Omzet Pasar Tradisional Bantul Turun 17 Persen, Ini Sebabnya
Omzet pedagang pasar tradisional Bantul turun 17 persen. DPRD menyoroti transaksi online dan kondisi pasar yang kurang representatif.
Suasana Garebeg Sawal yang digelar Keraton Yogyakarta di Masjid Gedhe Kauman, Senin (31/3/2025). - Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA – Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat kembali menggelar prosesi Garebeg Sawal sebagai bagian dari peringatan Idulfitri, Senin (31/3/2025). Acara yang dimulai pukul sejak 09.00 WIB ini berlangsung dengan meriah, melibatkan iring-iringan bregada prajurit serta tujuh gunungan yang menjadi simbol kemakmuran dan sedekah dari Raja kepada rakyatnya.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, iring-iringan kali ini tidak melewati Alun-Alun Utara. Koordinator Pelaksanaan Garebeg Sawal 2025, KRT Kusumanegara, menjelaskan gunungan yang berada di Bangsal Pancaniti, Kamandungan Lor, dibawa oleh Kanca Abang melalui jalur Regol Brajanala, Sitihinggil Lor, hingga ke Pagelaran sebelum akhirnya menuju Masjid Gedhe.
“Setelah didoakan di Masjid Gedhe, dua gunungan akan dibawa ke Pura Pakualaman dan kompleks Kepatihan,” ujarnya.
Sebanyak 10 bregada prajurit Karaton turut mengawal gunungan dalam prosesi ini, di antaranya Wirabraja, Dhaeng, Patangpuluh, Jagakarya, Prawiratama, Ketanggung, Mantrijero, Nyutra, Bugis, dan Surakarsa. Khusus Gunungan yang dibawa ke Kepatihan dikawal oleh Bregada Bugis, sementara yang menuju Pura Pakualaman dikawal oleh Prajurit Pakualaman, yakni Dragunder dan Plangkir.
BACA JUGA : Lebaran, Hasto Minta Pengawasan Ketat terhadap Pembuangan Sampah Sembarangan
Tahun ini, Garebeg Sawal juga menghadirkan sesuatu yang istimewa yakni kembalinya Abdi Dalem Palawija setelah sekian lama tidak berpartisipasi. Kelompok ini terdiri dari individu dengan kondisi fisik khusus yang memiliki peran dalam upacara-upacara penting Keraton.
Garebeg Sawal 2025 menghadirkan Gunungan Kakung, Estri/Wadon, Gepak, Dharat, dan Pawuhan. Dari tujuh gunungan yang dibawa dalam prosesi, tiga di antaranya adalah Gunungan Kakung yang masing-masing dialokasikan ke Masjid Gedhe, Pura Pakualaman, dan Kepatihan. Sementara itu, Gunungan Pawuhan diberikan khusus kepada Abdi Dalem Pengulon.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Omzet pedagang pasar tradisional Bantul turun 17 persen. DPRD menyoroti transaksi online dan kondisi pasar yang kurang representatif.
Cek bansos September 2026 melalui kanal resmi Kemensos. Simak cara cek PKH, BPNT, dan mekanisme penerima BLT Kesra Rp900.000.
Gavin Lee mengakui Timnas Indonesia tampil bagus saat menang 2-0 atas Singapura. Ia menyoroti kurangnya kepercayaan diri timnya di babak pertama.
John Herdman menegaskan tidak ada perbedaan pemain lokal, diaspora, dan naturalisasi di Timnas Indonesia usai menang 2-0 atas Singapura.
Daratan Gunung Anak Krakatau kini mencapai 341,5 hektare, melampaui luas sebelum kolaps pada Desember 2018.
Adi Prayitno menilai PPP punya modal politik dari elektabilitas 3,4 persen untuk memperkuat mesin partai menuju Pemilu 2029.