WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Kondisi arus lalu lintas di Jalan Malioboro, Minggu (26/1/2025)./Harian Jogja-Alfi Annissa Karin
Harianjogja.com, JOGJA—DIY diperkirakan masih menjadi tujuan wisata favorit pada libur lebaran 2025. Diperkirakan jumlah wisatawan lebaran kali ini akan melampaui jumlah wisatawan pada libur dan tahun baru.
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi, menjelaskan dari data Kementerian Perhubungan, Jogja masih menjadi tujuan utama mudik dan pariwisata. “Kenyamanan pemudik dan wisatawan tetap menjadi prioritas. Dalam waktu dekat ini akan kami koordinasi tingkat pimpinan,” ujarnya, kamis (13/3/2025).
Ia menurutkan pada libur tahun baru 2025, angka kunjungan ke DIY sekitar 500.000 wisatwan. Kemudian pada libur Natal 2024 1 juta. “Ini [libur lebaran] mestinya lebih dari itu. Mungkin 1,5 juta mungkin akan tercapai,” ungkapnya.
Hal ini dipengaruhi oleh jalur masuk baru yang akan dioperasikan secara fungsional melalui exit tol Tamanmartani. Ia memperkirakan kenaikan jumlah wisatawan dibanding libur lebaran tahun sebelumnya bisa mencapai 20%-30%.
BACA JUGA: Tol Jogja-Solo Dibuka Fungsional hingga Exit Toll Tamanmartani Sleman, Ini Tarif Resminya
“Yang penting adalah kemaren statmen dari Menteri Perhubungan bahwa DIY masih termasuk kunjungan utama dari pemudik. Ini yang kemudian kita harus siap-siap. Tapi angkanya berapa yang memakai transportasi darat belum sampai ke kami,” kata dia.
Pelaku Wisata Harus Siapkan Pelayanan Terbaik
Menyambut wisatawan libur lebaran ini, ia mengimbau untuk para pelaku wisata agar mempersiapkan pelayanan sebaik-baiknya. Keamanan dan kenyamanan wisatawan menjadi prioritas bagi pelaku wisata baik di industri pariwisata, destinasi maupun desa wisata.
“Kemaren kami mengadakan pertemuan dengan pokdarwis [Kelompok Sardar Wisata], untuk betul-betul memastikan pelayanan dan fasilitas termasuk di desa wisata siap menerima wisatawan yang hadir ke sana,” ujarnya.
Ia juga mengimbau agar tidak terjadi penumpukan wisatawan di satu destinasi atau desa wisata karena akan menimbulkan ketidaknyamanan. “Agar dicegah penumpukan yang terlalu banyak di destinasi wisata, terutama yang desa wisata. Saya rasa mereka sudah lebih dari siap karena ini masa panennya mereka,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Penjualan sapi kurban asal Gunungkidul tembus 4.700 ekor jelang Iduladha 2026. Permintaan naik dibanding tahun lalu.
Sebanyak 28 orang tewas dan dua lainnya hilang akibat longsor tambang emas ilegal di Angola barat laut, termasuk 13 korban dari satu keluarga.
Bareskrim memastikan blackout di Sumatra bukan sabotase, melainkan dampak cuaca ekstrem yang merusak jaringan transmisi listrik di Jambi.
JAECOO telah mengirimkan 16.000 unit J5 EV ke konsumen Indonesia. SUV listrik ini dibanderol mulai Rp279,9 juta.
Daftar mobil listrik murah 2026 di Jogja mulai Rp100 jutaan, cocok untuk mobilitas harian dan hemat biaya BBM