Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Ilustrasi penerima zakat./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Baznas DIY akan menyalurkan sejumlah program pada bulan Ramadan 1446 hijriyah ini. Mulai dari pembagian ribuan paket logistik, pendistribusian zakat fitrah, layanan posko mudik hingga pemberdayaan ekonomi.
Ketua Baznas DIY, Puji Astuti, menjelaskan pada bulan suci Ramadan tahun ini, Baznas DIY akan menyalurkan beberapa program, yakni 2.500 paket logistik, 300 paket Ramadan Bahagia untuk marbot dan kelompok difabel, pendistribusian zakat fitrah sebanyak 13.000 kg beras, menyediakan layanan Posko Mudik dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Selain itu, ada pula program Baznas micro finance masjid. Yaitu, pinjaman produktif dan tanpa bunga dari Baznas bagi lingkungan di sekitar masjid untuk usaha, yang dikoordinir oleh takmir masjid setempat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (9/3/2025).
Dengan adanya program pinjaman produktif itu, diharapkan nantinya di lingkungan masjid menjadi lebih mandiri dan lebih sejahtera, serta dapat memakmurkan masjid yang bersangkutan.
BACA JUGA: Aksi Hari Perempuan Sedunia 2025 di Jogja, Negara Masih Abai Pada Kelompok Rentan
Lalu pada program ZIS, terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hal itu, ditandai dengan berbagai capaian prestasi seperti Penghargaan strategi sebagai Bazanas tingkat provinsi dengan kategori pelaporan terbaik se-Indonesia, berkontribusi atas capaian Adinata Syariah Pemda DIY sebagai koordinator keuangan sosial syariah dan lainnya.
Salah satu program pemberdayaan ekonomi Baznas DIY yakni Pasar Halal Digital Preneur. Penerima progam Pasar Halal Digital Preneur dari Komunitas Motor Difabel (KMD), Waluyo, mengatakan melalui program ini, sejumlah difabel mendapat pelatihan digital.
“Saya sampaikan banyak terima kasih kepada Baznas dan Pemda DIY, yang telah mensupport untuk kegiatan difabel dan non difabel. Semoga Pemerintah Daerah dan Baznas, kedepannya terus mensupport kegiatan-kegiatan difabel,” ungkapnya.
Waluyo mengungkapkan, awalnya ia adalah pedagang madu yang tidak mengenal digital marketing. Namun, berkat pelatihan digital yang diberikan oleh Baznas, kini dirinya mampu menjual dagangannya melalui media sosial, seperti tiktok dan instagram.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Penyintas KDRT di Salatiga memilih bercerai demi anak setelah bertahun-tahun mengalami kekerasan dan kini bekerja di luar negeri.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Cidro Asmoro tayang 8 Oktober di bioskop. Film ini membawa konsep Jawanisasi Modern dengan musik, drama dan komedi.
Menhub Dudy Purwagandhi menyebut aturan impor KRL merupakan kewenangan Kemendag dan KAI belum mengajukan usulan resmi.
WIG 2026 resmi dibuka di Solo. Solo dan Jogja menjadi pusat rangkaian untuk membawa gastronomi Indonesia menuju pengakuan global.