Wabup Gunungkidul Joko Parwoto Absen di Hari Jadi, Ini Alasannya
Wabup Gunungkidul Joko Parwoto menjelaskan ketidakhadirannya dalam sejumlah agenda Hari Jadi ke-196 karena sakit gigi dan perlu penanganan dokter.
Seorang pengendara sendang melintasi tanjakan Clongop jalur lama di Kapanewon Gedangsari, Gunungkidul. Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Proses normalisasi retakan di tebing yang rawan longsor jalan baru Tanjakan Clongop di Kapanewon Gedangsari, Gunungkidul masih berlangsung hingga hari ini, Kamis (20/3/2025). Sebagai dampaknya, di sekitar jalan tersebut untuk sementara waktu ditutup.
Kapolsek Gedangsari, AKP Suryanto mengatakan, proses normalisasi tebing yang retak di Tanjakan Clongop sudah dilaksanakan sejak Rabu (19/3/2025) dan masih berlangsung hingga sekarang. Normalisasi dilakukan agar tidak terjadi longsor susulan yang dapat membahayakan pengguna jalan maupun orang beraktivitas di sekitar lokasi.
“Dampak dari normalisasi ini, maka akses di jalan baru ditutup sementara,” kata Suryanto saat dihubungi, Kamis (20/3/2025).
Dia menjelaskan, penutupan agar tidak mengganggu pengerukan. Pasalnya, selain aktivitas alat berat, juga ada lalu lalang dump truck pengangkut material dari tebing.
“Jadi biar kegiatan normalisasi berjalan lancar dan mengurangi risiko kecelakaan pengguna jalan dengan armada pengangkutan material dari reruntuhan tebing,” katanya.
Suryanto menambahkan, selama akses ditutup sudah dipasang papan rambu peringatan tentang kebijakan penutupan. Sebagai gantinya, pengguna jalan atau pengendara kendaraan bermotor bisa melintas melalui jalur lama.
BACA JUGA: Harga Buyback Emas Antam Naik Rp16.000, Jadi Harga Kenaikan Tertinggi Sepanjang Masa
Meski demikian, ia meminta kepada yang melintas di jalur Clongop lama untuk berhati-hati karena jalannya lebih ekstrem ketimbang jalur yang baru. “Makanya dibangun jalur baru karena yang lama tanjakannya lebih curam. Jadi, selama ada normalisasi bisa melintas di jalur lama, tapi tetap harus berhati-hati,” katanya.
Panewu Gedangsari, Eko Krisdiyanto mengatakan, sudah ada penanganan terhadap retakan tebing di jalur di Tanjakan Clongop. Sesuai dengan permintaan dari Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntarningsih saat meninjau lokasi longsor, maka tim dari DPUP-ESDM DIY mulai melakukan normalisasi retakan pada Rabu (20/3/2025) sehingga sebelum Lebaran di sekitar lokasi sudah aman dilalui maupun beraktivitas.
“Hingga sekarang masih dalam proses normalisasi agar tidak membahayakan. Untuk penanganan retakan, ada dua alat berat yang diterjunkan,” kata Eko saat dihubungi, Kamis (20/3/2025).
Sesuai dengan informasi yang diterima, ia mengakui penanganan dilakukan dengan mengeruk dan membuat terasiring di sekitar retakan.
Diharapkan cara ini tidak membuat air hujan jadi tertahan sehingga potensi longsor susulan dapat dikurangi.
“Tebingnya setinggi 15 meter. Adapun retakannya sepanjang 40 meter dengan kedalaman tiga sampai empat meter,” ungkapnya.
Menurut dia, penanganan saat ini merupakan tindakan evakuasi yang kedua. Pasalnya pada Selasa (18/3/2025) dilakukan pengerukan material longsoran yang terjadi Senin (17/3/2025).
“Retakan sepajang 40 meter di atas tebing baru diketahui Selasa sehingga sesuai dengan permintaan Bupati saat meninjau lokasi agar ditangani sehingga tidak menimbulkan bahaya,” kata Eko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wabup Gunungkidul Joko Parwoto menjelaskan ketidakhadirannya dalam sejumlah agenda Hari Jadi ke-196 karena sakit gigi dan perlu penanganan dokter.
Inter Milan menjamu Shakhtar Donetsk di Liga Champions, Kamis dini hari. Simak jadwal, kondisi Lautaro Martinez, dan peluang kedua tim.
Bayern Muenchen menjamu Arsenal di Liga Champions. Kimmich dan Olise absen, sedangkan kondisi Kompany dan Neuer menjadi perhatian.
Aston Villa menjamu Viking FK pada matchday ketiga Liga Champions 2026/2027. Simak jadwal, performa kedua tim, dan kabar skuad.
Malaysia melarang aparatur pemerintah memakai Waze saat bertugas karena kekhawatiran keamanan data. Anwar Ibrahim menyarankan aplikasi lokal TuJu.
Jorge Martinez Aspar menilai Marc Marquez kini lebih berhitung mengambil risiko setelah cedera serius di Jerez pada 2020.