Jalan Pantai Cangkring-Tanggultirto Putus, DPRD Bantul Usulkan Perbaikan Lewat BTT
Jalan Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul putus akibat abrasi. DPRD mengusulkan perbaikan lewat BTT dan meminta rute dikaji ulang.
Hujan deras - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL–Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Bantul pada Selasa (11/4/2025) sore menyebabkan berbagai dampak di delapan titik, tersebar di Kapanewon Kasihan dan Pleret.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mencatat dua titik terdampak langsung akibat angin kencang serta enam titik lainnya terjadi pohon tumbang yang menghambat akses jalan dan merusak fasilitas umum.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Agus Yuli Herwanta menyampaikan, pihaknya bersama berbagai instansi terkait telah melakukan penanganan dan pemantauan di lokasi terdampak.
“Kami langsung berkoordinasi dengan tim di lapangan untuk menangani pohon tumbang serta memastikan tidak ada korban akibat kejadian ini,” ujarnya.
Sejumlah fasilitas umum dan jaringan listrik ikut terdampak, menyebabkan gangguan di beberapa wilayah. PLN bersama BPBD dan komunitas sukarelawan kebencanaan (FPRB) setempat segera turun tangan untuk menangani gangguan aliran listrik yang terjadi. Selain itu, warga juga turut serta dalam upaya pembersihan dan pemulihan di sekitar area terdampak.
"Objek terdampak berupa rumah, akses jalan, jaringan listrik dan juga fasilitas umum, tapi tidak ada yang terdampak parah," katanya.
BPBD Bantul mengimbau warga untuk lebih waspada terhadap dampak cuaca ekstrem, terutama kemungkinan pohon tumbang dan banjir lokal akibat curah hujan tinggi. Masyarakat diminta untuk memangkas pohon yang berpotensi tumbang serta mengamankan barang-barang berharga dari kemungkinan genangan air.
Selain itu, bagi pengendara yang melintas di daerah rawan pohon tumbang, diimbau untuk lebih berhati-hati dan mencari jalur alternatif jika terjadi gangguan di jalan.
“Kami juga mengingatkan warga untuk selalu mengikuti informasi cuaca terbaru dari BMKG agar dapat mengambil langkah antisipasi dengan lebih baik,” tutup Agus Yuli.
Kepala Stasiun Meteorologi Jogja, Warjono mengatakan, potensi cuaca ekstrem masih akan berlangsung hingga April 2025 di wilayah setempat. Fenomena ini terjadi karena peralihan musim dari hujan ke kemarau yang memicu hujan lebat disertai angin kencang.
"Potensi hujan deras masih tinggi di wilayah Sleman, Kulon Progo, dan Bantul, terutama pada dasarian ketiga Maret. Bahkan, Bantul diprediksi menjadi wilayah yang paling berpotensi mengalami hujan lebat," ungkap Warjono.
Ia juga menyoroti kemungkinan munculnya angin puting beliung yang sering terjadi di daerah datar, seperti Sleman bagian barat serta beberapa wilayah di Bantul. Selain itu, pergerakan angin juga diprediksi dapat mencapai wilayah Kota Jogja.
“Untuk tiga hari ke depan, hujan deras masih akan terjadi di hampir seluruh wilayah DIY, terutama di Sleman, Kota Jogja, dan Bantul bagian utara. Kami mengimbau masyarakat untuk waspada dan mempersiapkan segala sesuatu guna menghadapi potensi cuaca buruk,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jalan Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul putus akibat abrasi. DPRD mengusulkan perbaikan lewat BTT dan meminta rute dikaji ulang.
BTS menjadi grup pop pertama yang mencatat penjualan tiket kumulatif lebih dari US$500 juta atau sekitar Rp8,95 triliun.
LHKPN mencatat harta Listyo Sigit Rp15,34 miliar, Dedi Prasetyo Rp13,05 miliar, dan Fadil Imran Rp9,96 miliar.
Kebakaran supermarket bangunan di Berbah, Sleman, masih ditangani. Damkar kesulitan menembus basemen karena akses sempit dan barang mudah terbakar.
Timnas Indonesia lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menang 9-2 atas Bangladesh dan unggul selisih gol dari Malaysia.
DPC Gerindra Sleman membangun kantor permanen di Jalan Magelang. Ditargetkan rampung Februari 2027 dan menjadi rumah aspirasi masyarakat.