Bantuan Air Bersih Sudah Menjangkau 8 Kapanewon di Gunungkidul
Bantuan air bersih sudah disalurkan ke delapan kapanewon di Gunungkidul. BPBD mengalokasikan 1.150 tangki untuk warga terdampak kekeringan.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih saat meninjau lokasi longsoran di jalan baru di Tanjakan Clongop, Gedangsari, Selasa (18/3/2025). – Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih meninjau lokasi tanah longsor di jalan baru di Tanjakan Clongop, Gedangsari, Gunungkidul Selasa (18/3/2025). Dia berharap kerusakan yang terjadi bisa segera ditangani sehingga akses Masyarakat bisa kembali normal. “Sebelum Lebaran harus bisa ditangani,” kata Mbak Endah, Selasa siang.
Berdasarkan hasil pemaparan dari BPBD Gunungkidul, lanjut dia, potensi longsor susulan di sekitar lokasi masih sangat besar. Terlebih lagi, di atas tebing yang longsor juga ada rekahan tanah dengan panjang 40 meter dan kedalammnya empat meter. “Jadi ada penanganan jangka pendek dan penanganan secara permanen untuk jangka panjang,” katanya.
Menurut dia, pemkab tidak memiliki kewenangan perbaikan karena status jalan yang merupakan milik Pemda DIY.
Upaya koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral DIY juga sudah dilakukan. “Kalau jangka panjangnya memang harus ditalut biar aman sehingga tidak ada longsor susulan. Tetapi, untuk jangka pendek menyambut Lebaran juga harus diperhatikan karena jalur juga sebagai alternatif masuk Gunungkidul, apalagi juga sempat viral karena pemanadangannya yang indah,” katanya.
Endah pun meminta agar penanganan sementara bisa diselesaikan sebelum Lebaran sehingga jalur benar-benar aman dilalui pengendara atau warga yang melintas. “Segala upaya harus dilakukan. Kalau perlu saya akan bermalam atau sering datang ke sini untuk memastikan penanganan selesai sebelum Lebaran,” kata Endah.
BACA JUGA: Wali Kota Jogja Melarang ASN Menerima Parsel Lebaran
Terpisah, Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) DIY, One Hermanto mengatakan perbaikan masih menjadi tanggungan rekanan karena masih dalam masa pemeliharaan. “Sekarang sedang dibersihkan material longsoran agar jalan bisa dilewati secara normal,” kata One.
Menurut dia, perbaikan dilakukan dengan dua skema. Skema jangka pendek dengan memastikan jalur benar-benar aman dan tidak terjadi longsoran yang membahayakan. “Kami berupaya terus agar longsoran benar-benar bisa tertangani dan terkondisikan dengan baik,” katanya.
Adapun untuk penanganan jangka panjang, One mengaku masih membutuhkan kajian. Meski begitu, dia mengaku memiliki gambaran bahwa penanganan permanen dengan membuat talut di lokasi longsoran. “Tetapi ini harus dikaji terlebih dahulu. Yang, jelas ada penanganan jangka pendek dan permanen,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bantuan air bersih sudah disalurkan ke delapan kapanewon di Gunungkidul. BPBD mengalokasikan 1.150 tangki untuk warga terdampak kekeringan.
iOS 27 hadir dengan Siri AI cerdas, fitur grammar dan proofreading, serta pencarian Spotlight real-time. Jadwal rilis akhir tahun 2026. Simak fitur lengkapnya!
MK memutuskan anggaran Program Makan Bergizi Gratis tidak boleh lagi menggunakan dana pendidikan setelah masa transisi. Pemerintah diminta menyiapkan pos anggar
Menurut Survei Profil Internet Indonesia 2025 dari APJII, penetrasi internet di DI Yogyakarta menembus 91,18 persen, tertinggi kedua nasional
Spider-Man: Brand New Day tembus 1 juta penonton di Indonesia dalam 2 hari. Rekor pembukaan terbesar 2026, menggeser The Odyssey. Simak sinopsis dan dampaknya!
PT Prodia Widyahusada Tbk (Prodia/IDX: PRDA), jaringan laboratorium klinik swasta terbesar di Indonesia, membukukan pendapatan sebesar Rp1,11 triliun