Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Pedagang sayur mayur dan cabai di Pasar Kolombo menata dagangannya, Senin (13/1/2025).
Harianjogja.com, JOGJA—Harga bahan pangan khususnya cabai di Kota Jogja mengalami kenaikan pada awal bulan Ramadan ini. Meski demikian, Kota Jogja tidak mendapat alokasi Operasi Pasar (OP) dari Pemerintah Pusat.
Kabid Ketersediaan, Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Jogja, Sri Riswanti, menjelaskan untuk komnoditas yang mengalami kenaikan harga yakni cabai. “Yang sedikit mengalami kenaikan cabai rawit merah, cabai merah keriting,” katanya, Senin (3/3/2025).
BACA JUGA: Polda DIY Terjunkan Satgas Pangan untuk Cek Distributor Sembako, Ini Hasilnya
Dari Laporan Bahan Pangan Pokok Dinas Perdagangan Kota Jogja per Senin (3/3/2025), harga cabai merah keriting Rp60.000 per kg, cabai merah besar Rp65.000 per kg dan cabai rawit merah Rp100.000 per kg. Sementara untuk komoditas lainnya relative stabil.
Ia menuturkan terkait dengan operasi pasar perintah presiden, Kota Jogja tidak mendapatkan alokasi titik. Operasi pasar dalam program ini digelar di kantor pos-kantor pos, dengan pertimbangan stabilitas harga dan pasokan di suatu daerah.
“Karena penentuannya berdasarkan tinjauan stabilitasasi di sebuah daerah. Apakah ada harga yang melebihi HET, adanya fluktuasi harga. Kebetulan Kota Jogja dari hasil skrining Kementerian pertanian, harganya stabil dan pasokannya lancar,” paparnya.
BACA JUGA: Hari Kedua Puasa, Harga Beras dan Minyakita Masih Mahal
Meski demikian, Pemkot Jogja juga melaksanakan operasi pasar dengan anggaran dari APBD Kota Jogja. Operasi pasar ini akan dimulai di minggu pertama Maret, setelah program pasar murah di kemantren selesai dilaksanakan.
“Pasar murah selesai 6 Maret. Nanti kita sambung dengan operasi pasar di empat pasar, yakni Beringharjo, Kranggan, Prawirotaman dan Demangan. Untuk operasi pasar ini kuotanya 48 ton yang akan didistribusikan ke empat pasar itu,” kata dia.
Operasi pasar ini akan berlangsung selama dua minggu, dengan sasaran subsidi kepada pedagang sebesar Rp2.000 per kg dipotong pajak. “Sasarannya ke pedagang. Harapannya pedagang dengan subsidi itu, lonjakan harga bisa terantisipasi. Fokusnya di bahan pokok, beras, minyak, gula pasir, tepung terigu, telur,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni magang nasional hingga 15 Mei 2026 dengan sertifikat resmi BNSP.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.
Lima weton diprediksi perlu ekstra waspada pada Rabu Kliwon 13 Mei 2026, mulai konflik hingga persoalan finansial.