Abujapi DIY Siapkan 21 Asesor untuk Uji Kompetensi Satpam
Abujapi DIY menyiapkan 21 asesor untuk menguji kompetensi sekitar 14.000 Satpam demi memperkuat keamanan pariwisata dan investasi.
Suasana Festival Klangenan yang digelar Pemkab Bantul di Embung Imogiri, Kalurahan Wukirsari Sabtu (5/4/2025). - Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul kembali menggelar Festival Klangenan yang kali ini diselenggarakan di Embung Imogiri, Kalurahan Wukirsari 4-8 April.
Agenda yang diisi dengan acara budaya, musik dan stand kuliner itu siap memeriahkan masa libur Lebaran wisatawan.
Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta mengatakan, Festival Klangenan menghadirkan romansa kenangan bagi para pengunjung untuk bernostalgia lantaran ada banyak hal jadul atau jaman dulu yang dihadirkan di tempat itu.
“Semoga dengan gelaran yang membawa romansa penuh kenangan akan masa lalu ini bisa menjadi salah satu pemantik bergeraknya ekonomi masyarakat Bantul, utamanya untuk sektor UMKM dan industri kreatif,” ungkapnya, Sabtu (5/4/2025).
Menurut Aris, pelaksanaan Festival Klangenan tahun ini menjadi semakin istimewa karena bertempat di Wukirsari, desa wisata yang telah menorehkan prestasi gemilang di tingkat internasional.
Plt. Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Bantul, Fenty Yusdayati menjelaskan, festival ini telah memasuki tahun ketiga pelaksanaan dan sengaja dijadwalkan bertepatan dengan libur Idulfitri.
"Harapannya masyarakat Bantul yang merantau bisa mudik ke sini, bernostalgia dengan makanan dan kerajinan tradisional, sekaligus menjadi destinasi tambahan bagi wisatawan,” jelasnya.
Sebanyak 50 stan turut berpartisipasi, dua di antaranya adalah pelaku usaha difabel yang diberi ruang untuk menampilkan karya unggulan seperti batik dan produk kreatif lainnya. Kurasi stand dilakukan ketat melalui basis data untuk memastikan legalitas dan kualitas produk.
Festival ini menyajikan berbagai kuliner tradisional seperti mi lethek, jenang gempol, wedang uwuh, hingga yang jarang ditemui. Makanan-makanan tersebut menjadi pengikat memori, menjembatani masa lalu dengan semangat kekinian.
Pemilihan Embung Imogiri sebagai lokasi pun tak lepas dari nilai historis dan geografisnya. “Imogiri itu kawasan budaya dan heritage, ada batik Giriloyo, makam raja-raja, wisata sungai Opak, dan area yang luas di embung untuk pameran,” ujar Fenty.
Selain itu, wilayah ini juga menyandang predikat destinasi terbaik dari UNESCO, sehingga diharapkan bisa memperkaya pilihan wisatawan saat berkunjung ke Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Abujapi DIY menyiapkan 21 asesor untuk menguji kompetensi sekitar 14.000 Satpam demi memperkuat keamanan pariwisata dan investasi.
Gelombang tinggi hingga 4 meter melanda pantai selatan Cianjur. BPBD meminta nelayan dan wisatawan menjauhi pantai sementara.
SPPG Gebyok Selo Boyolali disetop setelah 34 siswa mengalami gejala diduga keracunan MBG. Tiga siswa menjalani rawat inap.
Litto Jogja masuk Top 25 WISH 2026 setelah bersaing dengan 570 usaha pariwisata. Konsepnya menggabungkan alam, wellness dan karakter lokal.
Rumah roboh di Sragen menimpa Satiyem, 83, hingga meninggal. Korban berada di teras saat bangunan rumahnya ambruk.
Pergantian Menkeu dari Purbaya Yudhi Sadewa ke Suahasil Nazara dinilai membuat pasar tetap stabil karena memberi kepastian fiskal.