Animo Pencari Kerja Sleman Minim, Taksi Pekerja Sepi Peminat
Disnaker Sleman mencatat 129 pencari kerja mengikuti Taksi Pekerja pada 2026. Namun, animo masyarakat dalam kegiatan rekrutmen masih minim.
Ilustrasi miras. - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sleman menyampaikan ada 10 outlet penjual minuman keras atau minuman beralkohol yang membuka gerai lagi setelah sempat ditutup. Atas hal ini, Satpol PP akan melakukan penutupan lagi bersama aparat penegak hukum.
Kepala Satpol PP Sleman, Shavitri Nurmala Dewi, mengatakan Satpol PP bersama aparat penegak hukum sempat menutup 26 outlet miras pada Oktober 2024.
“Dulu dulu kami sepakat penjualan miras ilegal ditutup berarti tutup permanen. Tapi sekarang ternyata buka lagi. Ada police line juga dulu,” kata Shavitri ditemui di kantornya, Selasa (18/3/2025).
BACA JUGA: Puluhan Tempat Penjualan Miras Ilegal di Sleman Ditertibkan
Shavitri menambahkan ada outlet yang memang secara terang-terangan buka. Ada juga outlet yang buka atau ada aktivitas penjualan dengan pintu tertutup. Satpol PP akan fokus pada sepuluh outlet tersebut agar segera dilakukan penutupan kembali.
Satpol PP berencana bertemu Bupati Sleman guna membahas persoalan penjualan miras ilegal. Mereka akan meminta arahan sebelum mengambil tindakan.
“Laporan mengenai penjualan miras sudah masuk ke kami. Entah ini memang yang sempat kami buka atau buka baru,” katanya.
Shavitri sempat menyampaikan outlet miras yang ditutup serentak pada Juli dan Agustus 2024 ada 28 tempat yang tersebar di sembilan kapanewon, seperti Depok, Ngaglik, Ngemplak, Sleman, Mlati, Berbah, Seyegan, Godean, dan Gamping.
Petus juga sempat menempelkan stiker yang memuat informasi bahwa outlet tersebut ilegal. Dasar penutupan ini adalah Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Sleman Nomor 8 Tahun 2019 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol serta Pelarangan Minuman Oplosan.
Pada November 2024, Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, kemudian mengeluarakan Instruksi Gubernur DIY Nomor 5 tahun 2024 tentang Optimalisasi Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol.
BACA JUGA: Puluhan Pelaku Usaha di Sleman Tak Kantongi Izin Dagang Miras
Sebelumnya, Kepala Bidang Usaha Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman, Kurnia Astuti, mengatakan ada ada 60 usaha penjualan minuman keras beralkohol (miras) yang tidak memiliki izin dagang sepanjang 2024.
Dari jumlah itu, sebanyak 30 unit usaha miras bergerak di industri perhotelan dan restoran. Disperindag telah melakukan pembinaan agar pelaku usaha tersebut melengkapi izin dagang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disnaker Sleman mencatat 129 pencari kerja mengikuti Taksi Pekerja pada 2026. Namun, animo masyarakat dalam kegiatan rekrutmen masih minim.
UGM menjelaskan aturan gratis dan berbayar di Wisdom Park. Tarif Rp129.500 tercatat untuk area bantaran sungai zona 2 per jam, bukan sewa tikar.
Presiden AFC Salman bin Ibrahim membuka kemungkinan Piala Asia 2027 ditunda hingga 2028. Keputusan final masih menunggu perkembangan situasi keamanan.
Microsoft merilis patch keamanan Oktober 2026 untuk Windows dan Office. Simak cara update, celah yang dilaporkan dieksploitasi, dan status dukungan Windows 11 2
Jean-Paul van Gastel memahami banner protes suporter PSIM Jogja setelah tim mengoleksi satu poin dari empat laga. PSIM bersiap menghadapi PSM Makassar.
Putri KW lolos ke perempat final Denmark Open 2026 setelah mengalahkan Huang Yu-Hsun 21-19, 21-8. Berikut tantangannya melawan Wang Zhi Yi.