Pria Bantul Bakar Rumah Orang Tua Gara-gara Tak Diberi Rp15 Juta
Pria berinisial MN diduga membakar kamar rumah orang tuanya di Kasihan, Bantul, usai permintaan uang Rp15 juta tak terpenuhi. Polisi menyelidiki kasus ini.
Ilustrasi keracunan/JIBI
Harianjogja.com, BANTUL – Serangkaian insiden keracunan takjil beruntun terjadi di masjid dan musala di Bantul dalam sepekan terakhir. Kasus yang terjadi di Jodog, Pandak, dan Mandingan, Bantul ini mendorong pemerintah setempat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan pangan dalam kegiatan buka bersama.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bantul, Ahmad Shidqi menyatakan bahwa pihaknya telah mengimbau jajaran pengelola tempat ibadah agar lebih selektif dalam memilih penyedia katering untuk takjil. Ia menekankan pentingnya pengawasan lebih ketat dalam setiap tahapan distribusi makanan.
BACA JUGA: Puluhan Anak di Bantul Diduga Keracunan Makanan Buka Bersama di Masjid
"Kami diminta juga oleh Dinas Kesehatan Bantul untuk menyosialisasikan hal ini kepada jajaran kami, terutama kepada para takmir masjid dan musala yang menjadi binaan Kemenag. Imbauan ini sudah kami sampaikan," ujar Shidqi, Jumat (21/3/2025).
Menurutnya, selama ini mekanisme pembagian takjil di tempat ibadah sering kali dilakukan secara gotong royong, baik oleh para dermawan maupun warga yang bergiliran. Hal ini membuat pengawasan menjadi lebih sulit karena setiap individu atau kelompok memiliki cara sendiri dalam memperoleh atau menyiapkan makanan.
"Sering kali takmir hanya menerima sejumlah bungkus makanan yang disumbangkan warga tanpa mengetahui secara pasti dari mana asal makanan tersebut," tambahnya.
Sebagai langkah antisipasi, Kemenag meminta agar para penyelenggara buka bersama lebih cermat dalam menilai kelaikan makanan sebelum didistribusikan kepada jemaah. "Sudah kami sampaikan ke jajaran masjid dan musala agar lebih ketat lagi ke depan supaya tidak ada lagi insiden keracunan," pungkasnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, Agus Tri Widiyantara, menyatakan bahwa pihaknya telah menyurati Kemenag Bantul agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kebersihan dan keamanan pangan. Salah satu langkah yang disarankan Dinkes adalah menyimpan satu paket menu takjil di dalam kulkas sebagai sampel.
"Hal ini bertujuan agar jika terjadi kasus keracunan, sampel makanan dapat diuji di laboratorium untuk mengetahui penyebabnya," jelas Agus.
Agus juga mengingatkan kepada UMKM penyedia pangan untuk lebih memperhatikan bahan makanan, proses pengolahan yang lebih higienis, atau distribusi makanan yang ketat dan optimal. "Makanan yang disiapkan sejak pagi dan baru dikonsumsi sore hari juga berpotensi mengalami kontaminasi, apalagi jika lingkungan tempat pengolahan kurang bersih,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pria berinisial MN diduga membakar kamar rumah orang tuanya di Kasihan, Bantul, usai permintaan uang Rp15 juta tak terpenuhi. Polisi menyelidiki kasus ini.
Kebakaran melanda Pasar Modern BSB Semarang. Diduga dipicu kebocoran tabung gas di warung soto, sebanyak 179 kios terdampak.
Cuaca ekstrem dan angin kencang membuat hasil tangkapan nelayan di pesisir selatan Gunungkidul turun hingga separuh dalam beberapa hari terakhir.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuding Rusia berencana mendatangkan 30.000 tentara Korea Utara dan menambah kerja sama militer dengan Pyongyang.
Sebanyak 2.000 warga Magelang menebus sembako murah dari PSMTI. Program sosial ini membantu meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi.
Kebakaran lahan kembali melanda Wukirsari, Bantul. BPBD mencatat 62 kasus kebakaran hingga 22 Juli 2026, mayoritas dipicu aktivitas manusia.