DPRD DIY Usul Sekolah Pra-Keluarga untuk Cegah Masalah Rumah Tangga
DPRD DIY mendorong pembentukan sekolah pra-keluarga untuk membekali calon pasangan dengan pengetahuan pengasuhan, kesehatan mental, dan kehidupan rumah tangga.
Suasana Bangsal Mandolosono Kraton Ngayogyakarta, Kamis (6/6/2024) - Harian Jogja/ Alfi Annissa Karin
Harianjogja.com, JOGJA—Kunjungan wisata ke Kraton Jogja sepanjang 2025 tercatat menurun dibandingkan tahun sebelumnya, meski total pengunjung masih mencapai sekitar 1,2 juta orang.
Carik Kawedanan Radya Kartiyasa Kraton Jogja, Nyi Raden Wedana Noorsundari, menyebut penurunan terjadi di tiga unit wisata utama yang dikelola pihak Kraton, yakni Kagungan Dalem Kedhaton, Museum Wahanarata, dan Taman Sari. Penurunan terdalam tercatat pada unit Museum Wahanarata.
“Secara keseluruhan turun. Dari catatan kami, tiga unit wisata yaitu Museum Wahanarata, Kagungan Dalem Kedhaton, dan Taman Sari, masing-masing turunnya lumayan,” ujar perempuan yang akrab disapa Ami tersebut, Jumat (9/1/2026).
Ami merinci, kunjungan ke Kagungan Dalem Kedhaton turun sekitar 0,6 persen, sementara Museum Wahanarata mengalami penurunan mencapai 5 persen. Adapun destinasi Taman Sari cenderung stabil dengan penurunan yang sangat tipis.
Periode paling ramai kunjungan sepanjang 2025 terjadi pada bulan Desember, yang bertepatan dengan momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Namun, komposisi wisatawan mancanegara (wisman) dinilai belum memenuhi ekspektasi.
“Wisatawan mancanegara hanya menyumbang sekitar 10 persen dari total kunjungan. Sebenarnya ini tidak sesuai ekspektasi, karena pada 2024 jumlahnya banyak sekali, tahun ini turunnya cukup signifikan,” ucapnya.
Strategi 2026: Utamakan Kualitas daripada Kuantitas
Memasuki tahun 2026, pengelola Kraton Jogja tidak mematok target angka kunjungan secara spesifik. Fokus utama kini dialihkan pada peningkatan kualitas pariwisata (quality tourism), bukan semata-mata mengejar kuantitas pengunjung.
“Kami berusaha untuk menciptakan pariwisata yang berkualitas. Bukan hanya soal jumlah orang, tapi juga durasi tinggal (length of stay), rata-rata belanja pengunjung, dan pergerakan wisatawan di kawasan,” jelas Ami.
Untuk menarik minat wisatawan pada 2026, Kraton Jogja telah menyiapkan sejumlah agenda strategis, mulai dari pameran tematik hingga festival khusus. Salah satu rencana besarnya adalah menggelar festival pada periode Maret hingga April guna mendongkrak kunjungan saat masa low season.
“Kami mencoba membuat kegiatan di antara 7 Maret sampai 7 April untuk mendongkrak pariwisata di masa sepi kunjungan,” ujarnya.
Selain itu, Kraton Jogja juga akan menghadirkan pameran baru bertema "Arsitektural dan Bentang Alam" yang dijadwalkan dibuka pada 7 Maret 2026. Pameran ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman publik mengenai nilai-nilai luhur Sumbu Filosofi Yogyakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD DIY mendorong pembentukan sekolah pra-keluarga untuk membekali calon pasangan dengan pengetahuan pengasuhan, kesehatan mental, dan kehidupan rumah tangga.
Harga emas Pegadaian hari ini 15 September 2026 untuk Antam, UBS, dan Galeri 24 lengkap dengan harga jual serta buyback.
Macklemore dicoret dari sisa tur Ed Sheeran di AS setelah dukung Palestina. Sejumlah venue disebut menolak konser jika ia tetap tampil.
Harga rumah Yogyakarta mencapai median Rp2 miliar pada Agustus 2026. Harga naik 14,3%, sedangkan listing turun 27,4%.
Joanna Wietrzyk menang HYROX Beijing setelah insiden di tengah lomba. Kenali profil dan prestasi atlet Australia tersebut.
Produksi mobil Indonesia mencapai 859.256 unit hingga Agustus 2026. Toyota menyumbang 353.778 unit atau 41,2 persen.