Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, berfoto bersama anggota DPRD DIY, Kamis (13/3/2025)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY memperingati Hari Jadi DIY ke 270 pada Kamis (13/3/2025). Momentum ini diharapkan bisa menjadi refleksi bagi semua pihak. Masyarakat harus menjadi subjek yang berperan dalam membangun DIY.
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, menjelaskan peristiwa Hari Jadi DIY ke 270 ini diharapkan tidak hanya menjadi peristiwa Sejarah saja. “Tidak hanya bicara sejarah, tapi bagaimana partisipasi masyarakat menjadi subjek di dalam membangun jogja masa depan,” katanya di DPRD DIY.
Ia berharap masyarakat tidak hanya mengandalkan pemerintah, tapi ikut berperan bersama-sama. “Bagaiman masyarakat yang kreatif dan inovatif untuk sama-sama. Untuk membangun rasa nyaman dan aman juga masyaraakat perlu berpartisipasi,” katanya.
Menurutnya, masyarakat adalah subjek yang harus terlibat dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan. “Jadi bagaiman maysarakat bisa jadi subjek di dalam kita berproses menghadapi tantangan masa depan,” ungkapnya.
Ketua DPRD DIY, Nuryadi, menuturkan Hari Jadi DIY diambil dari Perjanjian Giyanti, sehingga diperingati setiap 13 maret sebagai hari jadi DIY. “Dihitung dari Perjanjian Giyanti, kita sudah berusia 270 tahun, sudah tua. Walaupun masih banyak di sana-sini [persoalan] belum selesai,” ungkapnya.
BACA JUGA: 1,5 Juta Wisatawan Diprediksi Kunjungi DIY Selama Libur Lebaran 2025
Ia mengatakan selama ini DPRD DIY dan Pemda DIY berjuang untuk menjadi Daerah Istimewa, dengan konsekuensi pemerintah pusat memberikan dana keistimewaan. “Tapi belum bisa menuntaskan yang ada di sini. Tapi kami sebagai wakil rakyat berkeinginan kedepan sebagai pelayan masyarakat semakin menuju kesejahteraan,” kata dia.
Wakil Ketua 2 DPRD DIY, Imam Taufik, menyampaikan tema peringatan Hari Jadi DIY ke-270 ini Tumata Tuwuh Ngembaka. “Itu didasari satu harapan besar baik dari internal Pemda DIY ataupun masayarakt, bahwa kedepan Pemda DIY harus dikawal untuk menjalankan tata kelola pemerintahan yang baik,” ujarnya.
Kemudian Tuwuh Ngrembaka bermakna dari sisi ekonomi dan kesejahteraan semakin bagus. Diikuti tantangan yang tidak kecil, bahwa DIY dinyatakan provinsi yang miskin di Jawa. “Ini tantangan besar bagaimana Tuwuh Ngrembaka bisa dirasakan masyarakat,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Pemkab Sleman mendukung PSS dengan penambahan fasilitas Stadion Maguwoharjo. Tim kementerian telah meninjau stadion.
Layanan investasi emas di BRImo didukung oleh PT Pegadaian (Persero) sebagai pelopor layanan Bank Emas (Bullion Bank) di Indonesia
Lomba Lukis Anak DIY-Kyoto 2026 digelar di Sleman pada 23 Agustus. Sebanyak 20 peserta terbaik akan mewakili Sleman di tingkat DIY.
Presiden Prabowo Subianto meluncurkan motor listrik nasional (Molinas) beserta ekosistem pendukungnya yang diproduksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang
Prabowo menyiapkan skema tukar tambah motor bensin dengan motor listrik serta pembiayaan bunga rendah untuk masyarakat.