Komitmen Perpustakaan USD Alih Aksara Lontar Kuno
Dari komitmennya mentransliterasi atau alih aksara lontar dan naskah kuno, Perpustakaan Universitas Sanata Dharma (PUSD) meraih Anugerah Kebudayaan DIY 2024.
Masjid Pathok Negara - Harian Jogja/Anisatul Umah
Harianjogja.com, JOGJA—Masjid menjadi salah satu pilar dalam berdirinya Kraton Jogja. Di samping Masjid Gedhe yang berada di pusat pemerintahan, Kraton Jogja juga membangun masjid di empat penjuru mata angin. Keempat masjid ini kemudian disebut
Secara makna kata, pathok berarti sesuatu yang ditancapkan sebagai batas atau penanda. Pathok juga bisa berarti aturan, pedoman, atau dasar hukum. Sementara negara berarti negara, kerajaan, atau pemerintahan. Sehingga pathok negara bisa diartikan sebagai batas wilayah negara atau pedoman bagi pemerintahan negara.
BACA JUGA: Puluhan Anak di Bantul Diduga Keracunan Makanan Buka Bersama di Masjid
Posisi Masjid Pathok Negara berada di wilayah pinggiran Kuthanegara, tepat berada di perbatasan wilayah Negaragung. Kuthanegara dan Negaragung adalah sistem pembagian hirarki tata ruang dalam wilayah kerajaan Mataram Islam. Apabila wilayah Kuthanegara merupakan pusat pemerintahan berada, maka Negaragung adalah wilayah inti kerajaan, yang berfungsi sebagai pelingkup atau penyangga pusat pemerintahan.
Masjid Pathok Negara memiliki fungsi sebagai pusat pendidikan, tempat upacara atau kegiatan keagamaan, bagian dari sistem pertahanan, sekaligus bagian dari sistem peradilan keagamaan (Pengadilan Surambi). Pengadilan ini memutus hukum perkara pernikahan, perceraian, atau pembagian waris. Sementara untuk hukum yang lebih besar (perdata atau pidana) diputus di pengadilan Kraton Jogja.
Keempat Masjid Pathok Negara dibangun di masa Sri Sultan HB I. Masjid-masjid ini meliputi Masjid Jami’ An-nur di Mlangi (Barat), Masjid Jami’ Sulthoni di Plosokuning (Utara), Masjid Jami’ Ad-Darojat di Babadan (Timur), dan Masjid Nurul Huda di Dongkelan (Selatan).
Di dalam falsafah Jawa, ada istilah kiblat papat limo pancer, atau dikenal juga dengan mancapat-mancalima. Falsafah ini diwujudkan dengan posisi empat Masjid Pathok Negara di empat penjuru mata angin, dengan Masjid Gedhe sebagai pusatnya. Hal ini adalah perwujudan konsep mandala. Jumlah tumpang pada atap digunakan sebagai pembeda antara posisi Masjid Gedhe sebagai pusat, dan keempat masjid lainnya sebagai penjuru.
Mandala dalam konsep pemerintahan merupakan penggambaran keharmonisan antara makrokosmos dengan mikrokosmos (rakyat dan pusat kekuasaan). Dalam bahasa Jawa dikenal sebagai Manunggaling Kawulo Gusti.
Di samping konsep mandala, terdapat juga konsep “dunia waktu”, yaitu penggolongan empat dimensi ruang yang berpola empat penjuru mata angin dengan satu pusat. Konsep ini merupakan penggambaran kesadaran diri manusia akan hubungan yang tidak terpisahkan antara dirinya dengan alam semesta.
BACA JUGA: Ribuan Pengunjungi Padati Festival Ramadan di Masjid Gede Mataram Kotagede Setiap Harinya
Makna terdalam dari konsep ini, apabila manusia mampu mengendalikan eksistensi ganda elemen kehidupan, maka akan tercapai kesempurnaan lingkaran mandala di dalam dirinya. Maka keberadaan Masjid Pathok Negara dengan Masjid Gedhe di tengahnya ini, memberi peringatan kepada para penghuninya agar mengenali dirinya sendiri serta menyatu dengan alam semesta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dari komitmennya mentransliterasi atau alih aksara lontar dan naskah kuno, Perpustakaan Universitas Sanata Dharma (PUSD) meraih Anugerah Kebudayaan DIY 2024.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.
Lima weton diprediksi perlu ekstra waspada pada Rabu Kliwon 13 Mei 2026, mulai konflik hingga persoalan finansial.
Jadwal misa dan ibadah Kenaikan Yesus 2026 di Jogja lengkap dari Kotabaru, Ganjuran hingga GKJ Ambarrukmo.
Kemudahan akses investasi digital yang kian masif justru memicu meningkatnya risiko bagi generasi muda, sehingga literasi keuangan dinilai menjadi kebutuhan.