Kuota Transmigrasi Bantul Anjlok, 2026 Hanya Satu KK Diberangkatkan
Kuota transmigrasi Bantul 2026 turun drastis. Dari tiga KK pada tahun lalu, kini hanya satu KK yang mendapat kesempatan berangkat.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengajak seluruh elemen bangsa untuk introspeksi diri di momentum Idulfitri 2025, Senin (31/3/2025). Dok. Ist
Harianjogja.com, JOGJA–Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengajak seluruh elemen bangsa untuk memanfaatkan momentum Idulfitri sebagai ajang introspeksi diri. Baik sebagai warga negara, umat beragama, maupun tokoh bangsa, setiap individu diharapkan mampu menjadikan Idulfitri sebagai titik awal dalam menumbuhkan ketakwaan dan jiwa kepemimpinan yang membawa rahmat bagi semesta.
Haedar menekankan pentingnya menanamkan jiwa takwa, abdullah (hamba Allah), dan khalifatullah fil ardh (pemimpin di muka bumi) dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Dengan beragama, manusia tidak hanya menjadi saleh secara pribadi, tetapi juga menebarkan kesalehan dalam keluarga, masyarakat, hingga dalam kehidupan global,” ungkapnya, Senin (31/3/2025).
Baca Juga: Ini Pesan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir untuk Kepala Daerah yang Baru Dilantik
Ia menjelaskan ibadah puasa sebagai salah satu rukun Islam tidak hanya berkaitan dengan dimensi akidah dan ibadah, tetapi juga akhlak dan muamalah duniawiyah. Jika nilai-nilai puasa dan ajaran Islam lainnya dihayati secara mendalam, maka umat Muslim akan memancarkan kehanifan dalam beragama, yang pada akhirnya menciptakan kehidupan yang harmonis, toleran, dan beradab.
Dalam pandangannya, Haedar menilai bahwa manusia yang memiliki kesalehan hakiki akan menumbuhkan jiwa kepemimpinan yang bertanggung jawab dalam memakmurkan bumi dan mensejahterakan sesama. Prinsip ini berlaku baik bagi individu dalam kehidupan sosial maupun bagi para pemimpin dalam mengelola bangsa.
Baca Juga: Haedar Nashir Resmikan Gedung Comprehensive Cancer Center (CCC) RS PKU Muhammadiyah Gamping
“Maka siapa pun yang berkiprah dalam kehidupan kenegaraan, baik sebagai pemimpin negeri maupun tokoh umat, harus memiliki jiwa kekhalifahan. Artinya, mereka tidak hanya berakhlak mulia, tetapi juga berorientasi pada kemaslahatan umum,” kata Haedar.
Ia menekankan bahwa para pemimpin harus selalu berbuat yang benar, baik, dan patut, serta menghindari segala bentuk keburukan, ketidakadilan, dan penyalahgunaan kekuasaan. Dengan kesalehan yang tertanam kuat, seorang pemimpin akan mampu menebar kebermanfaatan, mensejahterakan rakyat, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta membawa perubahan positif yang berkelanjutan.
Baca Juga: Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir Ucapkan Selamat Harlah Ke-102 Nahdlatul Ulama, Ini Isi Pesannya
Lebih lanjut, Haedar menyoroti bahwa berbagai permasalahan bangsa, seperti korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, eksploitasi sumber daya alam, dan konflik sosial, berakar dari hawa nafsu yang tidak terkendali serta lemahnya kesadaran akan tugas sebagai abdullah dan khalifatullah.
“Maka, ketika warga dan para pemimpin bangsa memiliki kesadaran sebagai abdullah dan khalifatullah fil ardh, maka kehidupan berbangsa dan bernegara akan senantiasa berjalan dalam koridor kebaikan, kesejahteraan, dan keadilan,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kuota transmigrasi Bantul 2026 turun drastis. Dari tiga KK pada tahun lalu, kini hanya satu KK yang mendapat kesempatan berangkat.
Meta mengakui AI belum mampu menekan spam judi online di Facebook dan Instagram karena pelaku terus mengubah modus untuk menghindari deteksi.
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semangat mengawali hari dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat.
Presiden Prabowo menegaskan Polri berperan strategis menjaga keamanan dan menyampaikan enam pesan penting pada Hari Bhayangkara ke-80.
Sensus Ekonomi 2026 mencatat UMKM DIY masih didominasi usaha mikro. Dinkop UKM DIY memperkuat pendampingan agar pelaku usaha bisa naik kelas.
BPKH memangkas anggaran operasional Rp100,31 miliar pada 2026 untuk menjaga keberlanjutan dana haji tanpa mengurangi layanan kepada jemaah