11 Bayi Dievakuasi di Rumah Bidan Pakem, Hasil Hubungan Luar Nikah
Polisi menyelidiki penitipan 11 bayi di Pakem, Sleman. Mayoritas bayi disebut lahir di luar pernikahan dan dititipkan ke bidan.
Ilustrasi daging - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dosen Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM), Edi Suryanto memprediksi ada lonjakan permintaan daging dan olahan daging saat momen Lebaran.
Permintaan daging diprediksi Edi akan naik secara signifikan, terutama di akhir Ramadan dan saat Idulfitri.
Edi menuturkan apabila daging ayam dan sapi akan lebih banyak dikonsumsi untuk hidangan berbuka, sahur dan Lebaran. Selain itu, produk susu dan telur juga meningkat, terutama untuk pembuatan kue dan makanan yang praktis.
"Daging olahan seperti sosis, kornet, dan nugget lebih sering dikonsumsi karena kemudahannya. Sementara saat mendekati Lebaran, konsumsi daging merah melonjak karena persiapan untuk hidangan perayaan seperti rendang dan gulai," terang Edi, Kamis (20/3/2025).
BACA JUGA: Firasat Bagus Patrick Kluivert yang Berujung Mimpi Buruk Timnas Indonesia
Ada beberapa alasan peningkatan konsumsi daging sebagai menu spesial. Salah satunya banyak keluarga menginginkan memasak hidangan istimewa saat Lebaran, seperti rendang, opor atau sate.
Selain itu, makanan berbasis daging ini dianggap dapat membantu menjaga stamina saat Ramadan.
"Kaitannya dengan kebutuhan energi yang lebih besar maka daging dinilai mengandung protein hewani yang membantu menjaga stamina," katanya.
Dengan meningkatnya permintaan dan konsumsi daging tersebut, Edi Suryanto mengingatkan adanya risiko yang ditimbulkan.
Risiko mengonsumsi daging dan produknya secara berlebihan yakni munculnya gangguan pencernaan dan kolesterol tinggi. "Selain kolesterol dan gangguan pencernaan, konsumsi serat, sayur dan buah juga menurun," ujarnya.
Untuk itu Edi berharap agar masyarakat mengonsumsi daging secukupnya dan memilih bagian daging yang rendah lemak. Selain itu, perlu memperbanyak mengonsumsi sayur dan buah.
"Jangan lupakan air putih yang cukup untuk membantu metabolisme dan mencegah dehidrasi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi menyelidiki penitipan 11 bayi di Pakem, Sleman. Mayoritas bayi disebut lahir di luar pernikahan dan dititipkan ke bidan.
Pendaki Gunung Muria di Kudus jatuh ke jurang sedalam 40 meter di jalur Argopiloso dan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Korlantas Polri siaga 24 jam selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus untuk antisipasi lonjakan kendaraan dan kemacetan.
Meutya Hafid mengungkap hampir 200 ribu anak di Indonesia terpapar judi online, termasuk 80 ribu anak di bawah usia 10 tahun.
Mentan Amran melepas ekspor pupuk urea ke Australia senilai Rp7 triliun untuk memperkuat industri pupuk nasional dan pasar global.
Gereja Katedral Jakarta menggelar empat sesi misa Kenaikan Yesus Kristus, Polda Metro Jaya amankan 860 tempat ibadah.