Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api di Bromo
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Ilustrasi umat muslim membayarkan zakat fitrah kepada panitia amil zakat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (9/6)./Antara-M Agung Rajasa
Harianjogja.com, JOGJA—Satu kewajiban yang harus dilaksanakan umat Islam baik laki-laki maupun perempuan di bulan Ramadan adalah membayar zakat fitrah. Zakat fitrah merupakan salah satu rukun Islam keempat yang harus ditunaikan. Lantas berapa besaran zakat fitrah untuk wilayah Jogja dan kapan waktu yang tepat dikeluarkan? berikut penjelasannya.
Dilansir dari laman Baznas RI, waktu Zakat Fitrah ditunaikan sejak awal Ramadan dan paling lambat dilakukan sebelum pelaksanaan salat Idulfitri. Sementara itu, penyalurannya kepada mustahik (penerima zakat) paling lambat dilakukan sebelum pelaksanaan salat Idulfitri.
Para ulama, termasuk di antaranya Shaikh Yusuf Qardawi telah membolehkan zakat fitrah ditunaikan dalam bentuk uang yang setara dengan 1 sha` gandum, kurma atau beras. Nominal zakat fitrah yang ditunaikan dalam bentuk uang, menyesuaikan dengan harga beras yang dikonsumsi.
Badan Amil Zakat Kota Jogja telah menetapkan besaran minimal zakat fitrah pada Ramadan 1446 Hijriah (2025) yang harus dikeluarkan. Baznas menetapkan zakat fitrah beras minimal 2,5 kilogram/ jiwa. Jika dikonversi dalam bentuk rupiah ini setara dengan Rp 37.500. Sementara untuk fidyah beras ditetapkan minimal 0,75 kilogram atau setara dengan Rp 11.250.
BACA JUGA: Ini Enam Syarat Wajib Berpuasa Ramadan dan Syarat Sahnya Puasa
Ketetapan tersebut berdasarkan Musyawarah ini turut diikuti oleh MUI, DMI, PCNU, PD Muhammadiyah, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja, Bagian Kesra Pemkot Jogja, hingga Kementerian Agama Kota Jogja.
Kepala Pelaksana Baznas Kota Jogja Misbahrudin mengatakan zakat fitrah diwujudkan dalam bentuk beras ataupun yang dikonversikan dengan uang. Hal ini mengacu pada Peraturan Menteri Agama dan Fikih Zakat Kontekstual Indonesia yang diterbitkan Baznas RI. Dalam ketentuan peraturan tersebut zakat fitrah beras sejumlah 2,5 kilogram/ jiwa.
“Itu merupakan ukuran berat minimal sehingga kalau ada yang mengeluarkan lebih dari itu juga dibenarkan. Begitu juga ketika dikonversi dalam rupiah besarannya menyesuaikan harga umum yang berlaku di masyarakat. Kalau ada yang mengeluarkan lebih besar dari harga konversi yang ditetapkan juga dibolehkan,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.
Lomba menyanyi Manunggal Fair Kulonprogo batal mendadak. Peserta kecewa karena sudah datang dan menyiapkan penampilan.