Motor Curian Dijual Rp2,3 Juta, Warga Karangmojo Ditangkap Polisi
Polsek Wonosari menangkap pelaku curanmor asal Karangmojo yang menjual motor curian ke Kota Jogja seharga Rp2,3 juta.
Seorang pengendara sendang melintasi tanjakan Clongop jalur lama di Kapanewon Gedangsari, Gunungkidul. Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Proses normalisasi retakan di tebing yang rawan longsor jalan baru Tanjakan Clongop di Kapanewon Gedangsari, Gunungkidul masih berlangsung hingga hari ini, Kamis (20/3/2025). Sebagai dampaknya, di sekitar jalan tersebut untuk sementara waktu ditutup.
Kapolsek Gedangsari, AKP Suryanto mengatakan, proses normalisasi tebing yang retak di Tanjakan Clongop sudah dilaksanakan sejak Rabu (19/3/2025) dan masih berlangsung hingga sekarang. Normalisasi dilakukan agar tidak terjadi longsor susulan yang dapat membahayakan pengguna jalan maupun orang beraktivitas di sekitar lokasi.
“Dampak dari normalisasi ini, maka akses di jalan baru ditutup sementara,” kata Suryanto saat dihubungi, Kamis (20/3/2025).
Dia menjelaskan, penutupan agar tidak mengganggu pengerukan. Pasalnya, selain aktivitas alat berat, juga ada lalu lalang dump truck pengangkut material dari tebing.
“Jadi biar kegiatan normalisasi berjalan lancar dan mengurangi risiko kecelakaan pengguna jalan dengan armada pengangkutan material dari reruntuhan tebing,” katanya.
Suryanto menambahkan, selama akses ditutup sudah dipasang papan rambu peringatan tentang kebijakan penutupan. Sebagai gantinya, pengguna jalan atau pengendara kendaraan bermotor bisa melintas melalui jalur lama.
BACA JUGA: Harga Buyback Emas Antam Naik Rp16.000, Jadi Harga Kenaikan Tertinggi Sepanjang Masa
Meski demikian, ia meminta kepada yang melintas di jalur Clongop lama untuk berhati-hati karena jalannya lebih ekstrem ketimbang jalur yang baru. “Makanya dibangun jalur baru karena yang lama tanjakannya lebih curam. Jadi, selama ada normalisasi bisa melintas di jalur lama, tapi tetap harus berhati-hati,” katanya.
Panewu Gedangsari, Eko Krisdiyanto mengatakan, sudah ada penanganan terhadap retakan tebing di jalur di Tanjakan Clongop. Sesuai dengan permintaan dari Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntarningsih saat meninjau lokasi longsor, maka tim dari DPUP-ESDM DIY mulai melakukan normalisasi retakan pada Rabu (20/3/2025) sehingga sebelum Lebaran di sekitar lokasi sudah aman dilalui maupun beraktivitas.
“Hingga sekarang masih dalam proses normalisasi agar tidak membahayakan. Untuk penanganan retakan, ada dua alat berat yang diterjunkan,” kata Eko saat dihubungi, Kamis (20/3/2025).
Sesuai dengan informasi yang diterima, ia mengakui penanganan dilakukan dengan mengeruk dan membuat terasiring di sekitar retakan.
Diharapkan cara ini tidak membuat air hujan jadi tertahan sehingga potensi longsor susulan dapat dikurangi.
“Tebingnya setinggi 15 meter. Adapun retakannya sepanjang 40 meter dengan kedalaman tiga sampai empat meter,” ungkapnya.
Menurut dia, penanganan saat ini merupakan tindakan evakuasi yang kedua. Pasalnya pada Selasa (18/3/2025) dilakukan pengerukan material longsoran yang terjadi Senin (17/3/2025).
“Retakan sepajang 40 meter di atas tebing baru diketahui Selasa sehingga sesuai dengan permintaan Bupati saat meninjau lokasi agar ditangani sehingga tidak menimbulkan bahaya,” kata Eko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polsek Wonosari menangkap pelaku curanmor asal Karangmojo yang menjual motor curian ke Kota Jogja seharga Rp2,3 juta.
Progres Tol Jogja-Solo Seksi 2 Sleman terus dikebut. Pemasangan girder di Ring Road Utara ditarget selesai Juni 2026, termasuk pembangunan ramp off.
OpenAI meluncurkan ChatGPT Finance yang bisa terhubung ke rekening bank dan investasi untuk analisis keuangan personal pengguna.
Ekonom UAJY menilai pelemahan rupiah tetap berdampak ke warga desa dan kritik pernyataan Prabowo soal dolar AS.
KKMP di Kota Jogja sudah produksi ribuan batik ASN dan siapkan 65.000 seragam sekolah meski belum punya gerai permanen.
Apple mulai uji produksi chip iPhone dan Mac di Intel untuk kurangi ketergantungan pada TSMC di tengah tekanan AI dan geopolitik