarkasi haji di Kulonprogo ini, Menteri Nasaruddin langsung memerintahkan tenaga ahli Kemenag dan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh. "Diperintahkan untuk segera menindaklanjuti rencana pembangunan embarkasi haji itu," terangnya.
Rencana ini diharapkan mampu menyediakan layanan ibadah haji lebih optimal lagi di DIY, jelas Wahib, yang sasarannya jamaah dari Jawa Tengah bagian selatan dan barat. "Harapan kami juga bisa terwujud dengan lancar agar masyarakat makin terlayani dengan baik," katanya.
Sebelumnya Bupati Kulonprogo Agung Setyawan menyebut pihkanya tengah mempersiapkan lahan untuk pembangunan embarkasi haji itu. Pemkab juga sudah berkoordinasi dengan Pemda DIY atas rencana itu.
Lahan yang tengah dipersiapkan untuk dibangun embarkasi haji ini seluas 6 sampai 13 hektare. "Di satu titik lokasi, dimananya masih belum bisa kami sampaikan," terangnya.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X juga sudah memberikan arahan kepada Pemkab Kulonprogo, menurut Agung, agar menggunakan model buble hotel dalam mendukung rencana embarkasi haji ini. "Sudah empat hotel yang kami lakukan penjajakan kerja sama ini yang nanti akan menyediakan paket ibadah haji juga," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Polsek Prambanan dan Pos Lantas Mitra 11 menyita 10 motor saat razia balap liar di wilayah Prambanan, Klaten.
Pendaki Gunung Muria di Kudus jatuh ke jurang sedalam 40 meter di jalur Argopiloso dan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Korlantas Polri siaga 24 jam selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus untuk antisipasi lonjakan kendaraan dan kemacetan.
Meutya Hafid mengungkap hampir 200 ribu anak di Indonesia terpapar judi online, termasuk 80 ribu anak di bawah usia 10 tahun.
Mentan Amran melepas ekspor pupuk urea ke Australia senilai Rp7 triliun untuk memperkuat industri pupuk nasional dan pasar global.